5 buku Pilihan Adlien di Umur 26

Membaca buku merupakan kegiatan yang paling menyenangkan. Biasanya saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan bundelan buku tersebut. Genre bacaan saya pun sangat mudah ditebak, kalau bukan cerita tentang misteri (antropologi), kisah cinta dan juga science fiction.

Selama 26 tahun membaca buku, ada beberapa buku yang walaupun tak saya baca masih lekang dalam ingatan. Entah karena ceritanya yang sangat sedih, ataupun karena ia penuh dengan misteri. Tapi saya paling suka menghabiskan waktu di depan buku yang memiliki alunan bahasa yang membius. Ketika membaca saya bisa membayangkan apa yang terjadi dengan tokoh dan lokasi penggambaran cerita.

Menurut hasil tes di internet, saya termasuk orang imajinatif. Jadi apapun yang saya baca, dengan mudah saya bisa membayangkan bentuknya. Walaupun terkadang persepsi ini tak sesuai dengan yang ingin digambarkan oleh penulis.

Ada 5 buku yang saya bisa ceritakan dengan lengkap tanpa harus membaca ulang. Kenapa? Karena saya membacanya benar-benar dihayati. Jika si penulis mengajak saya menangis, airmata saya seketika itu juga keluar. Jika penulis mengajak saya tertawa, tawa saya tak akan bisa ditahan. Semua cerita itu seakan tergambar di depan mataku.

Berikut ini adalah 5 buku yang bisa saya anggap sebagai yang berkesan. Entah karena latar belakangnya, entah karena ceritanya, atau karena tokohnya yang hampir mirip dengan keadaan sehari-hari. heheh.

Ring of Fire “An Indonesia Odyssey”

Buku ini menceritakan perjalanan Lawrence Blair dan saudaranya mengelilingi Indonesia. Masih lekat dalam ingatan bagaimana Lawrence bercerita tentang seekor ular besar yang sering memangsa manusia di Bulukumba. Saya yang pernah datang ke Bulukumba, tak pernah berpikir bahwa di zaman itu ada ular besar yang sering mengintai manusia. Belum lagi cerita mereka ketika datang ke pedalaman Papua. Rumor yang beredar di masyarakat mengenai anak konglomerat Rockefeller menjadi santapan bagi salah satu suku di Papua.

Saya suka dengan penggambaran yang dilakukan oleh Lawrence dalam mendeskripsikan Indonesia. Mereka pun menyertakan beberapa gambar sebagai bukti. Saya juga tak menyangka dulu di Indonesia masih ada beberapa tempat yang tidak menggunakan pakaian dalam kehidupan sehari-hari.

Mungkin bagi anak-anak sekarang cerita ini hanya sekedar dongeng belaka. Tapi ketika melihat lebih dekat, kita akan semakin sadar bahwa inilah potret Indonesia yang sebenarnya. Memiliki beragam kebudayaan dan kekhasan.

Supernova

Membaca buku ini ketika saya sedang berada di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah seorang teman menyodorkan buku Ksatria Putri dan Bintang Jatuh hari itu. Dan hari itu juga saya jatuh cinta dengan diksi yang ditawarkan oleh Dewi Lestari. Tengok saja kata-katanya. “Berhenti memilah antara apa yang diinginkan dan tidak, lalu stagnasi hanya karena anda berkeras atas sesuatu yang sebenarnya harus berubah. Berhenti juga menilai baik buruk dari apapun. Bahkan untuk itu anda hidup. Anda adalah pengamat dan penikmat. Bukan Hakim”

Setelah buku Ksatrian Putri dan Bintang Jatuh saya pun mulai kecanduan untuk menunggu buku-bukunya yang terbaru. Supernova ini terdiri dari 6 buku yang bersambung. Setiap tokoh digambarkan memiliki persoalan hidup masing-masing. Dan ternyata mereka semua memiliki masa lalu yang menggambarkan masa depan.

Alur cerita yang agak sulit dicerna, tapi inilah yang membuat saya jatuh cinta.

The Da Vinci Code

Setelah membaca buku ini, saya menasbihkan diri sebagai penganggum garis keras Dan Brown. Ia berhasil membuat lukisan-lukisan, buku-buku, hieroglif, menjadi sebuah kesatuan. Dan berhasil membawa kita ke dalam rasa percaya bahwa semua ini adalah teori konspirasi. Jujur saja, sampai saat ini saya selalu mencari-cari lukisan The Last Supper. Dan saya sangat ingin sekali melihat bagaimana Louvre yang ada di Paris. Melihat seluk beluk yang diceritakan Dan Brown dalam bukunya.

Buku ini membuat saya menyukai hal-hal yang berbau misteri dan sejarah. Hampir saja saya mendaftarkan diri ke jurusan Antropologi atau Sejarah karena membaca buku ini. Sebenernya tak hanya The Da Vinci Code, saya pun tergila-gila dengan buku milik Dan lainnya. Sebut saja Inferno, The Angel and Demon, dan Decepion Point.

Semua bukunya membuat kita percaya bahwa hidup ini sudah penuh dengan konspirasi.

Tetralogi Laskar Pelangi

Mungkin ini adalah bacaan bagi ribuan anak Indonesia di media 2000an. Saya membaca buku ini di bangku SMP. Mimpi seorang Ikal pun melekat kuat di kepala. ‘Saya akan bersekolah di luar negeri!’. Itulah mimpi yang berhasil Ikal tularkan kepada seorang anak yang bertempat tinggal di pinggiran desa.

Penyampaian sang penulis membuat saya memiliki cita-cita itu. Bayangan untuk berkuliah di luar negeri benar-benar melenakan. Saya pun berusaha keras untuk bisa berbahasa inggris. sama seperti yang Ikal dan Arai lakukan untuk bisa tiba di Perancis.

Dan sedikit lagi, saya akan menyusul mereka. Doa itu memang tak boleh diremehkan keberadaannya.

Dilan

Buku ini memang terkesan picisan, tapi saya bisa mengingat seluruh percakapan Dilan dengan Milea. Percakapan yang diciptakan penulis membuat saya kembali ke masa berseragam abu-abu. Ketika saya jatuh cinta dengan seorang laki-laki yang pintar berkata-kata. Ia yang berhasil menghipnotis saya dengan puisi cintanya. Setiap hari saya menantikan kehadirannya yang sangat jarang datang ke sekolah.

Bisa dikatakan laki-laki itu mirip Dilan. Pintar namun berandal. Haha. Dan buku ini berhasil membuat saya nostalgia 10 tahun lalu. Ketika saya duduk di kelas 11. Bedanya di dalam buku, Milea yang anak pindahan. Kalau di cerita saya, si laki-laki ini yang anak pindahan. Haha. Dan akhir cerita Dilan pun mirip dengan cerita saya. Kami tak berjodoh dan mungkin itu yang paling baik bagi kami berdua.

Ditulis di Kamar Kost tercinta

23:16 WIB 12 Juni 2016

Sambil ngemil cheese stick dan pisang ambon

#15harimenulis

HarI ketiga#15harimenulis: 5 BUKU TERBAIK YANG SAYA BACA

1.   Maruf M Noor https://sajakantigalau.wordpress.com/2017/06/12/5-buku-terbaik-yang-memicu-saya-membeli-buku/
2. Andi Arifayani http://www.andiarifayani.com/5-novel-seri-rekomendasi-indonesia/
3. Cecein https://cecein.wordpress.com/2017/06/12/buku-dan-kesulitan-memilih/
4. Hasymi http://matamatamakna.blogspot.com/2017/06/kesan-kesan-mengenai-buku-terbaik-versi.html?m=1
5. Atrasina Adlina http://adlienerz.com/5-buku-pilihan-adlien-di-umur-26/
6. Acitra Pratiwi http://www.acitrapratiwi.com/2017/06/5-buku-terbaik-yang-pernah-saya-baca.html?m=1
7. Mujahid Zlfadli https://mujahidzulfadli.wordpress.com/2017/06/12/5-buku-terbaik-dari-caping-hingga-sejarah-tuhan/
8. Muhammad Sultan Arief https://muhammadsultanariefmunandars.wordpress.com/2017/06/13/5-buku-bacaan-yang-terbaik/

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *