Berderma Mudah Lewat Donor Darah

Saya ingat pertama kali mendonorkan darah. Pada bulan Juli di awal tahun 2009. Kegiatan donor darah dilaksanakan di Koridor Ilmu Kelautan. Saya banyak berbicara pada saat itu. Jujur, saya takut melihat jarum ketika ditusukkan di lengan kanan saya. Ketika saya diminta berdiri, saya pingsan. Semua orang mengerumuni saya. Itu adalah awal perkenalan saya dengan donor darah. Tak akan saya lupakan kejadian tersebut. 😀
Hingga saya diajak kembali oleh teman di tahun 2012, tapi saat itu entah kenapa Hemoglobin (HB) saya dibawah rata-rata. Rendah. Darah saya tak mungkin digunakan. Menurut dokternya hal ini terjadi karena saya bergadang dan tidur terlalu larut. Jika HB termasuk kategori rendah, kita tidak boleh mendonorkan darah. Karena bisa-bisa kita sendiri yang kekurangan darah. Untuk melihat apakah darah kita layak menurut kategori HB, ada cairan biru yang dicelupkan tetesan darah kita. Jika ia mengambang maka HB darah rendah, jika ia tenggelam maka bisa dipastikan kita siap untuk donor darah. 
Karena pernah tidak lolos donor darah, saya pun tak lagi menyambangi Unit Donor Darah. Saya kapok untuk ditusuk oleh jarum tapi tak jadi diambil darahnya. Hehehe. Setiap kali ada yang memanggil untuk donor, saya sudah menepi duluan. Takut. 
Hingga akhirnya pada 24 September 2013, saya mendonorkan darah di Kampus Merah. Saat itu sedang ada kerjasama antara Perikanan dan UPTD Donor Darah. Membuat keputusan untuk mendonorkan darah sebenernya pilihan yang sangat sulit. Pada saat itu saya sedang disibukkan oleh penulisan skripsi yang menuntut saya untuk bekerja sangat keras. Kurang makan dan kurang tidur. 
Saya sudah berharap saya sedang dalam keadaan tekanan darah rendah. Namun nasib berkata lain. Darah yang sangat cocok untuk didonorkan. Saya pun kembali deg-degan. Jangan-jangan nanti saya pingsan lagi. Atau saya akan kesemutan dan mati rasa. Bahkan saya pun berandai-andai jika darah saya akan dihisap sampai habis. Hahaha. Ketakutan seorang phobia. Ketika jarum disuntikkan di lengan kanan, saya langsung pucat. Saya terus menceracau menanyakan hal-hal yang tak penting kepada petugas pengambil darah. Alhamdulillah, saya berhasil selamat. Tak pingsan seperti pertama kali donor darah.
Hal yang sama pun terjadi di Gerai Donor Darah Mall Ratu Indah milik Palang Merah Indonesia (PMI), malam tadi. Ketakutan yang sama kembali menyerangku. Setelah HB dan tekanan darah dinyatakan baik untuk donor darah, saya mulai ketakutan. Sang petugas seakan menyadarinya. Ia mengajakku berbicara mengenai asal kampus dan lain sebagainya. Saya pun disuruh mencuci lengan untuk menghindari bakteri dan kuman yang menempel di lengan. Setelah itu saya diminta untuk berbaring. Untuk menghilangkan trauma saya terhadap jarum, ia banyak menjelaskan pentingnya donor darah. 
Menurut Dokter Jaga, sangat penting untuk terus donor darah. Selain menyehatkan, donor darah dapat membuat darah pendonor lebih bersih. Keuntungan lainnya kita bisa membantu korban kecelakaan atau pasien penyakit kronis. Karena menurut Dokter Tanti, setiap harinya PMI Kota Makassar membutuhkan lebih dari 200 kantong darah per hari. Pasien yang dilayani di PMI hingga 100 orang lebih setiap harinya. Siapa tau suatu saat kita akan berada di posisi korban tersebut dan kita butuh darah. Jadi jangan takut untuk mendonorkan darah kita secara rutin. 
Saya kembali selamat tanpa pingsan. Walau saya merasa pusing setelah jarum dilepas dari lengan kanan. Tapi dokternya menyuruh saya untuk bernafas secara normal. Menurutnya ini adalah tekanan psikis sehingga saya pusing dan nyaris pingsan. Hmmm. Ternyataa… 😀
Nah, dibawah ini adalah beberapa syarat untuk pendonor. So prepare yourself to help others  :
1. berbadan sehat
2. berusian 17 – 60 tahun
3. berat minimal 45 kg
4. tidak sedang menderita penyakit
5. wanita : sedang tidak hamil, menyusui dan menstruasi (harus sudah seminggu setelah masa menstruasi)
6. jarak waktu donor darah sekurang-kurangnya 3 bulan
Donor darah tidak akan membuat gemuk kok. Seperti yang ditakutkan oleh banyak wanita. Toh, pola makan yang harus dijaga. Bukan malah tidak ikut donor darah. Lawan ketakutanmu. Ini demi kemanusiaan. Saling berbagi dan memberi. Setetes darah sangat berarti….. 
Ayo, donor darahmu…
Identitas, 7 Januari 2013 (22:54 Wita)
Ditulis setelah donor darah..

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *