Maritim Museum di Rotterdam

Mengunjungi  di Rotterdam secara dadakan di minggu pagi setelah gagal mengantar kepergian beberapa teman Wageningen di Schipol. Dan saya takjub dengan museum ini. Ceritanya, karena saya sudah kadung di Schipol, saya pun memilih untuk pergi makan di Pempek Elysha. Namun karena Pempek Elysha baru buka di jam 12, saya pun mengarahkan kaki menuju Maritim Museum di kota Rotterdam. Maritim Museum di Rotterdam   Perjalanan ke Maritim Museum ini bisa dibilang dadakan. Karena harus singgah di Rotterdam dan Pempek Elysha buka masih lama, saya pun mencari museum terdekat dari Statiun Rotterdam Central. […]

Continue Reading

[Foto] Kota Haarlem

Haarlem adalah ibukota provinsi dari North Holland dan tak terlalu jauh dari Amsterdam. Tempat ini menjadi tempat tinggal bagi 159.556 orang di tahun 2017. Karena dekat dengan Amsterdam membuat kota ini menjadi salah satu tempat tinggal orang yang kemudian bekerja di Amsterdam. Perjalanan ke Haarlem ini sangat tak direncanakan, saya tiba-tiba melihat postingan Whatsapp Isti yang bersiap pergi. Kemudian saya bertanya dan ia menjelaskan bahwa ia akan pergi ke Haarlem. Tanpa berpikir panjang, saya pun langsung meminta ikut kesana. Perjalanan menuju ke Haarlem Perjalanan dari Amsterdam Centraal hanya ditempuh selama 15 menit menggunakan Sprinter. […]

Continue Reading

6 Tempat Makan Halal di Amsterdam

Jadi saya beberapa kali nge-guide orang Indonesia di Amsterdam. Dan selama itu pula saya selalu mendapatkan pertanyaan “Dimana restoran halal di Amsterdam dan harga terjangkau?”. Saya pun akhirnya mencoba mencari list restoran halal dengan harga ekonomis. Bagaimana caranya saya yakin ini halal? Mereka menuliskan logo halal di depan pintu restoran. Walaupun saya gak tau dengan pasti, mereka menggunakan daging darimana, tapi logo halal di Eropa gak main-main menurut saya. Mereka bisa dituntut jika ternyata tidak memenuhi syarat. Selain itu mereka pun berbohong sama Allah SWT. Saya melakukan tabayyun datang ke restorannya dan […]

Continue Reading

[Foto] Leiden Satu Hari Bersama Arif

Suhu di Leiden sudah menunjukkan angka 7 derajat. Lumayan untuk membuat kami menangkupkan tangan berkali-kali ke wajah. Asap putih mengepul menunjukkan suhu yang semakin dingin. Tujuan pertama kami adalah kincir angin tua yang ada di pusat kota Leiden. Molen de Valk, berdiri kokoh tak jauh dari Stasiun Leiden. Hanya berjalan kaki sekitar 5 menit dan ‘The Falcon’ akan terlihat gagah menjulang. Daun-daun menguning disekitar kincir yang dibangun pada tahun 1785. Kincir ini merupakan landmark yang terkenal dari Leiden. Biasanya sore hari, banyak orang yang berolahraga di dekat kincir ini. Saya masuk […]

Continue Reading

Tips Keliling Belanda dengan Kartu Murah + Amsterdam Tour

Saya pernah mencoba satu kali pergi ke beberapa tempat di Amsterdam dengan menggunakan tarif reguler. Hasilnya? MAHAL. Pengeluaran membengkak. Karena jujur saja, Belanda merupakan salah satu negara dengan sistem transportasi termahal. Kalau paling mahal itu di Swiss. Sebelum memulai, ada baiknya, kalian membaca tulisan saya tentang Apps wajib ketika datang ke Belanda disini. Baca di bagian Apps 9292, apps untuk transportasi selama di Belanda. Bisa juga pakai Google sih sebenarnya. Haha. Tapi kalau di 9292 atau NS Planner lebih komprehensif aja rasanya. Naik Kereta Buat teman-teman yang sedang datang di Belanda […]

Continue Reading

Pantheon Makam Para Pesohor Perancis

Menuju Makam Para Pesohor Perancis Saya berkesempatan mengunjungi makam para pesohor Perancis di zamannya. Bangunan yang awalnya dibangun sebagai gereja kemudian berganti sebagai makam atau biasa disebut Mausoleum. Disinilah banyak jasad para ahli dimakamkan. Perjalanan kali ini saya lakukan bertiga dengan Arif dan Lisana. Perjalanan menuju Pantheon dari kostnya Dollah tak terlalu jauh. Hanya 3,7 kilometer ditempuh dengan kereta api bawah tanah. Dari stasiun Cite Universitaire kami menuju stasiun Luxembourg. Stasiun ini terletak tak terlalu jauh dari Pantheon sendiri hanya sekitar 700 meter berjalan kaki, kami pun telah tiba di Pantheon. […]

Continue Reading

Sunrise View from Tatanggo Hills, Namlea

  Sedari pagi kami berusaha menyelesaikan tugas sebelum beranjak dari penginapan. Karena pagi ini adalah pagi terakhir, saya berusaha menghabiskannya untuk menjelajah. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.15 WIT. Sebenarnya sudah agak terlambat untuk melihat sunrise, tapi kami berdua tetap memaksa untuk menuju Bukit Tatanggo. Bukit ini masuk dalam daftar wisata andalan Pulau Buru, menurut website resmi Kabupaten Buru.  Perjalanan ke Bukit Tatanggo tidak membutuhkan waktu lama. Dari daerah Simpang Lima jika menggunakan sepeda motor hanya menghabiskan waktu sekitar 5 menit. Kami memberhentikan ojek di depan BNI Namlea, langit sudah berwarna pink […]

Continue Reading

Sweet Escape at Lala Beach

Matahari masih belum nampak, saya bergegas menyiapkan kamera dan air minum. Pagi ini adalah dua hari terakhir sebelum saya meninggalkan Pulau Buru. Karena itu saya tak ingin menyiakan kesempatan. Menurut informasi dari seorang teman, salah satu spot bagus untuk melihat matahari terbit adalah Pantai Lala. Nah, atas rekomendasi inilah saya pun dan kedua teman saya segera mencari ojek untuk mengangkut kami ke Desa Lala. Dalam pemahaman kami bertiga, pantai Lala terletak di Desa Lala. Kami pun menyetop ojek, saat itu waktu masih menunjukkan pukul 5.40 WIT. Langit masih gelap, bintang masih […]

Continue Reading

Resep Umur Panjang dari Nenek Berumur 100 tahun di Wamlana

Saya bersyukur dapat bertemu dengan Nenek Maryam Salasiwa, saya memanggilnya Nenek saja. Beliau adalah ibu dari seorang Bapak Ide, mantan nelayan yang rumahnya kami tempati menginap selama satu minggu. Di Desa Wamlana, saya belajar banyak dari Nenek Ima yang dipercaya berumur lebih dari 100 tahun, saat Belanda dan Jepang masih berkeliaran di Pulau Buru. Ia pun masih bisa menggunakan bahasa Jepang sedikit-sedikit. Pun bahasa Belanda yang ia pelajari dari orang Belanda yang kerap menyambangi desa-desa di waktu lampau. Ia lahir di sebuah desa kecil bernama Waipoti sekitar tahun 1900-an awal. Ia […]

Continue Reading

Drama Dua Hari di Kamboja bersama YSEALI

Perjalanan menuju Kamboja untuk mengikuti kegiatan YSEALI penuh dengan drama, mulai dari wawancara LPDP dengan interviewer yang menyeramkan, gak bawa uang riel ketika tiba di Kamboja, terlambat datang ke acara, handphone ketinggalan, dan drama lainnya. Alert : Perjalanan ini adalah perjalanan penuh drama. Jika tidak mau muntah, tolong segera log out dari laptop Anda dan segera cari makan. Takutnya nanti Anda masuk angin. Parental Guidance! Panjang banget loh.. Ketika wawancara untuk beasiswa LPDP, Jumat (19/02), saya bawa tas backpack dan tas selempang. Sudah dua hari ini saya menginap di rumah seorang teman, […]

Continue Reading