Agar Duri Bulu Babi Tak Menetap di Kaki

 

Tulisan ini sebenernya share pengalaman pribadi ketika kena bulu babi. Apa sih bulu babi itu? Ini bukan bulunya babi yang warna pink itu. Bulu babi adalah sebutan bagi Filum Echinoidea. Warnanya bisa hitam, ungu, abu-abu, bahkan sampai yang berbentuk pensil. Namun di Indonesia, kita kerap menemukan bulu babi yang berwarna hitam dengan duri yang sangat panjang. Lokasi hidup bulu babi biasanya diantara terumbu karang atau di atas pasir. Dan gonad Bulu Babi ini ENAK banget dimakan mentah, setelah cangkangnya dibuka ya. Di Jepang, gonad bulu babi sudah dikenal sebagai seafood enak. Bisa liat videonya disini
Nah tiga tahun lalu, tepatnya di Pulau Polewali, gugusan Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan saya berenang dengan ababil di pinggir pantai. Pada saat itu saya sedang melakukan pengambilan sampel untuk penelitian. Ketika sedang asik berenang, tiba-tiba kerudung saya menutupi wajah sehingga saya panik tidak bisa mengambil nafas. Ketika itulah, kaki saya mencari tempat berpijak. Sialnya di pasir-pasir itulah bulu babi bergerombol. 

Sebelum benar-benar menapak pasir, saya sudah merasakan sesuatu tajam menusuk di telapak kaki. Akhirnya saya mencoba berenang kembali ke tepian pantai. Pantas saja, telapak kaki kanan sudah tercetak jelas bundaran-bundaran kecil berwarna hitam. Sekitar lebih dari 8 bulatan kecil terlihat jelas. Darah segar juga mengalir. Tak terlalu banyak. “jangan lebay, dlien..” 
Teman-teman menyarankan agar telapak kaki saya segera dikencingi. Ada beberapa laki-laki yang siap mengencingi kaki saya, tapi saya urung. Ihhh. Jorok. Jadilah saya mengambil batu dan memukulkannya ke telapak kaki. Duri bulu babi terbuat dari kapur (CaCO3), sehingga bakal luruh jika dipukul terus menerus. Ternyata saya penakut. Karena lumayan perih kalau dipukul-pukul akhirnya saya mendiamkan rasa nyerinya. 
Sekitar 4 hari nyeri itu masih bersisa. Namun setiap orang memiliki kekuatan tubuh yang berbeda. Ada orang yang segera merasa pusing, mual bahkan pingsan setelah terkena duri bulu babi. Jika memiliki alergi terhadap hewan laut, ada kemungkinan orang bisa sesak nafas hingga pingsan. Jadi harap hati-hati untuk teman-teman yang mempunyai masalah kesehatan. 

 

itu yang namanya Pedicellaria (source : WikiHow)

 

Nyeri yang saya alami lama-lama semakin hilang, saya pun mendiamkan duri bulu babinya. Menganggap duri bulu babi akan sembuh sendiri. Hingga sampai akhirnya duri bulu babi bermutasi menjadi penyakit tak menular : mata ikan. Telapak kaki penuh dengan mata ikan hingga 9 ekor. Awalnya tak terasa perih sama sekali, jadi saya diamkan terus menerus. Dan ketika kemarin pergi ke Pulau Sebira bersama tim Ekspedisi Nusantara Jaya, sandal saya selalu basah kena air hujan dan campuran air laut. Dan mata ikan itu pun mendadak nyeri. Kaki saya sulit digerakkan, karena 5 dari 9 mata ikan itu mulai tak kompromi. 
Dari sana lah, saya menyesal telah beternak duri bulu babi hingga 3 tahun lamanya. Duri bulu babi tersebut menjadi muara penyesalan saya. Kenapa tak dikeluarkan dari dulu? Nah, agar tak terulang nasib seperti saya, ada beberapa langkah untuk mengeluarkan duri bulu babi hingga tak berbekas. Sumbernya? Dari beberapa website yang berseliweran di Google.  

Mencabut duri bulu babi secepatnya

Langkah ini harus dilakukan agar mengurangi sakit yang ditimbulkan oleh duri. Jika ada lilin, bisa menggunakannya untuk menarik keluar duri. Tapi ini bisa dilakukan ketika duri masih terlihat jelas menancap. Kalau duri sudah berada di dalam, lilin tidak akan berguna menurut saya. (WikiHow).
Menggunakan amoniak 
Langkah kedua menggunakan amoniak yang terkandung di dalam urine manusia. Ini sebenernya cara tradisional banget, tapi ampuh. Walaupun jorok sih, tapi yaa mau gimana lagi? Penggunaan urine ini hanya bisa dilakukan untuk pertolongan pertama segera setelah tertusuk. Jika dilakukan seminggu setelah tertusuk tidak akan berpengaruh. Caranya cukup mudah, setelah kaki yang tertusuk di cuci bersih, ambil baskom untuk menampung kencing. Iyuuhh. Trus direndam lah kaki disana selama beberapa menit. Bagi beberapa orang, cara ini tidak berhasil. Mari ke cara kedua.   
Dipukul-pukul 
Hahaha. Ini adalah cara paling barbar, tapi terbukti ampuh kok. Duri bulu babi terdiri dari rangka kapur yang rapuh. Yang membuat sakit adalah racun yang dikeluarkan oleh bagian tubuh bernama Pedicellaria. Jadi luka tusuk dipukul dengan batu yang berpemukaan datar. Lakukan berulang-ulang. Sakit banget sih. Tapi daripada durinya menetap di kaki selama bertahun-tahun. Mending sakit satu kali dan hilang selamanya.
Direndam air hangat yang sudah dicampur dengan cuka. 
Proses ini dilakukan ketika selesai liburan. Sediakan air hangat yang dicampur cuka. Rendam kaki hingga 20 sampai 40 menit. Ini untuk mengurai duri bulu babi yang tertinggal di dalam kaki. (WikiHow) 
Dikeluarkan oleh dokter
Ini adalah cara terakhir jika cara-cara diatas tidak berhasil. Ada kemungkinan dikeluarkan dengan cara dibedah. Tapi semua tergantung oleh tim medis yang anda datangi. (WikiHow)
Jangan pernah tutup luka dengan plester
Takutnya malah menjadi infeksi, karena ada sisa racun dari Pedicellaria tersebut. (WikiHow)
Kalau masih suka merasa nyeri, saya sarankan untuk merendam kaki di larutan cuka setiap hari. Semoga cepat keluar ya durinya. Soalnya kalau masih bertahan di dalam kaki, bisa jadi mata ikan seperti milik saya. Saat ini saya baru dalam tahap penyembuhan mata ikan di telapak kaki. haha. 
 
Semoga membantu ya guys.
Ditulis di ISKINDO
22:52 PM Jumat, 14 Oktober 2016
Sambil dengar lagu Fixing a Broken Heart milik Indecent Obsession ft Mari Hamada

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *