8 Kuliner Wajib Cicip di Kampung Inggris, Pare

Selama sebulan saya mencari kuliner yang wajib banget dicicip untuk temen-temen yang sedang menimba ilmu di Kampung Inggris, Pare, Kediri. Ini adalah hasil jalan-jalan di sekitar tempat kursus. Lokasi tempat-tempat yang sebutkan dibawah bisa ditempuh dengan naik sepeda. 😀 Ada beberapa tempat yang mahal (menurut saya), tapi ada juga yang murah dan enak. 😀 Sebelum pulang ke rumah masing-masing, tidak ada salahnya mencicipi kuliner yang terletak di sekitaran Kampung Inggris.

Kalau ada informasi tambahan, bisa tulis di kolom komentar. 😀
  

1.       Soto Cak Markum

Soto enakkk…

 

Gerobak soto Cak Markum berada di jajaran ruko yang terletak di depan Taman Kilisuci, Pare. Toko ini buka sejak pukul 9.00 WIB dan tutup 18.00 WIB. Potongan ayam goreng kampung yang renyah membuat soto ini wajib dicoba. Koya juga disediakan gratis oleh pemilik. Kuah soto sangat kental dan berisi. Selain irisan ayam goreng kampung, ditambah bihun dan bawang goreng. 
Harga seporsi soto dan nasi dibanderol Rp. 11.000. Untuk minumnya, saya rekomendasikan jahe hangat. Enak banget. 😀 Harganya Rp. 3.000.

2.       Tahu Bumbu Pak To

Tahu bumbu enak. 😀
makan di Warung Pak To! 😀

 

Tahu Bumbu adalah salah satu penganan yang paling sering kita temui di kawasan Jawa Timur. Tahu yang digoreng kemudian dicampur dengan lontong yang diberi saus bumbu kacang. Tapi saya lebih suka Tahu Telor, yaitu tahu yang sudah dicampur dengan telur, kemudian digoreng. Lebih gurih. Harga sepiring tahu telor dan lontong Rp. 9.000. 
Letak kios Pak To ada di kawasan pasar Pare, di Jalan Merbabu, depan SMPN 4 Pare. Kios ini baru buka pukul 7.30 WIB dan tutup pukul 11.00. Kemudian buka kembali pukul 16.00 dan tutup pukul 23.00. menurut Pak To, banyak orang travel yang memesan hingga puluhan bungkus untuk dibawa ke luar kota.

3.      Dapur Jawa

Kios Dapur Jawa terlihat sangat kecil dari depan, namun kios ini tak pernah sepi dari pembeli. Karena harga makananya yang murah dan enak. Kios ini terletak di Jalan Brawijaya di depan ATM BRI. Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari nasi urap ikan asin dengan harga Rp. 6.000. Selain itu ada beberapa menu lainnya yang terlihat enak dan ditawarkan dengan harga terjangkau.. Saya merekomendasikan es teh tarik, rasanya legit dan gak terlalu manis. Saya suka! Harus nyoba minum es teh tarik disini. 😀

4.       Bebek Bakar Sambel Pencit di Sale

Ini adalah salah satu makanan favorit saya selama di Pare. Bebek bakar pakai sambal irisan mangga (disebut denga
n Pencit). Potongan bebek yang lumayan besar dan setangkup nasi panas dibanderol dengan harga Rp. 16.000. kalau makan ditempat, kamu bisa nambah sambal berkali-kali. Tapi kalau makannya dibawa pulang, sambalnya dihargai Rp. 2.500. Tapi sambalnya emang enak! Selain bebek bakar, beberapa teman lebih suka bebek goreng karena menurut mereka dagingnya lebih kering. 
Lokasi warungnya di jalan Sudirman, kalian bisa melihat plang “Sale” di sebelah kanan jalan dari arah Kilisuci. Warung ini buka sejak pukul 8.00 WIB dan tutup pukul 21.00 WIB.

5.       Balungan

Nah, kalau sedang butuh kehangatan, eh sesuatu yang hangat, mungkin bisa menjajal kuliner ini. Namanya Balungan. Terbuat dari iga sapi yang masih segar. Kemudian dicampur dengan kuah yang kaya dengan bumbu. Harga seporsi Rp. 20.000 . 
Kios ini terletak di Jalan Sudirman, di sebelah SMK Canda Bhirawa Pare. Selain Balungan, kios ini juga menjual bakso iga. Kiosnya agak kecil, jadi jangan sampai kehabisan tempat. Buka sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 22.00.

6.       Nasi Kuning Arimbi

Kalau kangen makan nasi kuning, bisa datang ke warung ini. Terletak di jalan Anggrek di depan Travel Pak Aji Jaya. Warung ini biasanya dipadati pembeli sejak pukul 6.00 dan sudah tutup pukul 10.00, karena nasinya sudah habis. Seringkali kalau saya datang agak siang, nasi kuning sudah ludes. Harga sepiring nasi kuning dengan telur Rp. 8.000
Mau merasa tampan atau merasa cantik, silahkan datang ke warung ini. Si Ibu pemilik warung dengan senang hati memanggil kamu dengan sebutan Cah Ayu atau Cah Ganteng. Hahah.

7.      Nasi pecel

Wah, ini adalah warung pecel yang paling direkomendasikan kalau mau traktir teman satu tempat kursus. Karena harganya yang sangat murah dan sangat terjangkau. Saya paling suka makan lontong sayur dan tempe orek, hanya Rp. 4.000. Sedangkan nasi pecel dan tempe hanya Rp. 5.000. Tak ayal warung ini biasanya dipadati oleh orang-orang kelaparan yang mau makan banyak tapi bayar murah. Haha. Termasuk saya.. 😛
Saya merekomendasikan mie goreng yang hanya tersedia pukul 8.00 WIB, karena biasanya mie goreng ini akan cepat sekali habis. Pukul 11.30 warung sudah tutup, tidak menyediakan makan siang apalagi makan malam. (Apalagi pasangan untuk makan malam. #eh). Kios ini terletak di Jalan Flamboyan.

8.       Bakso Srengat

Srengat ternyata sebuah nama kabupaten di daerah Blitar. Bakso ini disajikan dengan potongan kecil lemak sapi, sehingga kuahnya terlihat sangat berminyak. Warungnya terletak di Jalan Sudirman, pengunjung bisa melihat spanduk besar berwarna orange “Bakso Srengat Indah”. Warung ini selalu ramai pengunjung, buka mulai jam 9.00 WIB dan tutup pukul 21.00 WIB. 
Untuk semangkuk bakso lemak dihargai Rp. 7.000. Jangan harap menemukan bakso besar disini, warung ini hanya menyediakan bakso dalam ukuran normal. Tapi rasanya jos!
Nah, kalau mau nyemil-nyemil atau mau minum yang seger-seger ada beberapa yang saya rekomendasikan. heheh. 😀 Untuk cemilan atau minuman saya merekomendasikan

1.       Susu Mbok Darmi

Ini adalah kios kecil di sekitaran Jalan Brawijaya, susu racik yang sudah ditambagi perasa. Saya paling suka rasa vanilla, harganya Rp. 6.000

2.       Kopi Pak Dur

Saya suka nongkrong di warung kopi Pak Dur, soalnya murah. Segelas kopi hanya Rp. 1.500 :D. Kios ini terletak di kawasan Makom Kyai Nur Wahid

3.       Es Jenang Grendul

Ini adalah salah satu kudapan favorit saya selama di Pare. Namanya Es Jenang Grendul, campuran beberapa jenis es. Ada dawet, potongan surabi, bubur mutiara, kacang hijau, ketan hitam, candil, santan dan agar-agar, semuanya dicampur dan dihargai Rp. 4.000 per mangkok. Kalau

4.       Tansu

Ketan Susu

 

Ketan Susu adalah kepanjangan dari Tansu, sebuah warung besar yang dikepung oleh area persawahan. Sehingga tempat ini cocok untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman kursus. Harga ketan susu hanya Rp. 3.000 per porsi, jika tidak suka yang terlalu manis, bisa memilih Ketan bumbu dengan harga yang sama. Untuk minuman, banyak yang memesan “Kopasus” atau Kopi Pake Susu. Haha. 
Ayok dicobaaaa. 😀
ditulis di TEST English Scholl
2 January 2016, 10:59 WIB
sambil denger lagu Gravity

You may also like

14 Comments

  1. Wah sayang, dulu pernah ke pare tapi nggak sempet nyicipi satu persatu kak…. Cuman di warung lesehan yang dekat perempatan itu loh kak, kalau dari barat, habis perempatan….. Aku sukanya di Pare itu di tamannya itu, kalau malam ada yang jualan jamur 🙂 suka banget, hehehehe

  2. Ulasan yang keren mbak! salam kenal mbak, singgah ke blog saya mbak untuk share ilmu dan ninggalin jejak komentar mbak hehehe, mhdanugrah.wordpress.com

  3. Malah lapar pas baca artikelnya Kakak ini…hahahaaa… Pas lagi mau ke sana nih. Thanks, Kak…buat ulasannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *