Cerita Menghitung Hari Menjelang Akad

hi Arif! 😀
Adlien, jika kamu membaca ini di tahun 2041 maka kamu telah melewati 25 tahun mengarungi pernikahan bersama laki-laki yang kamu pilih. Seorang laki-laki yang kamu pilih selama masa pencarian, setelah sempat singgah di beberapa hati. Laki-laki yang akan melindungi kamu apapun keadaannya dan siap menghadapi segala resikonya dalam mencintaimu.
Adlien, jika ia mencintaimu hingga saat ini, di umur pernikahan kalian yang ke-25, maka rayakanlah hari ini. Belilah gulali berwarna merah muda dan semangkuk coto dengan 3 irisan jeruk nipis. Mengenang masa-masa indah kalian berdua. Ketika masih menjejak di Kota Anging Mamiri, sebuah kota yang akhirnya mempertemukan kalian. Kisah di Pantai Losari pasti tidak akan kalian lupakan.

Ketika engkau bertanya, “Apa yang kamu suka dari saya?”
Laki-laki mu menjawab “Jari mungil mu”**
Dan itu adalah jawaban teraneh yang bisa keluar dari mulut seorang laki-laki. Ia mencintai mu bukan karena kecantikanmu seperti yang ditampilkan oleh layar kaca. Ia memilihmu untuk menjadi pendamping hidupnya. Menjadi sumber kekuatannya, untuk saling menjaga di kala sedih ataupun bahagia kalian berdua.
Adlien, masih ingatkah ketika beberapa kali kamu bersedih dan ia bersiap menjadi tempat berkeluh kesah? Ingatkah kamu ketika kamu beberapa kali marah karena berselisih pendapat karena hal-hal sepele seperti menentukan tempat makan malam? Ingatkah kamu ketika hati mu bergetar saat mendengarnya mengaji Al-Quran dan membacakan artinya? Atau ingatkah kamu ketika ia menyatakan kesungguhan kepada kedua orangtuanya bahwa telah memilihmu untuk menjadi pendamping hidupnya?
pas ulang tahun IKA UNHAS 2015
Adlien, jika kamu pernah merasa marah atau sedih karena kelakuannya. Ingatlah bahwa kamu pun pernah salah. Karena manusia tak selalu sempurna. Kita penuh dengan dosa dan salah. Tapi tetaplah memaafkan dan belajar untuk melupakan kesalahan. Tetaplah menggenggam tangannya dan berjalan seperti apa adanya.
Adlien, waktu pernikahanmu tinggal 168 jam lagi. Banyak-banyaklah berdoa. Meminta kepada Allah SWT agar pernikahan kalian diberikan kelancaran dan keberkahan. Karena kalian siap memulai sebuah cerita panjang dan (inshaa Allah) akan diselesaikan oleh Malaikat Maut.
Adlien, selamat bersiap menghitung hari bersamanya. Seseorang yang akhirnya menjadi pelabuhan hati mu yang sempat berkelana.
**Setelah sekian lama, ia pun meralat jawabannya. Katanya, waktu itu, ia kehabisan akal untuk menjawabmu. “Cinta tak bisa didefinisikan, jika ia bisa didefinisikan, itu bukan cinta” urainya. Tersenyum.
Ditulis di kantor Kak Agus
23:50 WIB 4 Desember 2016
Ditulis dalam hening dan berairmata. Bismillah.. Mohon doanya …

 

pas lagi beres-beres kos baru dengan teman2 Identitas. banyak foto-foto hilang ketika laptop dicuri. hiks

You may also like

5 Comments

  1. so sweet nya….
    welcome to mak2 world Adi…
    duh pengen bgt lihat adi pake gincu tebel ��
    selamat ya… semoga sakinah mawaddah warohmah ��

  2. Halo Adlin, salam kenal. Aku suka dengan gaya menulismu yang mengalir. Oh iya, Baerakallah… lancar yahh pestanya. InsyaAllah jadi istri yang shaleha :*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *