Amsterdam dan Ganja Hal yang Tak Terpisahkan

Amsterdam, merupakan salah satu kota terbesar di Belanda yang menjadi pusat para turis ketika datang disini. Menurut data, 20-35% turis menghabiskan waktu mereka di coffeshop. Ganja merupakan hal yang ilegal untuk diperjualbelikan di jalanan, tapi tidak berlaku di dalam coffeshop.

Sejarah Ganja di Amsterdam

Sejak tahun 1980, ganja menjadi hal yang legal di Belanda. Tapi penggunaannya tetap diawasi oleh hukum. Satu orang bisa menggunakan ganja sebatas 5 gram, jika diketahui membawa lebih dari gram yang telah disepakati, orang tersebut bisa masuk penjara selama satu bulan atau membayar denda 2.250 euro! Kalau membawa lebih dari 30 gram bisa mendapatkan penjara sekitar 2 tahun dan denda 11.250 euro! Jadi sebelum mencoba-coba ganja di Amsterdam, harus berhati-hati dengan hukum disini.

Amsterdam hanya memperbolehkan jual beli soft drugs di tempat-tempat yang telah diauthorisasi. Tidak bisa disembarang tempat! Dulu pada tahun 2011, ganja pernah dilarang untuk diperjualbelikan untuk para turis. Tapi sejak tahun 2017, larangan tersebut tidak berlaku. Sehingga para turis tetap bisa mencari ganja di berbagai coffeshop yang bertebaran di penjuru kota Amsterdam.

Museum Ganja di Amsterdam

Jika penasaran dengan barang haram ini, mungkin bisa jalan-jalan ke Museum Hash, Marihuana and Hemp. Museum yang dibuka pada tahun 1985 bertujuan untuk mengenalkan masyarakat tentang cannabis dari sudut pandang banyak orang termasuk budaya dan ekonomi. Cannabis merupakan ikon wisata di Amsterdam yang hingga saat ini menjadi hal yang paling dicari oleh turis. Tak heran jika 20-35 % turis berkeinginan untuk mencicipi ganja di kota ini.

Museum ini didirikan oleh Den Dronkers, dan selalu buka setiap hari. Harga masuk museum ini adalah 9 euro per orang. Museum ini terletak di Oudezijds Achterburgwal 148, Amsterdam. Dan disini kita akan mengenal perspektif dan sejarah cannabis di Belanda, khususnya Amsterdam.

 

Coffeshop Cannabis in Amsterdam

Jika berjalan-jalan di kota Amsterdam dan melihat papan tulisan Coffeshop in Amsterdam, jangan tertipu. Coffeshop di Amsterdam berarti tempat yang menawarkan ganja, guys. Seperti yang telah saya jelaskan diatas, dulu pernah ada peraturan yang melarang turis untuk datang ke coffeshop. Tapi tahun 2017, ada peraturan baru yang memperbolehkan turis masuk ke dalam coffeshop, namun ada peraturan baru yang berdampak bagi coffeshop. Misalnya tidak boleh ada coffeshop di dalam radius 350 meter dari sekolah. Tidak boleh memasang papan reklame. Sehingga di tahun 2017, banyak coffeshop yang tutup karena peraturan yang baru.

Untuk menemukan coffeshop ini, kalian gak akan melihat papan informasi tempat ini. Karena dilarang oleh hukum untuk memiliki papan informasi. Namun ada beberapa website yang menyediakan informasi tentang coffeshop cannabis, salah satunya di link ini

Saya gak pernah masuk kedalam, jadi gak terlalu tau gimana caranya. Saya hanya membaca informasi dari website yaa. bukan nyobain sendiri hahah. Menurut website, kita akan diberikan list menu ganja yang ditawarkan. Kemudian kita memilih ganja sesuai dengan budget. Yang harus diingat, satu orang hanya bisa membeli maksimal 5gram! Setelah itu pesan kopi deh yang gak ada campuran ganja sama sekali. Hahah. Jadi coffeshop itu hanya kedok, guys! Ada juga beberapa kue yang terkenal, yaitu spacecakes, kue yang sudah dicampur dengan ganja kering di dalam adonannya.

 

Btw, di dalam coffeshop ini hampir sama dengan coffeshop di Indonesia. Ada live music, minuman selain kopi, dan asap rokok. Bedanya ya disini banyak yang merokok dengan ganja. Karena merokok ganja di luar ruangan adalah perbuatan ilegal di Belanda. Jadinya hanya legal di dalam coffeshop ini dan dalam batas tertentu yaitu 5 gram. Gak boleh sampai teler! Tapi tetap harus tanya pegawai coffeshop, karena gak semua coffeshop memperbolehkan merokok di dalam ruangan.

Di coffeshop juga tidak menjual alkohol dan obat-obatan terlarang seperti kokain atau heroin, hanya ganja, kopi, dan kue kering. Karena sejak tahun 2007, hukum di Belanda memutuskan satu toko hanya bisa menjual satu jenis produk. Toko Alkohol yaa jual alkohol, kalau coffeshop yaa hanya jual kopi.  Gak boleh dua-duanya. Itu kemaruk namanya! Hoho.

Oleh-oleh yang terbuat dari Ganja

Memasuki toko suvenir di penjuru Amsterdam, kita akan menemukan oleh-oleh yang bervariasi. Mulai dari gantungan kunci, tempelan kulkas, kaos dan kue kering. Tapi jangan salah, kue kering yang dijual disini biasanya mengandung cannabis. Upss.

Selain kue kering, kita juga bisa menemukan permen lolipop dengan campuran ganja, kue muffin yang biasanya pakai coklat disini malah pakai ganja. Tak hanya itu, mereka juga menjual es krim dengan campuran ganja! Ada juga teh ganja yang tinggal diseduh. Bahkan kita bisa menemukan bong (alat penghisap ganja) juga dijual bebas di toko souvenir.

Tapiiii, kita tidak akan menemukan ganja kering di toko souvenir! Hahah. Jangan salah, hukum di Belanda mengenai perjual belikan ganja sangat mengekang. Melakukan transaksi jual beli ganja di luar coffeshop merupakan hal yang ILEGAL! Tapi ganja boleh diperjualbelikan di dalam coffeshop. Bingung kan? Hahaha.

Harga oleh-oleh bervariasi mulai dari 1 euro untuk permen ganja, 2.5 euro untuk es krim, 5 euro untuk kue kering, hingga alat penghisap ganja yang seharga ratusan euro. Dan untuk membeli ini, kita tidak perlu membawa KTP. Kalau menurut pedagang kita sudah cukup umur di atas 21 tahun, kita tinggal membayar dan keluar dari toko souvenir. Semudah itu..

Wrap Up?

Sebagai orang dari budaya timur, saya masih belum berani nyicipin apapun yang terbuat dari ganja. Haha. Setelah membuat Instagram Story di @adlienerz tentang oleh-oleh ganja, banyak yang minta bawain oleh-oleh kue kering dari ganja. Maafkan, saya gak ngerti hukumnya membawa kue kering ini ke Indonesia. Apakah ini aman dan bisa masuk airport Indonesia dengan aman? Saya pun masih bertanya-tanya. Kalau ada yang tau, let me in the comment section..

 

ditulis di Beringhem A -15

12.10 CEST Monday, 23 July 2018

setelah belajar sedikit-sedikit Marine Resource Management

You may also like

3 Komentar

  1. Memang kalau dari segi kegunaannya masih banyak manfaatnya. Terakhir bisa menormalkan orang stroke bahkan. Thanks infonya!

  2. hayoooo,, kesini donk. nginep di tempatku lagi. nostalgia masa-masa di Ambon haha. Nanti kita puterin lagu Sara Barailles lagi deh. 🙂

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.