Serunya Christmas Market di Cologne

Cologne atau biasa disebut Köln merupakan salah satu kota besar di Jerman. Kota ini berada di perbatasan dengan Belgia dan Belanda. Köln adalah kota keempat terbesar setelah Berlin, Hamburg dan Munich. Sehingga kota ini wajib menjadi destinasi ketika berkunjung di negara ini. Berada di pinggir Sungai Rhine-Ruhr membuat kota ini menjadi kota yang strategis di zaman dulu.

Saya dan Arif ikut dalam rombongan dari International Student Organization Wageningen (ISOW). Organisasi ini membuat perjalanan (excursion) yang bisa dijangkau dengan harga mahasiswa. Untuk mencapai Köln, saya hanya perlu membayar 34 euro. Perjalanan dari Wageningen ke Köln ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam dengan menggunakan bis. Jadi ISOW menyewa bis besar untuk digunakan ke Köln, kami hanya duduk manis hingga supir bis mengumumkan bahwa kami telah tiba di city center.

Acara Tahunan Cologne

Ketika keluar dari bis, udara dingin langsung menyerang. Perbedaan suhu antara di dalam bis dan di luar ruangan sangat terasa. Saya langsung mengigil dan mengenakan jaket tambahan. Suhu di luar menunjukkan minus 2 derajat. Pantas saja.

Koln ketika sedang ada pasar natal

Ketika keluar dari bis, lautan manusia sudah terlihat. X-Mas Market ini sudah jadi acara tahunan kota Koln. Dimulai sejak 27 November hingga 23 Desember, kota Koln menjadi tujuan bagi ribuan orang dari penjuru Eropa. Banyak yang mengatakan bahwa Pasar natal di Köln merupakan salah satu pasar natal terbaik di Eropa.

Tapi pandangan mata saya tak lepas dari Cologne Cathedral (Kölner Dom) yang berada di pusat kota. Katedral Cologne berdiri menjulang, dinding katedral yang berwarna gelap ini benar-benar mencuri perhatian saya.

Katedral Dom dan Gembok Cinta

Kami segera bergerak menuju Katedral dan mencari tour guide yang ditawarkan oleh tim panitia. Sang tour guide menjelaskan tentang Katedral Dom. Menurutnya, katedral ini dibangun pada 1248 tapi ditinggalkan pada tahun 1473. Kemudian diselesaikan pada tahun 1880. Awalnya katedral ini merupakan bangunan religious tertinggi di Jerman (1880 -1884), tapi setelah ada katedral baru yang dibangun di Ulm, katedral ini jatuh ke peringkat kedua. Padahal beda ketinggiannya hanya 15 meter!

di belakang katedral dom

Tur guide menjelaskan katedral dengan baik sembari mengajak kami berkeliling. Pertama-tama melihat jembatan Hohenzollern yang melintasi sungai Rhine untuk bisa menyebrang ke sisi lain dari kota Köln. Jembatan ini menyebrangi sungai Rhine sepanjang 688.5 kilometres. Diatas jembatan ini kita bisa menemukan banyak gembok dengan tulisan nama-nama orang yang sedang jatuh cinta. Kegiatan ini sudah dilakukan turun temurun. Sehingga sudah ada puluhan ribu gembok terlihat di jembatan ini. Orang-orang menuliskan nama mereka di gembok lalu menguncinya di pinggir jembatan. Setelah itu kuncinya mereka buang ke Sungai Rhine. Katanya agar cinta mereka abadi.

Eau de Cologne

Kalau dengar kata Eau de Cologne (Air dari Cologne), pasti akan ingat dengan wewangian. Nah ternyata memang di kota ini dulunya terkenal sebagai kota parfum. Pada tahun 1709, Johann Maria Farina membuat formulai wewangian yang ditujukan bagi para pria bangsawan. Ia memberinya nama Cologne sebagai penghargaan bagi kota tersebut.

Saat ini kita masih bisa melihat salah satu toko parfum tertua di dunia, yaitu toko 4711. Toko ini masih buka hingga saat ini dan tetap menjual parfum.

Christmas Market Cologne

Setelah itu kami diajak untuk melihat Christmas market. Karena saya meliat banyak hal keren di pasar natal, saya pun memutuskan untuk berpisah dengan tur guide, saya menghabiskan waktu untuk melihat-lihat keadaan pasar natal. Kata mas-mas penjaga gerbang, ada 5 pasar natal di Köln. Semuanya saling berdekatan. Cathedral X-Mas Market, pasar yang berdekatan dengan Katedral Koln. X-Mas Market in the Old Town, pasar yang berdekatan dengan Kota Tua. Karena duluny Cologne ini adalah kota milik Romawi Kuno. Angel’s Market in the City (Neumarkt), disini kita bisa mencicipi minuman hangat seperti jus apel dan coklat panas. Harbour Market, yang dikeliling oleh medieval Malakoff Tower yang berdekatan dengan jembatan. Disini ada Museum Coklat yang paling sering dikunjungi dan juga disebut dengan Pasar Natal terapung. dan yang terakhir adalah Gay and Lesbian Christmas Market, yaitu pasar natal yang berbeda dari pasar natal lainnya. Disini kamu bisa menemukan makanan dengan bentuk yang ‘agak aneh’. hahah.

perhiasan natal
kacang enak!!
hiasan natal
anak nyasar!

Karena kebetulan kami tiba di pasar natal yang menjual banyak makanan, atau Angel’s Market. Jadilah kami hunting makanan yang ada disana. Pertama-tama saya mencicipi jus apel hangat. Langsung dari tong besarnya. Rasanya? Jangan ditanya. Asem seger! Setelah itu saya berkeliling melihat-lihat makanan yang dijual. Disini banyak sekali yang dijual mulai dari permen, jus buah, sosis bakar, kentang goreng, kue tradisional, manisan bahkan kacang. Ada kacang yang paling saya sukai. Namanya Gebrante Mandela. Kacang almond yang sudah dilumuri oleh gula-gula. Sehingga ketika digigit ada sensasi asin manis di mulut. Pokoknya enak. Harganya juga lumayan sih. Setiap kantong yang berisi 200 gr kacang dijual dengan harga 6 euro alias 96 ribu! Hahaha.

Selain menyusuri Angel’s Market, kita juga menuju Cathedral X-Mas Market. Disini ada panggung besar yang mempertunjukkan choir natal. Benar-benar terasa suasana natal.

Padahal ingin lebih lama di Cologne, apalah daya karena ikut rombongan, gak bisa untuk lama-lama. Kami segera menuju bis dan pulang kembali ke Wageningen. Tapi pengalaman di Cologne benar-benar menyenangkan. Thank you ISOW. 🙂

 

ditulis di Asserpark

1:04 CET, Sabtu, 16 Desember 2017

sambil denger murottal dan stress menulis laporan kelompok (alhamdulillah selesai juga)

You may also like

Leave a Reply