36 Benteng Bersejarah di Maluku

Sejarah merupakan catatan peristiwa masa silam dan oleh karenanya dari sejarah kita dapat banyak berguru. Kedatangan Portugis ke nusantara ditandai dengan pembangunan benteng di sekujur tubuh nusantara. Hal ini dikarenakan kerjasama yang dilakukan oleh Portugis dengan para petinggi kerajaan. Awalnya kedatangan mereka disambut baik, namun lama kelamaan melakukan monopoli.

Selain Portugis, Belanda juga tercatat sebagai salah satu sekutu kerajaan-kerajaan zaman dahulu. Hingga akhirnya para pendatang melakukan monopoli dan membuat rakyat marah. Namun saya tidak akan membuat tulisan tentang hal itu. Butuh analisa dan bukti sejarah untuk membuat tulisan yang keren. Hahah. Karena itu saya hanya membuat daftar peninggalan berupa benteng-benteng di Maluku.

Menurut catatan sejarah, ada sekitar 459 benteng di Indonesia. Namun yang ditemukan secara fisik hanya 177 benteng. Sisanya hampir hilang dan tidak terdokumentasi. Daftar benteng ini saya ambil dari http://benteng-indonesia.org/ . Ada 104 benteng bersejarah di Indonesia Timur, namun saya hanya mengambil 36 benteng saja. Karena saya hanya ingin berfokus pada benteng-benteng yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Pulau Buru dan Kota Ambon. Kabupaten Maluku Tengah sendiri termasuk dalam Pulau Ambon, Pulau Saparua, Pulau Haruku, Kepulauan Banda, Pulau Seram, dan Pulau Nusa Laut. Sedangkan Pulau Buru masuk dalam Kabupaten Buru. 😀
Beberapa dari benteng di bawah ini sudah dilindungi dalam UU Cagar Budaya no.5 thn 1992. Namun banyak juga dari daftar benteng dibawah yang belum masuk dalam Subdit Regtap Depbudpar RI. Padahal sudah seharusnya benteng-benteng bersejarah dilindungi.
Jika melihat dari data yang disajikan oleh website http://benteng-indonesia.org/ ada beberapa benteng yang malah digunakan sebagai pondasi bangunan rumah penduduk. Hiks. 🙁
Daftar dibawah ini bisa menjadi acuan perjalanan kalian jika ingin mengetahui sisa sejarah dan mengunjungi Maluku. 😀

1. Batu Gong Pillbox

Disebut juga sebagai Benteng Kota Lama, Dibangun oleh Jepang pada tahun 1942-1945, terletak di Kel Batugong, Ambon.

2. Fort Amsterdam

Dulu disebut sebagai Blokhuis Amsterdam, terletak di Desa Hila, Kecamatan Leihitu. Dibangun pada tahun 1637 oleh Belanda.
foto sok candid

3. Fort Belgica

Dibangun pada tahun 1611 oleh Gubernur Jendral Pieter Both dari Belanda. Terletak di Kota Neira, Desa Nusantara, Kec. Banda Neira. Benteng ini adalah salah satu benteng tertua di Indonesia. Dibangun atas perintah Gubernur Jendral Pieter van Both, benteng ini digunakan sebagai perlawanan terhadap masyarakat Banda.
Benteng Belgica, di sore hari

 

prasasti di Benteng Belgica

 4. Fort Beverwijk

Dibangun tahun 1854 oleh Belanda. Terletak di Pulau Nusa Laut, Desa Sila Kecamatan Nusa Laut. Seluas 562,5 m2 . terletak di Pulau Neira

5. Fort Calombo

De Kop (nama lama Belanda), tidak diketahui tahun pembangunannya. Luas 10m2. Terletak di Desa Nusantara, Kel. Banda Neira. Terletak di Pulau Gunung Api

6. Fort Concordia

Dinamakan Benteng Wayer dibangun oleh Belanda, luas 1600m2, terletak di Desa Waer, Banda Neira, Kab. Maluku Tengah dibangun pada tahun 1630

Fort Concordia

7. Fort Delft

Dibangun pada 1656 oleh Portugis. Terletak di Desa Porto, Kec. Saparua

8. Fort Dender

De Morgenster, pada tahun 1628. Desa Dender, Kel. Banda Neira, Pulau Banda Besar

9. Fort Duurstede

Luas 3970 m2, dibangun pada tahun 1676 Portugis, 1691 Belanda, terletak Kel Saparua, Saparua,
salah satu lubang pengintai di Benteng Duurstede
Benteng Duurstede

10. Fort Haarlem

Nama lain Van Der Capellen, dibangun abad 17 M, terletak di Jalan Hewa Tawali, Negeri Lima, Leihitu, Ambon

11. Fort Harderwijk

Redut Amahai, dibangun pada tahun 1630 oleh Belanda,terletak di Jalan Poros Amahai – Masohi, Kec. Amahai, Maluku Tengah, Pulau Seram

12. Fort Hollandia (Banda)

Benteng Lontoir, dibangun pada tahun 1624 oleh Belanda. Luas 1500m2, di Desa Lonthoir, Kel. Banda Neira, Pulau Banda Besar

13. Fort Hollandia (Saparua)

Terletak di Desa Sirisori Sarani, Kec. Saparua, Pulau Saparua, dibangun 1624 Benteng kayu, 1652 diupgrade jadi benteng batu oleh Belanda. Kondisinya terlantar dan tidak difungsikan

14. Fort Hoorn

Benteng Horn / Pelauw terletak di Desa Pelau, Kec. Haruku, Pulau Haruku. Dibangun tahun 1656 oleh Belanda. Dengan luas 638m2 dan sekarang tidak difungsikan

15. Fort Kampung Baru

Disebut De Post namun tidak diketahui tahun pembangunannya. Terletak di Desa Kampung Baru, Kec. Banda Neira, Pulau Neira.

16. Fort Kapahaha

Miliki Kerajaan Hitu, dibangun pada tahun 1643. Benteng alam yang terletak di Desa Morela ini menjadi benteng pertahanan kerajaaan Hitu pada masa perlawanan VOC.

17. Fort Kayeli

Benteng Van Defensive, dibangun pada tahun 1785 oleh Belanda, terletak di Desa Kayeli, Kec. Waeapo, Pulau Buru. Besarnya 1840m2
Fort Kayeli (sumber : www.flickr.com)

18. Fort Kota – Gunung Api

Kijk in De Pot didirikan oleh Portugis dengan luas 150 m2, di Dusun Kota, Desa Nusantara, Kec. Banda Neira, Pulau Gunung Api

19. Fort Lakui,

Dibangun oleh Belanda, terletak di Desa Lakui, Kel Banda Neira, Kab. Maluku Tengah, di Pulau Banda Besar

20. Fort Leiden

Benteng Enkkhuizen sekarang dijadikan pondasi rumah penduduk. Dibangun tahun 1599 oleh Belanda. Terletak di Desa Hitulama, Kec. Leihitu, Kab. Maluku Tengah, Pulau Ambon

21. Fort Nassau

Dijadikan objek wisata, dibangun 1529 oleh Portugis, kemudian dipugar oleh Belanda 1609. Luas benteng 4.684 m2, terletak di Desa Nusantara, Kec. Banda Neira, Kab. Maluku Tengah
Benteng Nassau yang terbengkalai
salah satu sisi di Benteng Nassau

22. Fort Nieuw Victoria

Dibangun 1602 oleh Belanda, terletak di Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Namun saat ini digunakan sebagai Markas Kodam XVI Pattimura.

23. Fort Nieuw Zeelandia

Benteng Selandia Baru, dibangun oleh VOC (Belanda) Cornelis Matelieff de Jonge sebesar 7369 m2, Desa Haruku, Kec. Pulau Haruku, Kab. Maluku Tengah. Pulau Haruku

24. Fort Oma

Benteng Hectoria difungsikan sebagai pondasi rumah penduduk, dibangun pada tahun 1627 oleh Belanda, dengan luas 16 m2. Terletak di Desa Oma, Kec. Pulau Haruku, Kab. Maluku Tengah, Pulau Haruku

25. Fort Ouw

Digunakan sebagai pemukinan penduduk, dibangun oleh Belanda, dengan luas 2.5 m2. Terletak di Desa Ouw, Kecamatan Saparua, Pulau Saparua.

26. Fort Passo

Middelburg, dibangun pada tahun 1625. Terletak di Pulau Ambon, Desa Passo, Kecamatan Baguala. Tidak difungsikan. Dibangun oleh Belanda.

27. Fort Piru

Digunakan sebagai Markas Kodim Piru, dibangun pada 1695 oleh Belanda. Terletak di Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Pulau
Seram

28. Fort Revengie

Benteng Ay, dibangun tahun 1616, tidak difungsikan. Luasnya kurang lebih 2500 m2, desa Ay, Kecamatan Banda Neira, Kab. Maluku Tengah, Pulau Ay

29. Fort Rohomoni

Dibangun oleh Belanda, dengan luas 228 m2. Terletak di Desa Tiga, Desa Rohomoni, Kec. Pulau Haruku Pulau Haruku

30. Fort Rotterdam

Benteng Larike, dibangun pada tahun 1633 oleh Belanda. Terletak Desa Larike, Kec. Leihitu, Kab. Maluku Tengah, Pulau Ambon

31. Fort Salomon

Fort Culemburg dibangun pada tahun 1638 oleh Belanda. Terletak di Pulau Banda Besar, Desa Salomon, Kelurahan Banda Neira, Kab. Maluku Tengah

32. Fort Sawai

Disebut juga sebagai Ruma Obat, saat ini difungsikan sebagai gudang rumah penduduk. Dibangun pada tahn 1823 oleh Belanda. Terletak di Dusun Sawai, Desa Sawai, Kec. Seram Utara, Kab. Maluku Tengah

33. Fort Seith

Benteng Sonder Naam, dibangun pada tahun 1643 oleh Belanda, Desa Seith, Kec. Leihitu, Kab. Maluku Tengah

34. Fort Ureng

Atau disebut Storm / Vlissingen dibangun pada tahun 1638 oleh Belanda. Terletak di Desa Ureng, Pulau Telu, Kec. Leihitu, Kab. Maluku Tengah. Masuk dalam gugusan Kepulauan Nusa Telu

35. Fort Wahai

Digunakan sebagai monumen sejarah Desa Wahai, dibangun oleh Belanda, namun tidak diketahui tahun pembangunannya. Terletak di Dusun Kampung Jawa, Desa Wahai, Kec. Seram Utara, Kab. Maluku Tengah, Pulau Seram

36. Fort Wantrouw

Benteng yang dibangun pada tahun 1657 tidak difungsikan. Dibangun oleh Portugis serta dilanjutkan pada zaman Belanda. Luas situs ini kurang lebih 2500 m2. Terletak di Desa Tumalehutmur, Kec. Huamual belakang, Kab. Seram Bagian Barat,

Itulah daftar nama benteng yang masuk dalam kategori cagar budaya bersejarah. sudah saatnya lebih peduli dengan sejarah. 😀

diresumekan di kantor kak Agus sambil nonton The Criminal Minds
Senin, 17 Agustus 2015, 1:58 AM

You may also like

20 Comments

  1. ini malah baru nyatet yang di Pulau Ambon, Kepulauan Banda, Pulau Buru dan Pulau Seram, belum di Ternate, Tidore dan Maluku Tenggara. masih banyaaakkk. ayok menjelajah. heheh. 😀

    Salam kenal mas Rifqy. 😀

  2. kalau ada helikopter bisa tercapai dalam waktu sebulan kak. hehehe. 😀 makanya harus punya helikopter sendiri, biar bisa menjelajah ke semua bentengnya. 😀

  3. Iya, karena yang bangun kan orang Portugis atau Belanda. kalau yang bangun orang Indonesia, secara otomatis akan menggunakan kata Benteng. Misalnya saja Benteng Kapahaha, di dekat Morella. itu adalah benteng buatan orang Indonesia. 😀

  4. Serius? Banyak banget ternyata yha.. Bukan Goa yg sering dijadikan juga markas atau tempat logistik penjajah jaman pendudukan dulu yha. Kalau dilihat dari fungsi benteng sebagai gerbang penjagaan pertama dan pengintaian kudunya banyak di daerah pesisir laut di pulau pulau terluar atau bagian luar.

    Salam kenal.

  5. malah ada 104 totalnya, sayangnya banyak yang sudah tidak ketahuan bentuknya seperti apa. hehe. terima kasih kembali , karena sudah mampir. 😀

  6. iya, banyak benteng yang terletak di pesisir, karena memang berfungsi sebagai pengintai kapal musuh. tapi ada beberapa juga yang berada di ketinggian seperti benteng alam Kapahaha.

  7. Mba Adlien Coolz. salam Kenal Saya Bakir Dari Ternate Maluku Utara . Pulau Halmahera. saya tertarik membaca tulisan Mba. Mba Adlien Cools punya cerita tentang suku sawai yang berada di ambon Seram????? jika Mba Punya cerita Suku Sawai yang ada di Seram. bantu di Sheer jika berkenaan Mba.

  8. Assalamualaikum

    Penulisan yang sangat menarik. Baru sekarang saya tahu yang di Maluku Tengah sahaja, banyak benteng yang boleh diterokai dan dilawati walaupun ada yang tidak difungsikan.

    Saya juga berminat untuk melawati semua benteng yang ada di Nusantara. Sehingga hari ini, saya sudah melawati 11 benteng, dari Sumbar, Bengkulu, Yogyakarta, Sulsel dan Ternate. InsyaAllah tahun ini saya akan melawati 4 lagi benteng, 3 di Jateng dan 1 di Pulau Madura. Saya lagi dalam perencanaan untuk melihat benteng-benteng di pulau Banda dan Neira tapi belum tahu kapan…

    Teruskan usaha murni ini.

  9. Waalaikumsalam. Terima kasih atas atensinya. Memang sangat banyak bangunan-bangunan bersejarah yang belum terdata hingga saat ini. SSemoga kedepannya lebih banyak orang yang peduli dan memerhatikan informasi sejarah seperti Anda. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *