Cara Mengurus Akta Kematian

 

Innalillahi wa innalillahi rajiun. Setiap manusia pasti akan menemui kematian. Setelah kehilangan Mbah Rayi bulan lalu, saya diminta untuk mengurus Akta Kematian.

Akta Kematian saya gunakan untuk membuktikan ke pihak asuransi di Belanda bahwa ada keluarga dekat yang meninggal. Dengan Akta Kematian, biaya perjalanan bisa diganti oleh pihak asuransi. Tapi biasanya hanya orang terdekat. Silakan baca tulisan saya tentang AON insurance.

Apa itu Akta Kematian?

Sama seperti Akta Kelahiran, Akta Kematian merupakan tanda bukti bahwa seseorang telah meninggal. Biasanya Akta Kematian digunakan untuk mengurus asuransi si mayit atau sebagai penetapan klaim ahli waris dan sebagainya.

Apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus Akta Kematian?

  1. Surat pengantar dari RT dan RW
  2. Surat kematian (visum) dari dokter / petugas kesehatan ( fotocopy)
  3. Surat kematian dari Kelurahan (Asli)
  4. Bukti Pemakaman / Surat Izin Pemakaman ( fotocopy)
  5. KTP dan KK sang mayit ( Asli)
  6. Akta Kelahiran / Ijazah yang meninggal ( Fotocopy)
  7. Data saksi-saksi 2 orang (Fotofopy e-KTP)
  8. Foto Copy Buku Nikah sang mayit (fotocopy)

Pengurusan akta kematian ini bisa menghabiskan waktu berminggu-minggu. Atau bahkan hanya satu hari. Tergantung dari pihak kelurahan yang mengurus akta kematian tersebut. Semoga bisa sedikit membantu.

Ditulis di Beringhem

3:38 PM, Tuesday 30 October 2018

You may also like

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.