ah, kalian indah. terlalu indah..

Ah, kenangan itu meloncat kembali. Aku tak berdaya. Kalian semua yang punya semangat sama. Kalian yang ada disaat kita semua gundah, gelisah, tak tenang. Ada saat kita tertawa, bahagia, dan menangis haru. Aku rindu saat-saat itu.
Ah, masih kuingat ketika kita sama-sama merengek dan tertawa. Kalau bisa kuulangi, ingin kutulis kisah kita di dalam buku lusuh berlapis beludru hitam. Menggambarkan keakraban kita yang tak lekang dimakan zaman.
Kini aku harus menyadari, satu demi satu, kita harus pergi. Mengepakkan sayap bebas ke angkasa luas. Mencari jati diri.
Ah, aku ingat ketika kita mencetuskan impian kita masing-masing. Entrepreneur, sastrawan, peneliti, dan menteri. Menyisipkan doa dalam hati, “kawan, semoga kalian mendapatkan impian masing-masing yang telah tertulis bahkan tertanam dalam lubuk sanubari masing-masing. Tuhan bersama dengan orang-orang berusaha.”
Cinta akan menemukan jalannya, hal itu yang juga akan aku ucapkan teman. Persahabatan ini akan menemukan jalan pulangnya.. bertemu kembali….
Aku tak ingin meneteskan air mata kini, karena aku tahu, aku melepas kalian karena ingin melihat kalian bahagia. Kalian bahagia, akupun pun turut berbahagia. Terima kasih atas warna kalian selama ini. Warna-warni yang tak akan bisa kulupa. Hitam, putih, kuning, biru, dan warna lain yang sudah kalian toreh, terima kasih..
Setabu, Sebatik Barat
21 : 55 Wita (22 Juli 2012)
didedikasikan : Hery S Pasaribu, Fadli Mustamin, Ummul Masir (kejarlah mimpimu kawan.. )
Mifda Hilmiyah, Hasdinar, Satriani Muliyadi (kita siapkan sayap untuk mengejar mereka… sama-sama mengejar mimpi )

You may also like

1 Comment

  1. kangennn.. tak tersa waktu cepat skli berlalu. seharusnya klian ada disampingku ktika sy pergi. sy sengaja berlama lama disangkar burung waktu itu menunggu kalian mengucapkan slamat jalan bgiku. tp yg ada klian malah tidak ada. untuk fadli dan ummul, sungguh teman selma ini sy ingin bertutur sapa dgn kalian tp sy takut kalian tdk memblsnya. coba hal itu kulakukan drdulu. mungkin sy dan kalian tidak berpisah dgn cara yg diam2. untuk ria, dinar, mifda dan yg pux blog ini, terimaksih sdh mnjadi sahabat yg luar biasa bg sy. buat ria yg sering aku mojjo ki maafkan temanmu ini, kau sahabt yg luar biasa. sy tdk akan melupkan kalian. ini lah aku teman yg siap menantang dunia lain diluar sangkar kita. Tuhan Memberkati kita smw..

    salamku

    Hery Pasatibu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *