Proses Munculnya Tragedi Kepemilikan Bersama

Tulisan ini muncul setelah dilakukan permainan di atas piring yang diandaikan sebagai laut yang berisi ikan-ikan.  Pagi ini, saya mendapatkan materi mengenai input data ikan yang telah datang dari kapal. Untuk memasukkannya ke dalam sebuah program penginputan data dibutuhkan waktu yang cukup lama. Setelah puas berpusing-pusing ria dengan data dan angka, kami pun diberikan game.  Saya tidak tau apa nama permainannya, yang pasti membuat saya tersadar bahwa manusia diciptakan untuk serakah. Awalnya Bang Wildan menuang pilus rasa rumput laut ke atas piring lebar berwarna hijau. Kemudian ia mulai memasukkan coklat bundar […]

Continue Reading

Menikmati Sembalun, Pintu Masuk Rinjani

Pemandangan Sembalun dari Pusuk with team Pagi ini mendapatkan kesempatan untuk naik Cidomo (delman) menuju Kantor Fishing and Living. Saya diajak untuk pergi menikmati Lombok Timur, karena hari ini tidak ada kerjaan. Masyarakat Lombok dan juga dunia sedang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. yang unik, di Lombok ketika Maulid Nabi menyiapkan ketan kuning dan ayam yang telah disuwir-suwir di tengahnya. Kembali ke permasalahan awal, kita (saya, Bang Wildan, Bang Irwan dan Bang Firman), mulai merencanakan perjalanan ke tempat wisata di Lombok Timur. Awalnya kami menuju pelabuhan rakyat untuk mengambil kapal menuju […]

Continue Reading

Prolog Menjadi Lebih Baik

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin mengubah dunia. seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah. Maka cita-cita itupun agak kupersempit, lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku. Namun tampaknya hasrat itupun tiada hasilnya. Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, kuputuskan untuk mengubah keluargaku, orang-orang yang paling dekat denganku. Tetapi celakanya mereka pun tidak mau diubah! Dan kini, sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari : “Andaikan yang pertama-tama yang kuubah adalah diriku, maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin […]

Continue Reading

Menyusuri Keindahan di Rammang-rammang

Dermaga Rammang-rammang Pagi itu saya sibuk. Mengurus keberangkatan kami ke Rammang-rammang. “Kami” itu terdiri dari Benjo, Ara, Alin, Atri, Ragel dan Siang. Kami mendapat tambahan personel, Fahri, temannya Alin. Ia bertugas menjadi nahkoda kami.  Pukul 12.20 Wita kami berkumpul di Pusat Kegiatan Penelitian (PKP). Menunggu Farid, akan menjemput kami. Hingga pukul 13.00 Wita kami berkumpul di dalam sebuah mobil kijang antik. Alin dan Farid duduk di depan. Atri dan Benjo duduk di belakang. Saya, Siang, Ragel dan Ara berkumpul di tengah mobil. Entah kenapa formasinya sangat unik. #eh Kami menembus jalanan […]

Continue Reading

Mencari Keindahan di Maumere Lewat Internet

Ditemani lagu Coldplay – What If mengalun di dalam kamar sempit nan penuh dengan barang. Terlalu penuh. Buku di sisi kanan, lemari baju di sisi kiri. Saya sedang mengarduskan barang-barang yang sudah tidak digunakan. Tumpukan kardus di sisi pintu membuat saya termenung. “Haruskah secepat ini saya angkat kaki dari Makassar?” Sebelum saya ditetapkan menjadi sarjana Ilmu Kelautan saya sudah mendapatkan tawaran pekerjaan. Namun saya harus siap ditempatkan di daerah yang sangat baru bagi saya. Maumere namanya. Terletak di dalam provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berdekatan dengan Ende dan Larantuka. Jujur, saya […]

Continue Reading

Wahai Pejalan!

Wahai pejalan!Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,ayuhlah datang, dan datanglah lagi! Kerana Tuhan telah berfirman:“Ketika engkau melambung ke angkasaataupun terpuruk ke dalam jurang,ingatlah kepadaKu,kerana Akulah jalan itu.” -Jalaludin Rumi Entah kenapa, saya yakin ada yang berubah ketika saya mengambil sebuah keputusan. Ada yang terikat kuat dengan setiap keputusan yang kita ambil dalam kehidupan. Entah, anda, saya atau siapapun akan bertemu dalam lingkaran kehidupan yang tak terduga.  Suatu saat ketika saya jatuh, dan harus berdiri lagi. Entah ada siapa yang memegang tanganku dan membantuku berdiri kembali. Di sebuah tempat nun jauh. […]

Continue Reading

dan Gunung-gunung Pun Bergema

Membaca buku Khaled Hosseini yang berjudul “and the Mountains Echoed” (dan gunung-gunung pun bergema – terj.) membuat saya senang. Akhirnya ada juga buku yang tak melulu berakhir dengan bahagia. Karena memang seharusnya di dunia asli, tak ada cerita yang selalu happy ending.  Cerita ini bergerak maju mundur. Tak ada alur yang pasti di setiap bab buku ini. Khaled membawa kita ke dalam ingatan Abdulllah, Pari, Paman Nabi, Pahwana, Nila Wahdati, Markos Varsavis, Idris Bashiri dan Pari Abdullah sebagai penutupnya. Kita akan menemukan bahasa yang sangat indah. Ada beberapa puisi Rumi…  Khaled […]

Continue Reading

Berderma Mudah Lewat Donor Darah

Saya ingat pertama kali mendonorkan darah. Pada bulan Juli di awal tahun 2009. Kegiatan donor darah dilaksanakan di Koridor Ilmu Kelautan. Saya banyak berbicara pada saat itu. Jujur, saya takut melihat jarum ketika ditusukkan di lengan kanan saya. Ketika saya diminta berdiri, saya pingsan. Semua orang mengerumuni saya. Itu adalah awal perkenalan saya dengan donor darah. Tak akan saya lupakan kejadian tersebut. 😀 Hingga saya diajak kembali oleh teman di tahun 2012, tapi saat itu entah kenapa Hemoglobin (HB) saya dibawah rata-rata. Rendah. Darah saya tak mungkin digunakan. Menurut dokternya hal […]

Continue Reading

Tenggelamnya Kapal van Der Wijck | Sedikit Cerita

Saya tertarik menonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang ramai diperbincangkan di jejaring sosial, warung kopi bahkan di dalam ruang rapat. Saya pun pergi ke Makassar Town Square (M’Tos) bersama Arif, Sabtu (4/1). Kami langsung mengantri untuk membeli tiket. Tak kesulitan, kami langsung mendapatkan tempat duduk yang sangat strategis. Di bagian atas paling tengah. 😀    Awal film saya deg-degan, apakah cerita ini berhasil memukau saya? Penuh dengan aksi atau akan penuh dengan airmata. Saya tertegun ketika adegan awal disuguhkan di Makassar tahun 1631. Penggambaran Makassar tak jelas. Ia seakan […]

Continue Reading

Kembang api dan hal yang sia-sia (Refleksi dan Resolusi)

Tahun 2013 berganti wajah. Ia tak lagi bernama masa kini, ia berganti nama menjadi masa lalu. Sebuah refleksi pun saya torehkan, sekedar mengingat apa saja yang akan saya lakukan di masa depan yang bernama 2014. 😀 Awal tahun ini akan menjadi penanda sejarah di tempat baru. Saya akan meninggalkan Makassar, kota yang berhasil membuat saya menjadi sosok yang lebih kalem dan lebih pendiam. Kota yang sarat akan kenangan dan impian seorang anak kecil yang beranjak dewasa. Kota yang penuh dengan canda tawa bahkan air mata. Saya akan meninggalkannya… Karena itulah, refleksi […]

Continue Reading