Berwisata Sekaligus Lestarikan Terumbu Karang

Beravonturir ke tempat-tempat unik dan sulit dijumpai akan memberikan sensasi tersendiri, terlebih kegiatan tersebut mendukung langkah pelestarian biota langka, seperti terumbu karang. Indonesia masuk dalam segitiga koral dunia (Coral Triangle). Jadi, jika anda berwisata di Indonesia, jangan lupa untuk pergi menyelam atau snorkeling. Tapi, jangan lupakan untuk bisa menjaga kelestarian terumbu karang.
Kalau saja saya tidak terdaftar sebagai mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin, mungkin saya tidak akan tahu bahwa terumbu karang adalah HEWAN. Bentuknya yang seperti batu membuat saya berpikir bahwa terumbu karang hanya memperindah eksotisme laut. Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. Karang adalah hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam Filum Coelenterata dan zoox inilah yang menyediakan makanan bagi terumbu karang untuk tumbuh.
Banyak orang yang mengetahui fungsi terumbu karang hanya memperindah. Padahal terumbu karang memiliki fungsi ekologis, fisik dan ekonomis. Selain dikenal sebagai obyek wisata, keberadaan terumbu karang berperan dalam menunjang keanekaragaman spesies laut serta mewadahi sumber makanan bagi hewan lainnya.

Terumbu karang bisa ditemui pada kedalaman 3 meter hingga 15 meter. Hal ini dikarenakan terumbu karang membutuhkan sinar matahari untuk tetap tumbuh. Faktanya untuk mencapai titik pertumbuhan seperti yang kita lihat di pulau-pulau, terumbu karang butuh waktu beratus-ratus tahun untuk mencapainya. Terkadang manusia tidak mengerti betapa sulitnya terumbu karang untuk tetap hidup. Banyak wisatawan yang menginjak dan memegang terumbu karang. ckckckck..

Pernahkan kalau pergi ke pulau, entah itu bersnorkeling atau menyelam kalian menemukan karang yang berwarna putih. Terkadang ia ditutupi oleh sejenis lumut hijau yang tumbu di karang putih. Jangan senang dulu dengan warna karang yang memutih. Itu tandanya karang dalam keadaan tidak sehat. Hewan asosiasi karang atau Zoox hilang dari tubuh polip karang. Banyak sebab hingga zoox hilang dari karang, misalnya : pemanasan air laut (global warming), sedimentasi (polip karang tertutupi oleh nutrien sehingga sinar matahari tidak bisa mencapainya), plastik (sama seperti nutrien, plastik tidak bisa terurai sehingga ada kemungkinan menutupi polip karang), hewan pemakan karang (Acanthaster plancii dan Parrotfish) dan juga tingginya kerusakan yang disebabkan oleh manusia. Sebut saja ketika kita menginjak karang, bagian tubuhnya akan patah. Semakin banyak yang patah, maka terumbu karang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk recovery. 

Acanthaster plancii, biasa disebut Crown of Thorns

Coral Bleaching, yang bagian putih
Karena itulah, jika anda berwisata di dekat terumbu karang usahakan jangan menginjak ataupun memegang terumbu karang. Nikmati keindahannya tapi jangan menyentuhnya. Ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan jika berwisata di sebuah pulau dengan terumbu karang yang indah
.
Hal-hal yang bisa dilakukan untuk melestarikan terumbu karang :
1. Jika pergi menyelam ke pulau, usahakan jangan hanya menyelam untuk wisata saja. Lakukan hal-hal sepele padahal sangat berguna. Misalnya, memungut sampah yang ada di atas terumbu karang. Karena sampah plastik atau tali dapat membuat hewan yang berasosiasi dengan terumbu karang mati kekurangan sinar matahari.
2. Selain itu usahakan untuk tidak memegang dan menginjak terumbu karang. Biasanya para pemula suka mendekati terumbu karang. Karena banyak wisatawan yang tidak mengerti bahwa terumbu karang butuh waktu 2 tahun untuk tumbuh sepanjang 3 cm.
3. Jangan buang sampah sembarangan jika pergi ke pulau. Usahakan bawa sampah yang anda bawa ke pulau. Karena biasanya sampah-sampah yang ada di pulau langsung dibuang ke laut atau dibakar. Tidak semua pulau memiliki pengelolaan sampah yang baik. Tahun lalu, MACSI memiliki kerjasama untuk membuat pengelolaan sampah di Pulau Barrang Lompo. 
Jangan tanyakan apa yang telah orang lain lakukan, tapi tanyakan pada diri kita sendiri, apa yang sudah kita lakukan bagi terumbu karang??
Atrasina Adlina
dibuat di Fak Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas, 7 September 2013

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *