5 Alasan Kenapa Mahasiswa Baru Harus Berorganisasi

selamat datang, dedek dedek gemesh!! πŸ˜€
Buat dedek-dedek mahasiswa baru, kakak ganteng mengucapkan SELAMAT DATANG di dunia mahasiswa. Penuh dengan intrik serta dilema. Mulai dari teman yang suka nyontek, fisika dasar yang njlimet, ataupun dosen-dosen killer yang suka kasih tugas numpuk. Heheh. 
Nah dengan segudang masalah remeh temeh tersebut, saya mau menambahkan masalah baru. Yaitu Organisasi. Apa sih organisasi itu? Saya mendapatkan materi tentang organisasi ketika menginjak bangku kuliah. Karena jujur saja, ketika SMA, saya tidak mengikuti organisasi ekstrakurikuler apapun. Saya hanya seonggok kotoran di pinggir kelas yang kerjanya jalan-jalan dan main game di warnet. 
Tapi ketika memasuki dunia mahasiswa, pikiran saya berubah 360 derajat. Saya dengan tamak memasuki banyak organisasi di Makassar. Kenapa demikian? Karena saya adalah perantau, dan berteman adalah sebuah kebutuhan primer dalam hidup saya. Hal inilah yang mendasari saya untuk memasuki sekitar 7 organisasi di dalam kampus dan di luar kampus. πŸ˜€
Pasti buat adik-adik banyak pertanyaan di dalam pikiran kalian sekarang
β€œKenapa sih harus masuk banyak organisasi? Kan malah buat nilai anjlok?”

β€œKalau ikut organisasi nanti IP ku bisa turun, kak.”

β€œSaya dilarang sama orang tua untuk ikut organisasi”
Dan ribuan alasan lainnya.
Sebenarnya alasan-alasan diatas cuman bentuk pengalihan aja untuk kalian gak ikut organisasi. Nah, kakak akan menjelaskan beberapa alasan.. #ceile. Kakak… πŸ˜€
Pertama, mendapatkan relasi dan teman dari organisasi yang berasal dari fakultas berbeda.Misalnya kamu berasal dari Jurusan Ilmu Kelautan, dan di dalam organisasi kamu ketemu teman dari Jurusan Ilmu Tanah, Ilmu Hukum, Sastra Inggris, Sastra Indonesia, Arkeologi, Komunikasi dan lain-lain. 
Ini hal yang gak bisa dipungkiri ketika kita berorganisasi. Karena di dalam organisasi kita diajarkan untuk berkomunikasi walaupun berbeda jurusan. Menjalin hubungan persahabatan dengan semakin banyak orang, bisa membuat kita memiliki pandangan kehidupan yang sangat berbeda.
Kedua, belajar mengorganisir waktu dengan baik. Nah ini adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh mahasiswa baru. Kita semua memiliki 24 jam. Bedanya mahasiswa yang bisa mengorganisir waktunya, mampu membuat 24 jam lebih bermakna. Bukan hanya sekedar belajar dan masuk kuliah. Namun menambah teman, wawasan dan pengalaman.
Ketiga, menambah wawasan selain bidang yang kamu geluti. Kamu jurusan Ilmu Kelautan? Dan masuk ke dalam organisasi Penerbitan Kampus. Secara otomatis kamu akan belajar bagaimana cara penulisan artikel ataupun teknik wawancara narasumber. Hal yang sebaliknya juga terjadi jika kamu mahasiswa jurusan Komunikasi mengambil organisasi Penyelaman.
Keempat, mempunyai minat lain selain kuliah dan bukan hanya sekedar menciptakan robot. Saat ini universitas banyak mencetak sarjan namun ketika lulus, banyak dari sarjana yang tidak mendapatkan pekerjaan. Hal ini dikarenakan sarjana tidak memiliki soft skill yang dibutuhkan oleh pencari pekerja.

Dan di dalam organisasi kita bisa mengasah soft skill yang tidak diajarkan di bangku kuliah. Misalnya saja, bagaimana memulai perkenalan dengan orang lain, atau bagaimana mengambil angle foto yang baik dan benar. Terlalu banyak ilmu baru di luar sana yang sangat disayangkan jika tidak dipelajari. Come on, kamu masih muda, jangan sia-siakan waktu muda untuk berleha-leha. πŸ˜€

Kelima, punya nilai tambah untuk beasiswa lanjutan. Nah ini akan digunakan ketika kamu sudah keluar dan lulus dari universitas kamu. Tim seleksi beasiswa akan menanyakan, apa saja organisasi yang kamu ikuti. Semakin banyak organisasi dan manajemen waktu yang baik, kamu semakin siap dalam menghadapi wawancara beasiswa. Sudah banyak buktinya bahwa penerima beasiswa bukan hanya pintar namun juga mumpuni dalam bidang soft skill lainnya. πŸ˜€

itu adalah lima alasan yang saya kemukakan, dedek-dedek silahkan mencari sendiri jawaban lainnya di dalam organisasi. Karena pengalaman adalah guru yang paling baik… Remember that! πŸ˜€

PS : tulisan ini adalah pandangan subjektif penulis, jika ingin protes silahkan buat tulisan tandingan. Hehehe. Baru deh kita diskusikan sama-sama πŸ˜€
ditulis di ruang tunggu Intermediate Rumah Sakit Harapan Kita
13:09 Minggu, 6 September 2015

You may also like

7 Comments

  1. Saya sangat setuju.
    Saya sangat merasakan nikmatnya organisasi ketika kuliah dulu, Banyak banget yang saya dapatkan yang tidak yang saya dapatkan di bangku kuliah.

    Aktif di Organisasi KSR di Poltek, mengajarkan saya tentang ilmu kepemimpinan, berbicara di depan umum, mengatur acara, mencari dana kegiatan lewat proposal, banyak banget deh.

    Buat Mahasiswa baru, kamu harus masuk organisasi.
    Di Dunia kerja, akan sangat kentara sekali orang-orang yang pernah mengenyam ilmu organisasi dan yang tidak.

  2. sama banget. terlalu banyak kenangan indah yang didapatkan di dunia organisasi. walaupun memang saya akui, sangat berat, namun itulah yang menempa kedewasaan kita. banyak hal yang tidak diajarkan oleh dunia akademis. pelajaran tentang kehidupan. πŸ˜€

  3. Klo saranku sih semester 1 – 2 lebih baik membiasakan diri dengan kehidupan perkuliahan dulu, Baru nanti selepas menginjak semester 3 baru ikut organisasi. Tapi ya keikutsertaan di organisasi itu untuk menimba ilmu bekerja dengan banyak orang. Bukan malah ikut-ikutan politik praktis kampus lho. :p

  4. iya, saya sependapat jika lebih baik ikut di semester 3. tapi banyak dari mahasiswa baru yang akhirnya terlena karena tugas kuliah di semester 1-2, dan memilih untuk tidak ikut berorganisasi. kalau bisa ikut aja dulu, perkenalan dengan organisasi yang diminati.

    yes, organisasi memang lebih kepada berinteraksi dengan sesama. politik praktis kampus pada akhirnya akan menjadi side story bagi si pelaku. πŸ˜€

  5. memang nya apa harus sepenting itu ya kak, maaf saya masi semester 1 saya masi baru. tapi terkadang pengen nyesuakan dulu di semster awal. lalu apkah wajib sebagai seorang mahasiswa untuk ikut ormawa. sedangkan setiap individu berbeda kan cara adabtasi di suatu organisasi entah itu satu jurusan atau berbeda jurusan.

  6. Hai Ariski, saya paham dengan pertanyaan kamu. Menurut saya, Organisasi penting sekali untuk menambah koneksi. Karena ketika kamu lulus dari kampus nanti, link atau koneksi bisa digunakan untuk mendapatkan informasi ttg pekerjaan. Semakin luas koneksi, semakin banyak kesempatan. Kamu bisa buktikan nanti setelah kuliah. Banyak orang yang menyesal tidak ikut organisasi.
    kamu bisa mencoba ikut organisasi di semester kedua atau ketiga, bertemanlah dengan teman-teman di organisasi. memang akan melelahkan, tapi kamu akan memiliki sudut pandang baru tentang kuliah.
    kalau sya bilang, lebih baik kamu ikut ormawa jika kamu ingin aktif di fakultas maupun kampus. karena di ormawa kamu banyak dapat ilmu tentang keorganisasian.
    Organisasi juga menjadi bukti kepemimpinan kamu. Banyak beasiswa yang menyarankan mahasiswa untuk aktif selama kuliah. Contohnya adalah beasiswa LPDP, beasiswa trsebut menyaratkan mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan yang menunjukkan sikap kepemimpinan. Mahasiswa dengan aktivitas organisasi menjadi pilihan bagi LPDP. Selain beasiswa, kamu bisa cari student exchange dengan syarat yang sama. Jadi organisasi penting banget ris. πŸ™‚

  7. memang nya apa harus sepenting itu ya kak, maaf saya masi semester 1 saya masi baru. tapi terkadang pengen nyesuakan dulu di semster awal. lalu apkah wajib sebagai seorang mahasiswa untuk ikut ormawa. sedangkan setiap individu berbeda kan cara adabtasi di suatu organisasi entah itu satu jurusan atau berbeda jurusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *