Barbeque di Pinggir Sungai Nederrijn

Bagi mahasiswa Wageningen, Sungai Nederrijn yang terletak tak jauh dari kampus merupakan berkah tersendiri. Karena lokasinya yang dekat dengan city hall serta tak memakan waktu banyak untuk tiba disana. Sungai ini merupakan bagian dari Sungai Rhine yang mengalir di beberapa negara dan menjadi ‘pantai’ bagi mahasiswa dan warga di Wageningen

Sungai Nederrijn

Hulu Sungai Rhine terletak di wilayah Graubünden di Banjaran Alps,Switzerland. Sungai ini kemudian mengalir melalui Swiss, Austria, Liechstein, Belanda, Jerman, dan Perancis. Untuk di Wageningen sendiri, hanya sebagian kecil dari aliran sungai di Nijmegen yang mengalir ke Wageningen. Jalur ini kemudian digunakan sebagai jalur angkut, jangan heran jika di Wageningen terdapat pelabuhan kapal. Disini jalur kapal terpantau cukup padat, mulai dari kapal layar, kapal angkut, hingga kapal pengangkut pasir melalui jalur disini.

Ketika musim panas tiba, sungai ini berubah menjadi saran rekreasi yang menyenangkan. Semua orang turun dan tumpah ke pinggir sungai untuk berenang ataupun belajar. Kalau kami, tim Asserpark 10 C memilih untuk barbeque-an di pinggir ‘pantai’. Selain barbeque, banyak orang yang berenang-renang, bermain jetski, bahkan berlatih perahu layar.

Barbeque dimulai

BBQ yang kami pilih adalah dada ayam, paprika, dan jamur. Selain itu ditambahkan bumbu barbeque grill yang memiliki rasa manis dari madu. Selain itu salad sapi pun disediakan bersama roti baguette. Kami membagi tugas di setiap pos. Arif dan Daniel bertugas di depan panggangan. Richa bertugas untuk memotong daging ayam dan saya melumurinya dengan saus barbeque. Daging dimarinade sekitar 10 menit. Lia, Fifi dan saya bertugas untuk menusuk daging dan sayuran ke tusuk sate yang telah disediakan. Sedangkan Tea, karena ini adalah perpisahannya, ia membantu beberapa kali untuk menyiapkan roti baguette.

Latihan Dura

Selama seminggu kami melakukan latihan tarian zumba berulang-ulang. Karena memang kami ini berlatih tarian ini untuk kenang-kenangan bareng bersama Tea. Untungnya kami punya Richa yang siap merekam setiap aksi kami nantinya. Setelah beberapa kali latihan, akhirnya kami pun bisa melakukan zumba dura-dura. Ahaha. Berikut ini adalah hasil tarian kami yang sumpah gak jelas minta ampun tapi menyenangkan.

Akhirnya setelah selesai menari dan semua kenyang, kami pun meninggalkan lokasi dan membersihkan semua sisa sampah. Yang paling saya suka dari Wageningen adalah, semua orang sadar dengan sampah masing-masing. Sehingga sangat jarang kalian melihat botol-botol bekas berceceran di pinggir pantai.

ditulis di Beringhem A-15

Wednesday, 11 July 2018, 1:21 CET

sambil denger lagu Dura- Daddy Yanke

You may also like

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.