Banyak Alasan untuk Menimba ilmu di Pare

Tulisan ini murni subjektif penulis, jika ada yang ingin ditanyakan bisa diskusi lewat email. 😀

Mungkin sebagian dari kalian sudah mengenal Pare. Sebuah kota kecil di utara Kabupaten Kediri. Masyarakatnya lebih banyak yang bercocok tanam seperti padi, jagung, sayuran dan juga tebu. Pare terkenal dengan tingginya animo para pelajar untuk menimba ilmu disini. Bukan sembarang ilmu, tapi lebih ke arah pembelajaran bahasa inggris secara koherens. Mau belajar speaking, grammar ataupun persiapan IELTS juga bisa. 😀 
Nah menurut saya, bahasa inggris merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan karir anda. Tujuan orang untuk datang ke Pare berbeda-beda, ada yang ingin mengasah kemampuan berbicara dengan bahasa inggris, ada yang ingin mendapatkan sertifikat kursus bahasa inggris, ada yang ingin bekerja di perusahaan asing dan yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. Saya termasuk tipe ke empat. Heheh. #curhat
Namun apapun alasannya, bahasa inggris menjadi hal yang tak bisa dinafikan. English as Universal Languange ini menjadi bahasa yang wajib dimengerti oleh sejuta umat. Persaingan global sudah di depan mata, tahun 2016 akan menjadi pertanda bahwa tahun Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah dibuka. Persaingan akan menjadi sangat sengit. Bukan antar orang Indonesia namun bisa jadi persaingan antar orang Indonesia dan non-Indonesia. Jadi, sudah siapkan anda menghadapi MEA dengan mempelajari bahasa inggris? 😀
Oke, back to the topic. Saya ingin menjelaskan beberapa hal kenapa harus belajar ke Pare, Kediri. Seperti yang sudah saya katakan, ini adalah murni subjektifitas penulis. Jika ada yang ingin didiskusikan, saya bisa dihubungi di [email protected]😀
  1. Biaya kursus yang murah dan intensif
Yang perlu diketahui di Pare ada ratusan tempat kursus yang menawarkan paket-paket menarik untuk belajar bahasa inggris tergantung kebutuhan. Kalau ingin mengasah kemampuan grammar, silahkan ambil paket grammar selama 2 minggu hingga 1 bulan. jika ingin mengasah kemampuan speaking, silahkan ambil paket speaking. Jika sudah siap untuk ambil real test IELTS atau TOEFL, silahkan ambil kelas persiapan real test. Semua pilihan tergantung keinginan anda. 
Yang perlu diingat, setiap tempat kursus memiliki tujuan masing-masing. Ada yang menyediakan paket bagi orang yang ingin tinggal sebentar, biasanya untuk orang yang sudah bekerja. Ataupun tempat kursus yang menawarkan paket hingga berbulan-bulan. Paket ini ditujukan bagi yang merasa memiliki kemampuan dari nol (basic). 
Karena itu harganya disesuaikan dengan paket yang disediakan. Harga kursus dimulai dari harga Rp. 100.000 – Rp. 1.000.000 per paket. Jadi ketika tiba di Pare harus segera mencari dan mulai membandingkan tempat kursus sesuai dengan target. 
Sebagai pembanding, kursus di Jakarta seperti EF atau IALF, bisa menghabiskan hingga 5 juta selama sebulan. Tapi disini dengan harga yang sama bisa kursus berbulan-bulan. heheh. 😀
Untuk saya pribadi, saya memilih tempat kursus di TEST English School. Ini adalah hasil rekomendasi dari teman untuk mengambil kelas persiapan IELTS. Kenapa? Karena kelasnya yang intensif dari pagi hingga malam. 😀 #ampunka.  
  
2.       Lingkungan yang mendukung belajar 
 
Semua tempat kursus memiliki atmosfir untuk belajar bahasa inggris. karena biasanya setiap peserta kursus diwajibkan menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa sehari-hari. Beberapa tempat kursus menggunakan tanda AREA WAJIB BAHASA INGGRIS di tempat kursus. Sehingga kita dipaksa untuk menggunakan bahasa inggris dalam percakapan. Gak perlu takut salah, semua orang belajar disini. Jadi gak takut untuk diketawain karena bahasa inggris yang masih belepotan. 😀
Tak hanya itu, selain wajib berbicara di tempat kursus, peserta juga diwajibkan untuk berbicara dengan bahasa inggris di tempat tinggal (biasa disebut English camp). Jadi kemampuan bahasa inggris bisa naik secara signifikan disini.
  
3.       Biaya makanan sangat murah
 
Poin ini adalah kesukaan saya. Hahah. Karena saya gembul dan suka jajan, Pare adalah surganya. Lontong sayur plus gorengan dan tahu tempe orek dibanderol dengan harga 5.000 saja. Nasi goreng plus telur ceplok hanya 5.000. Semangkok bakso Malang isi 5 bakso dan 2 gorengan hanya 5.000. Tahu takwa bumbu sepiring hanya 7.000. Oh no! 
Jangan kaget jika saya balik ke Jakarta dan timbangan sudah mencapai angka 65 kg. 😛

4.       Koneksi yang akan menjadi calon pemimpin masa depan
 

Poin ini juga sangat penting. Pasti banyak yang bertanya kok bisa sih? 
Karena banyak orang yang datang ke Pare untuk mengasah kemampuan bahasa inggris untuk memenuhi syarat minimum sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia atau yang lebih tenar dengan nama LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). 
Para penerima beasiswa ini didaulat sebagai calon pemimpin di masa depan. Mereka yang akan menimba ilmu di luar negeri dan setelah lulus berjanji akan membangun negeri. Disini, di Pare, para calon-calon penerima beasiswa bertebaran. Berjejaring sejak disini menjadi sebuah kesempatan bagus untuk menambah teman di masa depan. ehehe. 😀 
Siapa tau kalian sudah kenal calon presiden Indonesia di tahun 2025? Atau menteri kelautan di tahun 2025? Who knows. 😀
Selain itu kita bisa bertemu dengan teman se-passion dari berbagai daerah. Mereka yang punya mimpi yang sama untuk sekolah di luar negeri. 😀

5.       Banyak destinasi wisata yang keren dan terjangkau
 

Hehehe. Ini juga menjadi item paling penting. Karena kelas yang sangat padat dan cuma punya hari sabtu dan minggu, jalan-jalan itu penting banget. 😀 Nah, disini banyak paket wisata untuk berlibur dengan harga yang bener-bener terjangkau. Misalnya aja di Bromo hanya dengan Rp. 180.000 PP, atau ke Kawah Ijen dengan harga Rp. 190.000 PP. Oh no! Bener-bener menggiurkan. Kalau iman belajar saya gak kuat, mungkin udah kabur ke sana kali. Hahah.
nah, itulah subjektifitas penulis mengenai Kampung Inggris di Pare. Kalau punya pendapat dan komentar lain bisa langsung tulis di box komentar, trus kita diskusi deh. 😀 
ditulis di kamar no 2, Pondok Al-Azhar, Pare
15:16 WIB, Tuesday, 1 December 2015

You may also like

10 Comments

  1. Betul bang,,, pengajarnya juga kebanyakan ramah – ramah. Mantablap pokoke Pare itu,,, asyik lagi pas di pare nongkrong di Alun – alunnya banyak yang menjual jamur goreng,,, wuih. Selain itu ada Masjidnya itu loh besar banget konon katanya masjidnya terbesar di kediri yaw mbak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *