Pantheon Makam Para Pesohor Perancis

Menuju Makam Para Pesohor Perancis Saya berkesempatan mengunjungi makam para pesohor Perancis di zamannya. Bangunan yang awalnya dibangun sebagai gereja kemudian berganti sebagai makam atau biasa disebut Mausoleum. Disinilah banyak jasad para ahli dimakamkan. Perjalanan kali ini saya lakukan bertiga dengan Arif dan Lisana. Perjalanan menuju Pantheon dari kostnya Dollah tak terlalu jauh. Hanya 3,7 kilometer ditempuh dengan kereta api bawah tanah. Dari stasiun Cite Universitaire kami menuju stasiun Luxembourg. Stasiun ini terletak tak terlalu jauh dari Pantheon sendiri hanya sekitar 700 meter berjalan kaki, kami pun telah tiba di Pantheon. […]

Continue Reading

Sunrise View from Tatanggo Hills, Namlea

  Sedari pagi kami berusaha menyelesaikan tugas sebelum beranjak dari penginapan. Karena pagi ini adalah pagi terakhir, saya berusaha menghabiskannya untuk menjelajah. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.15 WIT. Sebenarnya sudah agak terlambat untuk melihat sunrise, tapi kami berdua tetap memaksa untuk menuju Bukit Tatanggo. Bukit ini masuk dalam daftar wisata andalan Pulau Buru, menurut website resmi Kabupaten Buru.  Perjalanan ke Bukit Tatanggo tidak membutuhkan waktu lama. Dari daerah Simpang Lima jika menggunakan sepeda motor hanya menghabiskan waktu sekitar 5 menit. Kami memberhentikan ojek di depan BNI Namlea, langit sudah berwarna pink […]

Continue Reading

Sweet Escape at Lala Beach

Matahari masih belum nampak, saya bergegas menyiapkan kamera dan air minum. Pagi ini adalah dua hari terakhir sebelum saya meninggalkan Pulau Buru. Karena itu saya tak ingin menyiakan kesempatan. Menurut informasi dari seorang teman, salah satu spot bagus untuk melihat matahari terbit adalah Pantai Lala. Nah, atas rekomendasi inilah saya pun dan kedua teman saya segera mencari ojek untuk mengangkut kami ke Desa Lala. Dalam pemahaman kami bertiga, pantai Lala terletak di Desa Lala. Kami pun menyetop ojek, saat itu waktu masih menunjukkan pukul 5.40 WIT. Langit masih gelap, bintang masih […]

Continue Reading

Resep Umur Panjang dari Nenek Berumur 100 tahun di Wamlana

Saya bersyukur dapat bertemu dengan Nenek Maryam Salasiwa, saya memanggilnya Nenek saja. Beliau adalah ibu dari seorang Bapak Ide, mantan nelayan yang rumahnya kami tempati menginap selama satu minggu. Di Desa Wamlana, saya belajar banyak dari Nenek Ima yang dipercaya berumur lebih dari 100 tahun, saat Belanda dan Jepang masih berkeliaran di Pulau Buru. Ia pun masih bisa menggunakan bahasa Jepang sedikit-sedikit. Pun bahasa Belanda yang ia pelajari dari orang Belanda yang kerap menyambangi desa-desa di waktu lampau. Ia lahir di sebuah desa kecil bernama Waipoti sekitar tahun 1900-an awal. Ia […]

Continue Reading

Drama Dua Hari di Kamboja bersama YSEALI

Perjalanan menuju Kamboja untuk mengikuti kegiatan YSEALI penuh dengan drama, mulai dari wawancara LPDP dengan interviewer yang menyeramkan, gak bawa uang riel ketika tiba di Kamboja, terlambat datang ke acara, handphone ketinggalan, dan drama lainnya. Alert : Perjalanan ini adalah perjalanan penuh drama. Jika tidak mau muntah, tolong segera log out dari laptop Anda dan segera cari makan. Takutnya nanti Anda masuk angin. Parental Guidance! Panjang banget loh.. Ketika wawancara untuk beasiswa LPDP, Jumat (19/02), saya bawa tas backpack dan tas selempang. Sudah dua hari ini saya menginap di rumah seorang teman, […]

Continue Reading

Menyimpan Kenangan di Pantai Pink

Perjalanan kami dimulai pagi, ketika matahari telah tinggi. Jam tangan menunjukkan waktu 09.24 Wita, setelah sarapan kami memulai perjalanan. Dengan menyewa mobil, kami merencanakan field trip ke Tanjung Luar dan Pantai Pink.  Bang Wildan duduk di depan dengan supir, ia ingin dipanggil Mas Dedi. Di kursi tengah ada  saya, Bang Irwan, Bang Firman. Sedangkan Bang Lalu, Bang Juchrin dan Kak Ma’aruf menempati kursi belakang. Lagu dari Tab Bang Wildan terputar sepanjang perjalanan.   Perjalanan ke Tanjung Luar Tanjung Luar terletak di Lombok Timur, kami kesini untuk melihat keadaan di Tempat Pendaratan Ikan […]

Continue Reading

Mengunjungi Smithsonian Institutes

Berkesempatan mengunjungi museum besar merupakan sebuah anugerah tersendiri, sebagai anak Indonesia yang sangat mencintai museum dan benda-benda bersejarah. Kesempatan yang tidak saya lewatkan ketika memiliki waktu untuk datang di Washington DC.  peta National Mall yang diambil dari Smithsonian Castle Information Centre US Capitol. 😀 di depan US Library Congress Kala itu, saya, Aken, William, Imam dan Karmun memilih untuk mengelilingi beberapa museum di bawah asuhan Smithsonian Institutes. Kami mengunjungi US Capitol terlebih dahulu. Mendengarkan sejarah tentang bagaimana Amerika bisa bersatu. Si guide tour menjelaskan dengan detail apa-apa saja yang ada di […]

Continue Reading

Indonesia, Sebuah Keindahan Tiada Tara

Saya mencintai Indonesia, yang memiliki ribuan pulau, ratusan gunung, hamparan sawah, dan penduduk yang ramah. Indonesia yang tak akan bosan dikagumi. Untuk menjelaskan Indonesia, mungkin catatan perjalanan di beberapa tempat seakan tak cukup menggambarkannya. Dari beberapa tempat yang sudah saya singgahi ada beberapa tempat yang membuat saya merasakan keindahan. Keindahan yang tak mungkin dibuat oleh manusia. Keindahan alam yang membuat saya berhasil berteriak dan berjanji akan kembali. 1.       Gili Nanggu Narsis sendirian di Pantai Gili Nanggu (foto by : @adliencoolz) Lombok, saya berjanji akan kembali lagi kesini. Walau saya tidak tahu […]

Continue Reading

Monumen Mandala, Peringatan Sejarah Pembebasan Irian Barat

Sebuah bangunan dengan bentuk seperti Monumen Nasional (Monas) di Jakarta. Namun bentuknya lebih “gendut”. Bangunan yang didirikan sebagai tanda pembebasan Irian Barat pada tahun 1962 kembali ke pangkuan Indonesia dan diberi nama Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat.  Didirikan pada 11 Januari 1994 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Monumen ini terletak dengan Pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi). Kalau dari Lapangan Karebosi, kita bisa jalan kaki ke arah Jl Jend Sudirman. Bangunan ini ber”tetangga” dengan bangunan Kodam yang sudah dibangun sejak zaman colonial Belanda.  Jika kita masuk ke Monumen Mandala, di dasar bangunan […]

Continue Reading

Al Hilal, Masjid Tertua di Sulawesi Selatan

Buat yang beragama Islam, pernahkah coba datang dan merasakan shalat di Masjid Tua Al Hilal daerah Katangka? Sebuah masjid dengan gaya arsitektur tempo doeloe yang hingga sekarang masih berdiri kokoh di pinggir Jalan Syech Yusuf. Masjid yang didominasi warna putih agak kusam ini berdiri dekat dengan kuburan raja-raja Gowa. Dibangun pada tahun 1608, membuat masjid ini didaulat sebagai masjid tertua di kawasan Sulawesi Selatan. Dengan 4 buah pilar putih dan 4 buah tonggak besi membuat masjid ini terkesan sederhana namun elegan. Di dalam masjid kita bisa menemukan dua buah tongkat seperti […]

Continue Reading