Cara Buat SKCK Untuk Syarat LPDP

Setelah buat postingan untuk buat surat kesehatan (baca disini), saya mau share ketika saya membuat SKCK di Polsek Bojonggede. SKCK merupakan singkatan dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian, yang menunjukkan bahwa kita tidak pernah melakukan tindak kriminal. SKCK biasa digunakan untuk melamar pekerjaan maupun beasiswa. 
 
Dalam kasus beasiswa LPDP, SKCK dibutuhkan jika kita sudah lolos tahap administrasi (tahap pertama). SKCK wajib dibawa saat proses verifikasi dokumen. Jika SKCK tidak dibawa, maka kemungkinan besar calon awardee tidak bisa melanjutkan ke proses selanjutnya (proses interview, LGD dan Essay on the spot). 
Pembuatan SKCK cukup mudah, tidak terlalu sulit dan mahal seperti membuat surat keterangan sehat dan bebas narkoba. Saya sarankan untuk datang sepagi mungkin dan bukan pada saat deadline LPDP. Hal ini untuk menghindari padatnya antrean orang yang mengurus LPDP juga. Hehe. Kantor polisi untuk mengurus SKCK sudah beroperasi sejak pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 14.30. Jangan terlambat!
Penting diingat, SKCK hanya dibuat di kantor polisi terdekat dari rumah. Agak sulit jika membuat SKCK ketika di kantor polisi yang berbeda dari KTP kita.  
Sebelum datang ke Kantor Polisi terdekat dari rumah, ada beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan. Tapi yang perlu diingat, setiap Kantor Polisi memiliki dokumen wajib yang berbeda. Kalian harus cek di kantor polisi terdekat dokumen apa saja yang dibutuhkan. Saya menuliskan dokumen wajib dari Kantor Polisi Sektor Bojonggede. 
1.       Fotocopy KTP dengan menunjukkan KTP asli
2.       Fotocopy Kartu Keluarga
3.       Fotocopy Akta Kelahiran / Kenal Lahir
4.       Fotocopy kartu identitas lain bagi yang belum memenuhi syarat untuk mendapatkan KTP
5.       Pasfoto berwarna 4×6 cm sebanyak 6 lembar yang akan digunakan untuk :
A.      SKCK 1 lembar
B.      Arsip 1 lembar
C.      Buku agenda 1 lembar
D.      Kartu TIK 1 lembar
E.       Formulir sidik jari 1 lembar
Catatan : pas foto yang dimaksud adalah foto resmi dengan latar belakang merah, berpakaian sopan, tampak muka. Bagi yang menggunakan jilbab, muka harus terlihat utuh.
 

Membaca dari blog lainnya, ada beberapa berkas yang butuh untuk disiapkan seperti surat pengantar dari RT/RW dan surat pengantar dari kelurahan. Saya juga sempat mengurus surat pengantar tersebut, namun ternyata surat tersebut tidak digunakan ketika mengurus SKCK di Polres Bojonggede. Sekali lagi, check ulang dokumen yang dibutuhkan di kantor polisi terdekat ya. 😀

Setelah memasukkan berkas kita ke dalam loket, Bu Polisi akan menanyakan tujuan pembuatan SKCK. Jawab dengan jujur : Beasiswa, bu. Setelah itu ia akan mencocokan semua dokumen, tunjukkan KTP asli. Bu Polisi juga akan meminta sidik jari kita. Setelah itu kita dipersilahkan keluar dan menunggu nama kita akan dipanggil. 

Untuk proses pembuatan SKCK sesuai dengan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), warga negara yang membuat SKCK dibebankan biaya sebesar Rp. 10.000. Jika ingin menambahkan, dipersilahkan. Ada yang membayar Rp. 15.000, Rp. 20.000, dan seterusnya. SKCK bisa ditunggu ditempat, sekitar 30 menit (jika tak antri) maka kita sudah bisa mendapatkan SKCK kita. 
Jangan lupa bilang terima kasih sama Bu Polisinya ya. 😀
Semangat LPDP!! Tolong doanya untuk pengumuman tanggal 10 Maret! 😀
Ditulis di Aston Manado
23:29 WITA, Tuesday 1 March 2016
Sambil nonton National Geographic about Borobudur

You may also like

6 Comments

  1. Sedikit berbeda dengan cara pengurusan di Sumatera Barat, kalau disini harus ada surat pengatar dari Kantor Wali Nagari, Camat dan Kapolsek. selanjutnya di proses di Kapolres. 😀

  2. Wah, saya juga tinggal di Bojonggede nih. Waktu itu bikinnya kapan ya? Kalau gak salah sekarang kantor polseknya sudah pindah, bukan dekat danau lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *