Ayah Cinta Pertama

Daddy is a daughter first love.

Mungkin kata-kata itu adalah yang paling tepat dialamatkan untuk ayah. Seorang laki-laki pertama yang saya kenal di dunia ini. Seseorang yang mengadzankan telingaku untuk pertama kali. Seseorang yang sibuk mencari nama untukku. Awalnya Ayah memberiku nama Nur Adlina Nubla, entah apa artinya. Hingga akhirnya saran lain datang dan menjadikanku terlahir dengan nama Atrasina Adlina. Dalam nama itu ada doa panjang yang ia rapalkan.

Ayah adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia lahir dengan wajah Ambon yang sangat kental. Kulitnya cokelat, bola matanya hitam. Dulu Ayah sempat memiliki rambut keriting yang lebih mirip kribo. Inilah yang diwarisinya kepada saya, anak pertamanya.

Kata Bunda, ketika saya beranjak berumur sebulan, Ayah bersikukuh memotong kuku jari mungilku di malam hari, dan akhirnya terpotong hingga ke kulit. Darah pun tak bisa dihindari keluar dari jari mungil. Kata Bunda, ayah panik setengah mati melihat anak perempuannya menangis menjerit-jerit. Tapi toh semua bisa diatasi. Ayah termasuk tipe orang yang selalu sigap dalam mencari solusi. Tapi dari pelajaran itu, Ayah tak lagi berani untuk menggunting kuku malam hari.

diapit oleh dua laki-laki keren

Ayah termasuk tipe laki-laki romantis. Kata Bunda, Ayah sering menyanyikan Bunda lagu-lagu cinta. Dengan berbekal gitar akustik, beliau berhasil membuat Bunda untuk ikut bernyanyi. Ini juga jadi salah satu alasan kenapa Bunda jatuh cinta kepada Ayah. Sosok Ayah memang sangat friendly dan mudah berteman. Makanya jangan heran jika saya memiliki banyak kesamaan dengan Ayah.

Selain itu Ayah adalah penyanyi yang hebat. Kata Bunda, Ayah adalah penyanyi dan penari ulung di masa muda. Tak heran jika Ayah menjadi primadona di antara gadis-gadis. Tak percaya? Tanya saja Tante Yasni atau Tante Elmi. Cerita masa muda Ayah dengan mudah mengalir dari mulut kedua kakaknya.

Banyak hal yang saya ingat tentang Ayah, beliau sangat jago memasak. Apapun yang ia masak pasti akan jadi makanan yang rasanya tak sembarangan. Hanya berbekal sayur-mayur, Ayah bisa membuat masakan yang sangat enak. Resepnya dari mana? Dari hasil mencampur-campur bahan. Mirip sekali sama saya. haha.

Tak hanya itu, Masih lekat dalam ingatan di rumah di bilangan Jatinegara, ketika TNI Angkatan Udara merayakan ulang tahun, kami melihat atraksi di langit. Banyak pesawat-pesawat saat itu. Ayah membawa saya dan Milzam ke loteng untuk melihat atraksi tersebut.

Pernah satu kali Ayah memukul saya keras sekali dan itu tak bisa hilang dalam ingatan. Ketika Milzam, adik saya jatuh dari lantai 2. Ketika itu saya bertugas menjaganya, tapi saya lalai. Ayah muntab. Ia memukul saya satu kali dengan papan kayu. Tapi itu adalah kali terakhir Ayah memukulku, tak pernah lagi.

Sisanya Ayah banyak menghabiskan waktu berbincang untuk hal apapun dengan ku. Kadang, saya sering mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang harus membuat Ayah berpikir keras. Pernah satu kali saya bertanya tentang kenapa manusia diberikan rasa tidak puas. Padahal ini membuat dunia hancur. Ayah pun segera menjawab dan kami menghabiskan waktu berdiskusi panjang.

Itulah kenapa Ayah menjadi cinta pertama anaknya.

Hari keenam #15harimenulis : CINTA PERTAMA

1. Maruf M Noor  https://sajakantigalau.wordpress.com/2017/06/15/cinta-pertama-perempuan-dayak-agabag/
2. Hasymi http://matamatamakna.blogspot.co.id/2017/06/kiran-dan-maran.html?m=1
3. Atrasina Adlina http://adlienerz.com/ayah-cinta-pertama-anak-perempuannya/
4. Andi Arifayani http://www.andiarifayani.com/cinta-pertama-yang-sudah-tua/
5. Acitra Pratiwi http://www.acitrapratiwi.com/2017/06/cinta-pertama.html?m=1

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *