14 Kunci Sukses Sofyan Djalil Bagi Generasi Milenial

Satu minggu lalu, di tanggal 6 April 2017, ada beberapa anggota Mata Garuda dan Ketua Mata Garuda, mas Danang Rizky Ginanjar menemui Pak Sofyan Djalil yang saat ini menjabat sebagai Menteri ATR/BPN. Pak Sofyan memberikan kami kuliah singkat tentang Generasi Milenial.
Kuliah singkat dari Pak Sofyan menurut saya sangat menarik, sehingga saya mencatatnya di dalam buku catatan kecil saya. Ada beberapa hal yang saya garis bawahi dan saya tuliskan di dalam blog saya. Harapannya agar teman-teman para generasi milenial bisa memetik pelajaran dari cerita Pak Sofyan Djalil saat ini.

Beliau bercerita mengenai kaum milenials yang sering berpikir tentang jalan pintas. “Padahal tidak ada jalan pintas di dalam kehidupan, harus ada investasi untuk long term atau jangka panjang,” kata Pak Sofyan mengawali cerita di pagi itu. Ia sering menyayangkan anak-anak muda suka menjadi kutu loncat dalam pekerjaannya. “Jika mereka tidak mendapatkan penghargaan dari kantor tempatnya bekerja, generasi milenial cenderung akan berpindah tempat,” tambahnya.

Beliau menceritakan ada beberapa hal yang dia lakukan hingga mencapai di posisi saat ini, yaitu :
1. Jangan pernah perhitungan dengan kebaikan, anggap saja semua yang kalian lakukan adalah invetasi masa depan. Pak Sofyan mengandaikan seseorang untuk menjadi pohon jati daripada pohon akasia. Kenapa? Karena pohon akasia cepat tumbuhnya, tapi rapuh dan harganya tak seberapa. Sedangkan pohon jati lambat tumbuhnya tapi sangat kuat dan memiiliki harga yang paling mahal. “Jadilah seperti pohon jati, anggap saja kebaikan yang kalian lakukan akan dituai nanti di masa depan,” ujarnya lagi.

2. Harus menjadi orang yang fokus dan terus belajar dengan hal yang kamu sukai. Pak Sofyan mengatakan untuk memilih sesuatu dengan satu fokus. “Be very nice and very focus person,” tambahnya.

3. Kaum milenial sering bermimpi untuk masuk ke dalam dunia politik. “jangan pernah bermimpi untuk masuk ke dalam dunia politik terlebih dahulu, fokus dulu. Jangan punya passion untuk masuk politik”. Kenapa? Karena hal-hal seperti itu akan mengikut pada akhirnya. Fokus terlebih dahulu dengan apa yang dikerjakan saat ini.

4. Menyelesaikan tugas satu per satu, jangan mengerjakan beberapa tugas pada satu waktu. Karena tidak akan fokus. Jadi selesaikan apa yang sudah dimulai dengan baik.

5. Jaga reputasi. Banyak anak-anak muda yang punya prinsip bersenang-senang terlebih dahulu, baru bersakit-sakit kemudian. Jadi ada yang berubah di dalam pola pikir generasi milenial.

6. Pertahankan integritas. Jangan mudah digoyahkan. “Jadilah orang yang memiliki integritas, Indonesia butuh orang-orang yang seperti itu,” katanya tegas.

7. Investasi pada profesionalisme.

8. Harus fokus dan bisa bermanfaat bagi orang banyak.

9. Kalau hari ini susah, jangan putus asa. Kuncinya ada pada “kreatifitas”.

10. “Anak pintar di Indonesia selalu dipuji sehingga menganggap dirinya paling hebat, tidak bisa sharing knowledge dan merasa paling benar,” kata beliau. Saya pribadi merasa kalimat ini bisa jadi refleksi buat teman-teman. Semoga kita terhindar dari hal-hal yang demikian dan terus sharing apapun yang bisa kita berikan kepada orang lain.

11. Coba masuk dalam dunia corporate biar lebih teruji. Menurut Pak Sofyan, dunia corporate berjalan lebih cepat bahkan berlari. Karena itu banyak di lini-lini pemerintahan yang sekarang diisi oleh orang-orang dari corporate diharapkan management dalam pemerintahan bisa lebih baik.

12. Buat game changer untuk anak-anak muda. Sehingga anak-anak muda tau apa yang terjadi di masyarakat saat ini. Game changer adalah -> a newly introduced element or factor that changes an existing situation or activity in a significant way

13. Memperkenalkan hal-hal baru kepada orang banyak, think what you can do now!

14. Punya komitmen. “lihat saja agama-agama besar di dunia dimulai oleh satu orang yang punya komitmen, contoh Nabi Muhammad SAW, karena ia agama Islam menyebar hingga sebesar ini,” katanya.

Pak Sofyan menitikberatkan mengenai definis sukses baginya, “Sukses itu ketika kamu bisa memberikan kontribusi apapun untuk negara. Kesempatan mengabdi di Indonesia itu sangat besar” ujarnya sambil mengakhiri pertemuan siang itu.

Beberapa pelajaran siang itu menjadi salah satu pelajaran berharga bagi saya. Semoga bisa terus berkontribusi untuk pembangunan Indonesia.

Ditulis di ISKINDO
Jumat, 14 April 2017
Sambil melihat catatan kecil.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *