Belajar sambil Jajan di SMESCO Vaganza

bersama Koh Agus
Siapa yang tidak kenal Agustinus Wibowo? Sasha Stevenson? Dua nama yang mengundang perhatian saya ketika diajak untuk ikut hadir dalam kegiatan SMESCO Vaganza. Saya mengenal nama Agustinus Wibowo karena buku-buku tentang perjalanannya dan juga tentang definisi rumah yang selama ini sulit saya gambarkan. Sedangkan Sasha Stevenson beberapa kali saya lihat chanel youtube-nya dibagikan oleh komedian seperti Raditya Dika di twitland. Dua nama inilah yang mencuri perhatian saya ketika hadir di Auditorium Gedung SMESCO, Sabtu (26 September).
FYI, ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di Gedung yang memiliki kubah bundar berwarna biru metalik. Hahaha. Jadi ketika saya kesini dengan Gojek, langsung bingung sama lokasi acaranya. Soalnya harus ketemuan dengan Kak Badai terlebih dahulu di ruang Mawar. Disana sudah kumpul blogger-blogger ternama di Indonesia. Beuh, langsung ngerasa jadi butiran debu banget. 
Saya juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan Koh Agustinus Wibowo. Foto-foto bareng. Heheh. Dan juga interview sedikit tentang perjalanannya ke Timur Tengah. Ternyata saking lama bukunya, ia sudah lupa detail-detail perjalanan yang pernah ia lakukan. tapi rencananya, buku yang ia buat akan ditranslate ke dalam bahasa Inggris. Saat ini sedang dalam tahap pengerjaan buku Ground Zero(Titik Nol). Menurutnya buku ini sangat berbeda dengan buku Titik Nol, ada beberapa cerita yang diubah. Kenapa? โ€œKarena minat pasar di Indonesia dan Luar Negeri sangat berbeda, Indonesia meminta cerita perjalanan, kalau pasar luar negeri lebih kepada makna dan filofosofi kehidupan,โ€ terangnya kepada kami saat itu. Duh, jadi pengen baca buku yang ditranslate. ๐Ÿ˜€
hananan.com mencuri waktu untuk minta tanda tangan Koh Agus
Setelah mendapatkan sesi interview langsung, blogger-blogger segera turun ke lantai 1 untuk melihat langsung pembukaan SMESCO Vaganza dan FestArt. Acara ini diadakan dengan konsep yang sangat menarik menurut saya, karena peserta diajarkan untuk belajar cara mem-boost produknya. Lihat saja materi-materi yang diadakan dalam dua hari ini. Ada Agustinus Wibowo dengan materi Travel Writing, kemudian Sasha Stevenson dengan materi Vlog Tips and Trik, Still Life Photography oleh Raiyani Muharramah, ada juga materi Monetize Your Socmed dari Yeyen Nursjid. 
Kelas ini diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan di Auditorium. Pembukaan ini diawali pembacaan doa dan kemudian menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Seneng banget kalau acara keren kayak gini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan. Berasa dapat feel nasionalisme gitu. ๐Ÿ˜€ Selain itu performa tarian Saman dari Aceh juga menarik hati. Kerennn.. 
Setelah itu, acara dibuka oleh sambutan dan juga penjelasan dari emak blogger dan juga salah satu dosen UHAMKA. Karena yang datang banyak mahasiswa baru, mereka diajak untuk lebih aktif mengikuti kegiatan ini karena memang acara ini sangat bermanfaat sekali. 
Penari Saman
berdiri dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Sebelum kelas dimulai, para blogger mendapatkan kesempatan untuk makan siang di laman parkir gedung SMESCO. Banyak food truck yang disediakan oleh pihak panitia. Menggandeng para pemilik food truck yang gemes-gemes. Saya mencicipi salah satu masakan di stand jajanan. Mencicipi siomay bandung, sosis bakar, taco, es buah, mie ayam juga. Ah parah. Abaikan perut saya yang besar ini. FYI, saya paling suka jajan karena kita bisa meningkatkan devisa negara dengan jajan. Hahaha. #pembenaranseorangtukangjajan
bersama seleb travel blogger
Koh Leo sedang mencari jajanan. ๐Ÿ˜€
Kelas Travel Writing oleh Agustinus Wibowo
kelas Travel Writing
Pembawaan Koh Agus yang tenang sepertinya menjadi andalan ia ketika travel. Terlihat dari aura nya yang terpancar positif. Koh Agus menceritakan dasar-dasar dalam menulis untuk kegiatan travel. Satu yang harus diingat, Good Writing only comes from Good Travel. Jadi sebelum berpergian perbaikin dulu niatnya. Jangan mau jalan-jalan trus berharap ketemu dompet jatuh di tempat wisata. Atau berharap dapat cowok ganteng di perjalanan #eh. Jadi menurut Koh Agus, cerita perjalanan yang baik dimulai dengan sebuah alasan. Bahasa kerennya sih, Travel with Purpose. Kamu harus menentukan tulisan perjalanan seperti apa yang ingin kamu tuliskan. Apakah seperti tulisan saya dalam menemukan salah satu penenun di pedalaman Maumere? Ataukah ingin menciptakan tulisan penuh dengan dialog dengan diri sendiri seperti tulisan Koh Agus? Kamu yang tentukan. 
Setelah itu, berkomunikasi dengan penduduk lokal atau orang yang kamu temui di perjalanan. Hal ini membentuk dialog antara kamu dengan destinasi yang kamu jelajahi. Bagaimana caranya kamu tahu bahwa disana pernah terjadi banjir pada beberapa tahun sebelumnya, atau bagaimana kamu tahu bahwa di daerah itu punya acara menarik dua hari kemudian? Karena itu diperlukan skill berkomunikasi yang baik. Menurut saya kenapa buku Koh Agus sangat memukau, karena ia melakukan dialog, entah dengan dirinya sendiri, dengan ibunya, bahkan dengan orang yang ia temui dalam perjalanan. 
Observasi dan Riset merupakan hal yang penting setelah berkomunikasi. Kita bisa melakukan observasi based on communication, sedangkan riset bisa kita lakukan dengan studi literatur. Banyak acara-acara ritual di sebuah daerah sudah dilupakan oleh generasi saat ini. Kealpaan penduduk lokal bisa ditaktisi dengan cara studi literatur dari buku-buku maupun Mbah Google. Misalnya saja ritual yang semula dilakukan oleh sebuah kampung, namun lama-kelamaan karena tidak ada yang bisa menggunakan bahasa daerah kampung tersebut, ritual itupun hilang. Banyak loh kejadian seperti ini. ๐Ÿ˜€
Koh Agus pun menunjukkan foto Masjid Istiqlal kepada audience. Kami disuruh membuat sudut pandang dari masjid ini. Yang saya lihat adalah anak kecil yang bermain di halaman masjid yang luas. Namun Koh Agus berfokus pada dinding masjid yang besar dan menjulang. Terasa sangat menghujam dan juga terasa sangat kecil. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Koh Agus, ternyata Masjid Istiqlal didirikan karena pada saat itu, Soekarno memiliki hubungan yang sangat erat dengan Rusia. Karena itulah, pondasi masjid ini mirip dengan pondasi bangunan komunis di Rusia. Sudut pandang inilah yang ingin dikenalkan oleh Koh Agus kepada penulis. 
Jangan mempersempit sudut pandang bahwa tulisan hanya berbicara mengenai How to get there?, atau How much you spend money? Perluas wawasan mengenai daerah destinasi yang dikunjungi. Ah, menyegarkan sekali kelas dari Koh Agus ini. ๐Ÿ˜€ 
Mengutip pernyataannya Koh Agus sebelum menutup kelasnya โ€œBangsa yang besar adalah bangsa yang melakukan perjalanan dan menuliskannyaโ€
Kelas Vlog Tips and Trik oleh Sasha Stevenson
Sasha Stevenson sedang menjelaskan mengenai Vlog
Selanjutkan kelas Vlog dari Sasha Stevenson. apa sih Vlog itu? Vlog merupakan singkatan dari Video Blog. Sasha adalah salah satu youtuber Indonesia dengan genre komedi. Video Sasha memiliki kekuatan karena Sasha adalah orang asing yang tinggal di Indonesia. Ia pun menggunakan kehidupan sehari-hari orang Indonesia sebagai bahan komedinya. Menurut saya menertawakan kehidupan sehari-hari dibutuhkan sebagai penyegar. 
Sasha menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar kumpulan videonya yang berjudul โ€œHow to Act Indonesianโ€. Video ini menggemaskan, karena keburukan orang Indonesia dikupas habis. Misalnya saja ibu-ibu di dapur yang suka menggunakan minyak goreng berulang kali. Dimulai dari memasak telur, kemudian digunakan untuk menggoreng kerupuk, kemudian digunakan untuk menggoreng ikan. Digunakan sampai minyak berwarna hitam. Jijik? Tapi itu adalah fakta bahwa orang Indonesia sangat hemat. ๐Ÿ˜€ Sasha juga menyinggung mengenai polisi Indonesia yang suka menerima tilang. Hahah. Ini fakta paling gahar dan memalukan. ๐Ÿ˜› 
Pengalaman Sasha tinggal di Indonesia ini menjadi hal-hal menarik dari sudut pandang seorang bule. Karena mungkin bagi kita, sudah terlalu mainstream menertawakan kehidupan sehari-hari. Tapi pembawaan Sasha yang lucu dan kocak, seringkali membuat kita terpingkal-pingkal dengan tingkah konyolnya di video. 
Ia memulai hidup di Indonesia sebagai guru bahasa Inggris, namun karena mimpinya untuk menjadi seorang artis, membuat dia beralih menjadi Youtuber. Apalagi sejak tahun 2003, Youtube memberikan uang bagi para Youtuber yang chanelnya sering dikunjungi. Menurut Sasha setiap 1.000 viewers, seorang Youtuber akan mendapatkan uang. Namun ada perbedaan mencolok antara Youtuber Indonesia dan luar negeri, uangnya lebih sedikit. Hihi. 
Ada tips dari Sasha mengenai Vlog yaitu buat video yang konsisten dan orisinil, hal ini lah yang diterapkan Sasha pada chanel Youtubenya. Ia terus membuat video komedi, karena menurutnya Subsciber Chanel youtubenya adalah para pecinta komedi. Ketika Sasha mencoba menyanyikan sebuah lagu di dalam Chanel Youtubenya, ia langsung kehilangan para viewers. Ternyata ia menyadari bahwa subscibernya membutuhkan Jokes, bukan Nyanyian. 
Sasha juga membuat video berseries dari How to Act Indonesian. Karena menurutnya video jenis Series inilah yang paling banyak disubscribe dan ditonton oleh banyak orang. Penting untuk membuat penont
on penasaran dengan video selanjutnya. Jadi tips kedua adalah membuat video berseries.
Jangan lupa untuk membuat musik atau aransemen sendiri, karena kita tidak bisa menggunakan musik dari orang lain untuk me-monetize chanel youtube kita. Karena itulah Sasha selalu menggunakan musik hasil aransemennya sendiri dalam chanel youtubenya. ๐Ÿ˜€
Nah, itulah sedikit cerita dari dua kelas yang diadakan di Gedung SMESCO dalam Acara SMESCO Vaganza. Semoga acara GRATISAN seperti ini lebih banyak diadakan. Selain mendapatkan ilmu, bisa sekalian jajan. hehe.

check juga hasil liputan para blogger kece yang datang ke acara SMESCO Vaganza. ๐Ÿ˜€

1    Atrasina Adlina — Belajar Sambil Jajan di Smesco Vaganza
http://www.adlienerz.com/2015/10/belajar-sambil-jajan-di-smesco-vaganza.html
2    Bartian Rachmat — Netizen Vaganza di Rumah Kreatif Bangsa 
http://bartzap.com/2015/10/03/netizenvaganza-di-rumah-kreatif-bangsa/
3    Chocky Sihombing — Smesco Netizen Vaganza 2015  
http://www.chockysihombing.com/smesco-netizen-vaganza-2015/
4    Citra Rahman — Belajar Travel Writing dengan Agustinus Wibowo di Smesco Netizen Vaganza
http://hananan.com/2015/09/30/belajar-travel-writing-dengan-agustinus-wibowo-di-smesco-netizen-vaganza/#
5    Cumilebay — Tambah Ilmu Keliling Nusantara di Smesco  
http://www.cumilebay.com/2015/09/tambah-ilmu-keliling-nusantara-di-smesco.html
6    Donna Imelda — Monetize Your Socmed Sebuah Catatan dari Smesco Netizen Vaganza  
http://donnaimelda.com/monetize-your-socmed-sebuah-catatan-dari-smesco-netizen-vaganza/
7    Evi Indrawanto — Smesco Art Fest dan Netizen Vaganza 2015  
http://eviindrawanto.com/2015/10/smesco-art-fest-dan-netizen-vaganza-2015/
8    Farchan Noor Rachman — Smesco Netizen Vaganza 
http://efenerr.com/2015/10/04/smesco-netizen-vaganza/
9    Gara P.W. — SmescoNV Jejak-Jejak Kaya Ilmu 
https://pwgara.wordpress.com/2015/10/04/smesconv-jejak-jejak-kaya-ilmu/
10    Hendra Fu — Bertabur Cerita di Smesco Netizen Vaganza 2015
http://letsescape.me/2015/10/05/bertabur-cerita-di-smesco-netizenvaganza-2015/
11    Katerina S. — Belajar Peka Pada Konsep Originality
http://www.travelerien.com/2015/10/belajar-peka-pada-konsep-originality.html
12    Lenny Lim — Travel Writing Bersama Agustinus Wibowo 
http://len-diary.blogspot.co.id/2015/09/travel-writing-bersama-agustinus-wibowo.html
13    Meidiana Kusuma — Smesco Netizen Vaganza 2015 
http://www.geretkoper.com/2015/09/smesco-netizen-vaganza-2015.html
14    Nurul Noe — Saatnya Pakai Local Brand Agar Lebih Keren 
http://nurulnoe.com/saatnya-pakai-lokal-brand-agar-lebih-keren/
15    Olive Bendon — SmescoNV 2015
http://obendon.com/2015/10/03/smesconv-2015/
16    Putri Normalita — Kekayaan Budaya & Kerajinan Nusantara di Smesco  
http://www.putrinyanormal.com/2015/09/kekayaan-budaya-dan-kerajinan-nusantara-di-smesco.html
Belajar Menulis dan Vlogging
http://liburmulu.com/belajar-menulis-dan-vlogging/
17    Salman Faris — Pesta Warga di Smesco Netizen Vaganza   
http://www.bluepackerid.com/2015/10/pesta-warga-di-smesco-netizenvaganza.html
18    Shinta Ries — Smesco Indonesia Lokal Brand Lebih Keren   
http://shintaries.com/smesco-indonesia-lokal-brand-lebih-keren/
19    Taufan Gio — Ada Apa di Smesco Netizen Vaganza 2015  
http://disgiovery.com/smesco-netizen-vaganza-2015/
20    Winda Krisnadefa — Menjaring Ilmu di Smesco Netizen  
http://www.emakgaoel.com/2015/10/menjaring-ilmu-di-smesco-netizen.html

You may also like

16 Comments

  1. Good Writing only comes from Good Travel.
    setuju banget dengan semua yang disampaikan mas Agustinus.

    Karena gak ikutan acaranya, jadi baca aja artikel yang diliput blogger.

  2. Lengkap banget Mbak Adlin. Iya senang juga kita ya, ada produk dari berbagai propinsi dan etnis Indonesia mejeng dalam satu lokasi. Terima kasih link blog saya ikut mejeng di sini ๐Ÿ™‚

  3. terima kasih kunjungannya Mbak Evi,
    iya ternyata SMESCO keren banget. udah tau kalau mau ajak temen bule kalau mau belanja. hehehe. ๐Ÿ˜€

  4. haha, inget banget. Dedek Ranu, bayi mungil yang gak rewel dibawa kemana-mana. ๐Ÿ˜€ Salam sayang buat dedek Ranu ya kak. ๐Ÿ˜€

  5. Liputan yang menarik dari sudut pandang yang berbeda, terimakasih sudah pasang backlink yaaa. Btw, itu kutipan dari Agus nya menohok banget ya: "bangsa yang besar adalah bangsa yang melakukan perjalanan dan menuliskannya". Luar biasa!

  6. terima kasih juga sudah mampir kak. ๐Ÿ˜€
    iyaaa, kata-katanya Koh Agus itu bener-bener ngena abis. makanya di highlight. heheh. ๐Ÿ˜€
    Apalah kita ini, cuman tulisan yang bisa dihasilkan. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *