Dampak Perubahan Iklim di Sekitar Kita

Sering mendengar tentang Global Warming atau Climate Change? Jangan cuma asal tahu kata tersebut, tapi coba pahami pengertiannya dan melakukan pencegahan terhadap hal-hal tersebut.Selamatkan bumi dari sekarang, mulai dari diri sendiri!

Apa sajakah penyebab perubahan iklim?

Perubahan iklim terjadi akibat adanya peningkatan gas rumah kaca. Gas rumah kaca (greenhouse effect) merupakan suatu keadaan yang timbul akibat semakin banyaknya gas yang dibuang ke lapisan atmosfir kita yang memiliki sifat penyerap panas yang ada, baik yang berasal dari pancaran sinar matahari maupun panas yang ditimbulkan akibat dari pendinginan bumi, radiasi solar dan radiasi panas tersebut kemudian dipancarkan kembali ke permukaan bumi.
Kegiatan manusia bisa menjadi kontribusi peningkatan gas rumah kaca (terbesar dalm kontribusi penyumbang gas lepas tersebut), antara lain :
1.       Penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi
2.       Penggunaan bahan bakar batu bara untuk pembangkit listrik
3.       Penggunaan bahan bakar gas untuk memasak
4.       Kebakaran hutan, lahan gambut
5.       Timbunan dan pembakaran sampah
6.       Penggunaan freon atau Chlorofluocarbon (CFc)sebagai pendingin udara

     Adakah indikator dan dampaknya??

Sangat jelas ketika perubahan iklim terjadi di sekitar kita, antara lain :

1.       Kenaikan temperature permukaan air laut

Iklim salah satunya adalah kenaikan temperatur permukaan air laut. Di Pantai Utara Provinsi Banten hingga Jawa Tengah mengalami kenaikan temperatur hingga 0,004-0,4oC setiap tahunnya. Dampak dari peningkatan temperatur permukaan air menyebabkan pemutihan karang (Coral Bleaching), migrasi ikan pelagis (ikan yang berada di permukaan air), penyebaran penyakit yang cepat, dan lain-lain.

2.       Perubahan pola curah hujan dan siklus hidrologi

Pola yang terjadi akhir-akhir ini, curah hujan yang sangat tinggi dengan jangka waktu tidak lama dan tidak tentu. Begitu juga ketika musim kemarau tiba, akan mengalami kekeringan yang berkepanjangan. Terkadang, kekeringan dan banjir dapat datang bersamaan.

3.       Kenaikan paras muka air laut

Kenaikkan pada paras muka air laut dapat meluasnya genangan ‘rob’ didataran rendah. Seperti  yang sering terjadi di Ibukota, Jakarta. Selain itu abrasi dan sedimentasi menjadi hantu yang menakutkan bagi mereka yang tinggal di pesisir. Belum lagi dampak tenggelamnnya pulau-pulau kecil yang semakin lama terkikis oleh abrasi. Misalnya saja Pulau Samalona yang semakin lama semakin kecil. L

4.       Perubahan pola angin

Perubahan pola angin yang mendadakn dapat menyebakna peningkatan intensitas badai tropis dan gelombang pasang. Hal inilah yang menyebabkan angin janda di Sumatera maupun topan Sandi di AS. Perubahan pola angin yang mendadakn dapat menimbulkan korban jiwa.

5.       Bertambahnya jenis organisme penyebab penyakit dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat

Ini adalah dampak yang menurut saya paling parah. Virus flu burung atau virus flu babi yang mulai menjangkiti manusia adalah salah satu tanda bahwa virus resisten terhadap udara. Karena itu kita harus lebih berhati-hati.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *