Cerita Awal Waktu dan Sang Penjaga Waktu


Saya akan membahas buku yang saya beli di Gramedia Depok, tujuh bulan lalu. The Time Keeper, judulnya. Sang Penjaga Waktu. Saya membeli buku ini karena penasaran dengan ceritanya. Micth Albom pernah sukses dengan buku Tuesdays with Morrie dan The Five People You Meet in Heaven.
Pada buku ini kita diajarkan betapa pentingnya waktu bagi hidup kita. Diawali cerita ratusan bahkan ribuan tahun lalu. Ketika manusia belum pernah mengukur waktu. Tidak ada jam pasir, jam matahari bahkan jam modern yang kita gunakan sekarang. 

Tersebutlah, Dor, Nim dan Alli. Tiga anak kecil yang berkejaran di bukit. Mereka saling bersahabat. Nim si kuat, Alli si cantik dan Dor si pengukur waktu. Pernahkah kalian membayangkan dunia tanpa ada yang berkejaran dengan waktu, tak ada jadwal, tidak ada kata terlambat, atau ribut tentang hari ulang tahun yang telah lewat.

“Hanya manusia yang mengukur waktu, Hanya manusia yang menghitung jam. Itu sebabnya hanya manusia yang mengalam ketakutan hebat yang tidak dirasakan mahluk lainnya. Takut kehabisan waktu”
Cerita berganti : Sarah Lemon, seorang gadis tambun yang sedang kasmaran. Victor Delamonte, seorang kaya tua yang sedang digerogoti penyakit. Mereka punya masalah yang sama : Takut kehabisan waktu. 
Hingga waktu berlalu dan mereka semakin besar. Nim menjadi jangkung dan segera menjadi penguasa negeri. Dor dan Alli menjadi pasangan. Tapi mereka diusir dari desa karena tak mau memenuhi permintaan Nim. Di tempat pengasingan, Dor menjadi pengukur waktu. Ia mengukur waktu menggunakan tongkat-tongkat kayu, tulang-tulang, matahari, bulan, dan bintang-bintang. Dan sampai pada ketika Alli jatuh sakit. Dor akan melawan dewa. Dia akan mendaki menara Nim dan melakukan apa yang belum pernah dilakukan para dewa. Menghentikan waktu. 

Dor terbangun dalam sebuah gua. Ia menangis. Mengingat janjinya pada Alli, masa remajanya, masa kanak-kanaknya. Laki-laki tua datang padanya dan menjulurkan tongkat pada Dor. Ia mengatakan bahwa Dor mengubah apa yang ada di Bumi setelah ia hadir. Dor telah menghitung waktu. Sang laki-laki tua menjelaskan kesalahan terbesar yang dilakukan Dor. 

“Tak lama lagi manusia akan menghitung seluruh hari-harinya, dan kemudian bagian-bagian yang lebih kecil dalam sehari, dan kemudian yang lebih kecil lagi sampai akhirnya dia terobsesi dengan dan keajaiban dunia yang dianugerahkan kepadanya tidak lagi diingatnya.”
Dor mendapatkan hukuman untuk memahami konsekuensi dari menghitung momen-momen. Dengan mendengarkan penderitaan yang ditimbulkannya. Hingga langit dan bumi menyatu. 
Cerita berganti : Sarah Lemon jago pelajaran IPA. Untuk apa? Jika ia tak bisa mendekati Ethan. Cowok populer yang bekerja sosial di tempat penampungan yang sama dengannya. Tapi ia merasa Ethan memiliki rasa yang sama padanya. 
Cerita berganti : Victor Delamonte orang terkaya keempat belas menurut majalah internasional. Untuk apa? Jika ia tak bisa membiarkan dirinya hidup lebih lama, pergi dari penyakit yang dideritanya. 
Dor mulai menjalani hukumannya. Ia mendengar suara permintaan untuk mengulur waktu menjadi lebih lama. Lebih banyak waktu. Waktu sepertinya berlalu terlampau cepat bagi setiap orang dibumi, kecuali bagi dirinya sendiri. Hingga pelan-pelan Dor menyadari bahwa waktu memang akan berlalu. Ia pun mengutuki dirinya sendiri, padahal ia bisa menghabiskan waktu bersama Alli, mendengarkan suaranya lebih banyak, membaringkan kepada di dekatnya. 
Enam ribu tahun berlalu. Laki-laki tua itu datang kembali kepada Dor. Ia memberikan Dor tugas untuk bertemu dua orang di Bumi. Satunya menginginkan lebih banyak waktu, dan satunya lagi menginginkan lebih sedikit. Dor harus mengajari apa yang telah ia pelajari selama enam ribu tahun. 
“Ingat ini selalu: Ada alasannya mengapa Tuhan membatasi hari-hari manusia.”
Cerita berganti : Sarah sedang bersama Ethan. Ia mendapatkan ciuman dari Ethan. Sesuatu yang membuatnya yakin bahwa Ethan menginginkannya. Ia membelikan jam tangan untuk Ethan. Bertemu dengan Dor, dan Dor segera mengenalinya. Seseorang dari Bumi yang menginginkan waktu berhenti.

Cerita berganti : Victor sedang mencari jam antik. Agar bisa dibawa kemanapun. Jam kokoh yang akan dibawanya ke satu masa kehidupan lagi. Dor segera mengenalinya. Seseorang dari Bumi yang menginginkan lebih banyak waktu. 

Dor mendatangi Victor yang berada di dalam ruang kerjanya. Bercerita kepada Victor tentang apa yang pernah ia tahu tentang Victor. Permintaan Victor dan ketidakpercayaannya pada doa setelah ibunya meninggal. 
“Kita semua mendambakan apa yang telah hilang dari kita.
Tetapi kadang-kadang kita melupakan apa yang kita miliki”
Malam tahun baru.
Victor akan memasuki tahap tidur panjangnya. Ia akan pergi sementara. Jasadnya akan didinginkan dan dibangkitkan lagi setelah masa atau era saat ini berakhir. Grace akan sedih jika tahu bahwa ia menginginkan dirinya untuk dikuburkan dalam keadaan seperti ini.
Sarah berfikir untuk bunuh diri. Ia sudah tahu alasannya untuk bunuh diri. Ethan mencampakkannya. Ia tak tahu apa lagi yang harus dilakukannya. Ethan adalah alasan utamanya agar tetap hidup. Tapi saat ini ia sudah tak punya apa-apa lagi. Lorraine tak bisa memberikan dia jawaban. 
Victor sudah siap masuk dalam masa tidur panjang
Sarah sudah siap menyalakan mesin mobil untuk menghirup gas beracun
Dor menghentikan waktu mereka dan membawa mereka ke satu tempat.

Mereka berdua ditunjukkan masa depan setelah mereka pergi. Ethan yang setelah ditinggal Sarah bukan malah sedih seperti apa yang ia fikirkan. Ethan pergi kencan dengan perempuan lainnya. Ia tak sedih sama sekali. Rencana bunuh diri untuk membuat Ethan sedih tak berhasil. Ia malah membuat ibunya sangat sedih dan kehilangan. Rasa malu melihat masa depannya membuat ia menyesal. Ia merasa jalan buntu menyergapnya ketika ia ingin bunuh diri. Dor pun menjawab : 
“Jalan buntu adalah untuk hari kemarin, bukan hari esok”
Giliran Victor yang melihat masa depannya. Grace yang bersedih karena Victor tidak memberi tahu sama sekali tentang ide gilanya ini. Grace terlihat sangat sedih dengan pilihan Victor untuk berdiam disini. Victor merasakan hal itu. Pikirannya tentang hidup kembali di masa depan, membuat dia merampas kedekatannya dengan Grace di waktu-waktu terakhirnya. 
Victor kembali dihadapkan dengan keadaan masa depan yang ia dambakan. Sebuah masa yang ia harapkan akan baik-baik saja. Dimana pengobatan sudah sangat modern dan mutakhir untuk menyembuhkannya. Namun yang terjadi adalah memori otaknya disiarkan seantero negeri. Ditonton oleh penduduk yang sudah lupa bagaimana indahnya hijaunya pepohonan, birunya laut dan bersihnya udara. 
Victor merasa malu bahwa memorinya diekspos sedemikian rupa. Ditonton oleh orang yang sepertinya haus cara merasakan sesuatu. Dor pun menjelaskannya pada Victor dan Sarah :
“Mengertikah kau sekarang? Bila kita diberi waktu tak terbatas, tidak ada lagi yang istimewa. Tanpa kehilangan atau pengorbanan, kita tidak bisa menghargai apa yang kita punya” 
“Ada sebabnya Tuhan membatasi hari-hari kita” “Mengapa?” “Supaya setiap hari itu berharga”
Dor kembali ke pangkuan Alli. Sama-sama sakit dan senang dalam kehidupannya. Ia merasakan jemarinya bertaut dengan Alli. Mata mereka terpejam.
Sarah Lemon dibawa ke rumah sakit karena menghidup gas karbon. Victor tak jadi masuk dalam peti es. Karena satu kata yang diucapkannya “Grace”.
Masa depan
Sarah menjadi dokter kenamaan. Ketika ia masuk ke dalam fakultas Kedokteran, ia mendapatkan warisan biaya pendidikan dari seorang milyuner bernama Victor Delamonte. Istri Victor mengatakan bulan-bulan terakhir sebelum Victor meninggal adalah bulan-bulan paling indah selama masa pernikahan mereka.

Buku ini adalah buku keren. Gue merekomendasikan untuk membacanya. :D. Karena kalian akan tahu bahwa waktu tak akan kembali. Jadi lakukan yang terbaik untuk waktu. 😀
 
Ditulis di kamar kost kayak kapal pecah dan disela-sela penulisan skripsi, 5 November 2013

#Membaca buku adalah sebuah keharusan bahkan kewajiban. Walaupun Bunda selalu ngomel-ngomel karena saya beli buku terus, saya tetap meneruskan hobiku ini. Karena menurut ku buku adalah sebuah benda yang tak terpisahkan. Terintegrasi bahasa kerennya. Hahaha.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *