23 Mei Hari Penyu Internasional, Mari Mengenal Penyu

Setiap tahunnya, pada tanggal 23 Mei diperingati sebagai Hari Penyu Internasional. Mari mengenal penyu lebih baik. Siapa tau berjodoh untuk ketemu penyu di lautan.

Biologi Penyu

jenis-jenis penyu

Populasi penyu di dunia semakin menyusut. Hal ini menyebabkan enam dari tujuh spesies penyu masuk dalam kategori hewan yang terancam punah. Dari tujuh spesies penyu, ada enam yang hidup di perairan Indonesia, yaitu Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu pipih (Natator depressus) dan Penyu tempayan (Caretta caretta).

Penyu termasuk dalam hewan yang sangat suka berpindah-pindah atau disebut satwa migran. Mereka seringkali bermigrasi hingga jarak ribuan kilometer antara tempat makan dan tempat bertelur. Jadi jangan heran jika ada penyu bertelur di Pulau Buru tapi mereka diketahui mencari makan hingga Pulau Sulawesi. Mereka menghabiskan waktu lebih banyak di laut, tapi sang induk akan menuju ke daratan ketika sudah waktunya bertelur. Biasanya induk penyu bertelur dalam siklus 2-4 tahun sekali, mereka akan datang ke pantai 4-7 kali untuk meletakkan ratusan butir telur. Di setiap daerah, penyu seringkali memiliki masa yang berbeda dalam meletakkan telur-telurnya. Sepertinya karena beda spesies penyu memiliki masa memijah yang berbeda pula.

Sedihnya, telur-telur ini seringkali dijadikan buruan oleh para masyarakat untuk dijadikan makanan. Masyarakat yang daerah tinggalnya menjadi tempat bertelur penyu, seringkali secara sengaja menggali lubang yang telah dibuat oleh induk penyu. Telur-telur ini biasanya dijual dan dimakan mentah. Banyak mitos yang berkembang di masyarakat bahwa telur penyu memiliki khasiat untuk menguatkan. Namun ternyata kebalikannya. Faktanya, telur penyu lebih banyak mengandung kolesterol tinggi, sehingga tak baik untuk tubuh.

go tukik! far-far-far away

Umumnya, setelah 45-60 hari masa inkubasi telur di dalam pasir, tukik (sebutan untuk anak penyu yang baru lahir) akan muncul dari dalam sarang yang telah dibangun sang induk. Tukik-tukik ini akan berlari menuju lautan lepas dan memulai kehidupan barunya. Sayangnya seringkali tukik-tukik ini menemukan banyak kendala. Entah mereka bertemu dengan hewan buas, tersasar, atau bahkan mereka lemah hingga tak bisa mencapai laut. Menurut para ahli, dari 1000 tukik yang menetas dan pergi ke laut lepas hanya akan ada 1 tukik yang bertahan hidup hingga mencapai umur dewasa.

Ancaman Nyata Terhadap Populasi Penyu

Bayangkan saja, tingkat keberhasilan hidup penyu sampai usia dewasa sangat rendah. Belum lagi ditambah dengan tingkat resiko yang dihadapi penyu setiap harinya untuk mencari makan. Ada beberapa macam ancaman yang dihadapi oleh penyu

  1. Penjualan karapas

Karapas atau bagian punggung penyu seringkali dijadikan objek. Biasanya yang sering digunakan adalah karapas jenis penyu sisik. Karena karapas penyu ini memiliki sifat yang mudah dibentuk, sehingga banyak orang yang menjadikannya bahan kerajinan. Tak ayal, kita sering melihat sisik penyu dijadikan aksesoris seperti gelang, bros, gantung kunci, anting dan lainnya.

jangan dibeli!!!

Jadi jika melihat orang yang jualan gelang-gelang dari sisik penyu, pleaseeeeeeee jangan dibeli ya..

  1. Makanan mereka terganti dengan sampah

Seperti yang kita ketahui, saat ini sampah sudah menjadi masalah besar bagi seluruh negara. Banyak negara yang menjadikan laut sebagai tempat sampah besar. Sebagian besar sampah ini adalah plastik yang sulit diurasi. Karena masih kurangnya cara untuk mereduksi penggunaan plastik, banyak plastik dibuang ke laut.

Tengok saja kapal Pelni yang seringkali membuang sampah hariannya ke laut bebas ketika sedang berlayar. Padahal penyu yang menjadikan laut sebagai tempat mencari makan, seringkali mereka memakan plastik-plastik tersebut. hiks. Karena penyu tidak bisa membedakan mana plastik dan makanannya. Jadi please, jangan buang sampah ke laut ya..

hiks. sedih!
  1. Perburuan telur dan daging penyu

Seperti yang telah saya ceritakan diatas, telur penyu merupakan komoditas yang seringkali diburu oleh banyak orang. Contohnya saja di Kota Padang, ada tempat yang memang menjajakan telur-telur penyu. Mereka menjual telur penyu secara bebas. Itu kejadian di tahun 2013, entah saat ini masih terjadi atau tidak. Semoga sudah berhenti.

Selain telur dan karapas, daging penyu juga masih ramai dijadikan target untuk konsumsi. Beberapa daerah di Indonesia memang memburu penyu untuk dijadikan makanan. Misalnya saja Manado, di pasar Tomohon, penyu acapkali ditemukan disana. Tak hanya itu, di Bali, penyu juga digunakan untuk bahan makanan khas.

So please, berhentilah makan telur dan daging penyu.

please, jangan bunuh penyu
  1. Perubahan iklim

Menurut dari laman National Geographic Indonesia Perubahan iklim berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup penyu, termasuk jenis kelamin keturunan. Perubahan iklim membuat suhu lingkungan menjadi lebih hangat, sehingga menghasilkan lebih banyak penyu betina. Hal ini mengganggu rasio jenis kelamin normal dan mengurangi kesempatan reproduksi serta menurunkan keragaman genetik.

Selain itu, es kutub yang mencair dan naiknya tingkat permukaan laut mengikis habitat pesisir penyu, membuat ukuran pantai tempat mereka bersarang semakin menyusut.

5 Tempat Penangkaran Penyu di Indonesia

Banyak yang tidak terlalu mengenal penyu secara baik, karena itu mereka tidak menghargai nasib penyu. Berikut ini 5 rekomendasi tempat penangkaran penyu sebagai tempat belajar mengenai penyu.

Penangkaran Penyu di Pulau Serangan, Bali

berkunjung ke TCEC tahun 2014

Ini adalah tempat penangkaran penyu yang lumayan lengkap dan bernama ‘Turtle Conservation and Education Centre (TCEC)’.  Berada sejak 2006 dan jenis penyu yang hidup di Indonesia ada 6 macam, penyu belimbing, lekang, hijau, penyu sisik, penyu tempayan dan penyu pipih. Sedangkan penyu yang sering bertelor di wilayah pantai di Bali, penyu hijau, sisik dan lekang. Silakan baca tulisan saya tentang TCEC disini

Pengangkaran Penyu Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

Tempat ini sudah dibangun sejak 1984 di Pulau Pramuka. Penyu sisik merupakan spesies yang paling banyak ditangkarkan disini. Karena spesies ini ditemukan di gugusan terluar Kepulauan Seribu, seperti Peteloran Timur dan Peteloran Barat. Kedua tempat tersebut adalah sumber telur dari penangkaran penyu di Pulau Pramuka.

Penangkaran Penyu Gili Trawangan, NTB

Kalau tempat penangkaran ini dibangun sejak tahun 2009. Penyu-penyu yang diselamatkan dari masyarakat Gili Trawangan dibawa kesini untuk ditangkarkan. Pelepasan penyu dilakukan dua kali per tahun.

Penangkaran Penyu Batavia Bangka Beach di Bangka Belitung

Penangkaran Penyu Batavia Bangka Beach di Bangka Belitung berdiri pada tahun 2008. Kapasitas per bulannya adalah 50 penyu yang bisa dilepaskan ke laut lepas. Pihak penangkaran membeli telur-telur penyu dari para nelayan yang mencari telur penyu di pasir-pasir pantai sekitar laut Pulau Bangka. Patut dicontoh nih. Sampai saat ini, tercatat lebih 1.000 ekor penyu yang dilepaskan ke laut oleh Penangkaran Penyu Batavia Bangka Beach di Bangka Belitung.

Penangkaran Penyu Kota Pariaman, Sumatera Barat

Karena banyaknya penjual telur di Padang, penangkaran penyu dibangun di tahun 2006. Penangkaran di kota Pariaman adalah penangkaran terbesar di daerah Sumatera. Jenis penyu yang banyak ditemukan di kawasan ini adalah seperti Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata), Penyu hijau (Chleonia Mydas), dan Penyu Lengkang (Lepidocheyls Olivacea). Yuk, main ke Padang. 🙂

Nah, sudah lebih mengenal penyu lebih baik? Mari lestarikan penyu. Jangan sampai anak cucu nanti hanya melihat gambar penyu di internet tanpa pernah tau bagaimana bentuk aslinya.

run penyu. run. 

Ditulis di DFW Indonesia

19:49 WIB 24 Mei 2017

Sambil dengar lagu Out of The Blue – Michael Learns To Rock

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *