dare2shareid, Ajang Sharing Pejalan

belajar jadi dosen Managemen Kelautan ๐Ÿ˜€ (Thanks kak Efenerr untuk foto candidnya. :D)
Pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan. Experience is the best teacher. Masih ingat dengan quote itu di baris bawah buku tulis ketika SD? Quote tersebut masih terngiang-ngiang hingga saat ini. Kata-kata tersebut yang mungkin menginspirasi para panitia untuk membuat acara ini.
Kumpulan para pejalan yang memiliki pengalaman lebih dalam dunia travel membuat kegiatan #dare2shareid. Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Tanjung minggu lalu (25/7) membuat saya membuka mata lebih lebar dengan segala kemungkinan yang terjadi di dalam perjalanan. 
Sekitar 100 orang dipertemukan dalam sebuah forum temu pejalan. Acara yang berlangsung dari pukul 3 sore ini dihadiri oleh traveler pemula seperti saya, traveler baper, traveler senior, travel blogger, dan bermacam-macam orang. 
Ketika saya datang, acara sudah setengah jalan. Saya diminta duduk dan ikut memasuki lingkaran dalam kelompok 3. Saat semua orang sedang mencari orang yang bersedia membagi perjalanannya, saya langsung angkat tangan. Padahal masih ngos-ngosan gegara jalan kaki dari stasiun Tanjung Barat. Ahaha. Dasar orang gila lo dlien.. 
Setelah Yudmin (admin Catatanbackpacker) menemukan tiga orang untuk berbagi cerita, kami pun dikumpulkan kembali menjadi sebuah grup besar. Tiga orang di setiap kelompok yang bersedia membagi pengalamannya pun diminta maju ke depan. 
Pengalaman yang disharing pertama kali mengenai pendakian. Si Apriyan cerita menerangkan bagaimana ia naik gunung dalam keadaan bencana tanah longsor. Ia sempat meninggalkan temannya di belakang, namun ternyata perlengkapan berkemah dipegang oleh temannya. Serem yak? Saya langsung membayangkan akan kedinginan dan mengigil di atas sana.  
Hikmah dari cerita diatas adalah jangan pernah menitipkan barang-barang berharga milik pribadi pada orang lain. Usahakan jika dalam perjalanan kita sudah menyediakan hal-hal penting, misalnya botol air, korek, pisau lipat, krim pegal, lotion nyamuk, sikat gigi dan sabun cuci muka. Itu adalah barang-barang yang selalu ada di dalam tas pinggang saya. Jadi kalau nginap di rumah orang, udah gak perlu khawatir beli sikat gigi lagi. ๐Ÿ˜€
Cerita kedua juga tidak kalah menarik, tentang kegiatan berkemah yang tidak terduga. Ketika mereka sedang berkemah, tiba-tiba hujan turun dan petir menyambar. Parahnya, ketika mereka sedang di dalam tenda, petir menyambar tenda. Suara petir menggelegar dan mereka hanya bisa pasrah. Aliran listrik mengalir di tubuh mereka, untungnya tidak ada luka. 
Hikmah dari cerita diatas adalah harus berhati-hati dengan kemungkinan yang bisa terjadi dalam perjalanan. Sebenarnya sangat jarang cerita tersambar petir, tapi tetap saja bisa terjadi. Ketika dalam keadaan seperti ini, jangan pernah menyalakan telepon genggam. Karena handphone merupakan konduktor yang paling baik dalam mengalirkan listrik. Jadi hati-hati ya guys. ๐Ÿ˜€
Kemudian saya mendapatkan kesempatan untuk sharing tentang Pulau Buru. Bagaimana saya mendapatkan teman baru karena game Clash of Clan, eksplore Buru bagian utara dengan sepeda motor besar dan cerita rakyat yang dipercaya oleh masyarakat sekitar. 
Misalnya saja jika ingin mencapai Danau Rana, harus meminta izin kepada kepala negeri terlebih dahulu. Karena Danau Rana masuk dalam daerah yang disakralkan oleh penduduk setempat. Kemudian tidak boleh pergi jika tidak ada orang lokal yang menemani. Hal-hal sepele seperti ini walaupun terdengar tidak masuk akal, tapi sebagai pelancong kita harus mencoba ikut dan patuh terhadap hukum adat mereka. 
Hal ini juga ditambahkan oleh Yudmin, ia menceritakan pengalaman mistisnya ketika di Flores. Ia tidak kencing di sebuah tempat yang telah ditunjuk oleh orang kampung. Seakan menyepelekan, hingga akhirnya ia harus โ€˜didatangiโ€™ seorang nenek di mimpinya. Antara mimpi dan kenyataan, tapi hal ini sering terjadi jika kita menganggap main-main sebuah adat di sebuah daerah baru. Kalau saya di setiap tempat baru, pasti akan menyetel Ayat Kursi di hape sambil tidur. Baru deh bisa tidur nyenyak. ๐Ÿ˜€ 
Sama halnya juga yang terjadi di Danau Tanralili, Sulawesi Selatan yang terkenal indah ternyata menyimpan kejutan. Orang-orang di sekitar danau masih menganggap daerah tersebut sakral. Hingga akhirnya tempat tersebut mulai ramai oleh para wisatawan yang tak bertanggung jawab. Sudah dilarang untuk tidak berenang, masih saja ada beberapa orang yang โ€˜mengaku sebagai travellerโ€™ berenang ke tengah danau. Alhasil dia nyaris saja tenggelam, ternyata usut punya usut di dasar danau ada lumpur hisap yang bisa membuat orang tenggelam. 
kak @efenerr dan kak @anak_bebek
Pelajaran penting dari sesi ketiga adalah jangan pernah coba-coba uji nyali dan merasa hebat di kampung orang. Be humble! Jangan pernah sombong! Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di alam! Be wise! Itu adalah pesan yang paling penting dan harus dipahami oleh pejalan. 
Sharing cerita berikutnya adalah tentang bagaimana Networking atau hubungan pertemanan di dalam perjalanan bisa membawa berkah. Seperti yang diceritakan oleh Reper ketika di Pulau Kei. Karena pernah ikut berkontribusi dalam pembangunan perpustakaan di daerah terpencil, ia pun ditawari untuk membeli tanah di Pulau Kei dengan harga murah. Alhasil ia mendapatkan keuntungan dari kegiatan perjalanannya. 
Dalam perjalanan banyak hal-hal yang terduga terjadi karena orang-orang yang kita temui dalam perjalanan. Karena itu berbuat baiklah sesering mungkin kepada orang-orang yang kamu temui di perjalanan. Rejeki selalu datang dari arah yang tidak diduga-duga. ๐Ÿ˜€
Itu adalah sedikit rangkuman kisah dari beberapa pejalan yang hadir pada acara #dare2shareid. Selalu banyak kisah yang terjadi dalam perjalanan. Buat kisahmu sendiri dengan melakukan perjalanan. Mengutip kata-kata Lao Tzu, perjalanan besar dimulai dari satu langkah kecil! 
 Selain dari pejalan dan pendaki, ada juga sharing tentang Travel Blog dari seleb Travel Blogger, kak Farchan Noor Rahman. Siapa sih yang tidak kenal beliau? www.efenerr.com masuk dalam jajaran 10 travel blog Indonesia. Ia pun membagi tips dan triknya untuk menjadi seorang travel blogger. 
@ashariyudh man behind @catatanbackpaker bersama @Indonesiaholic

1. Marketing secara offline untuk blog kamu bisa menjadi sangat penting. Datang ke acara-acara komunitas bisa menjadi marketing yang sangat baik untuk menambah traffic blog kamu.
2. Buat portofolio di dalam blog kamu. Tulis segala hal-hal yang telah kamu ikuti karena blog kamu. Misalnya kamu pernah jalan-jalan gratis dari produk anu, makanan anu, rokok anu dan lain-lain. Terus jika kamu pernah di endorse oleh hotel ataupun penginapan, cantumkan di dalam portofolio mu. Hal ini bisa menunjukkan bahwa kamu sering dicari oleh produk-produk travel untuk mereview produk mereka. ๐Ÿ˜€
3. Konsisten menulis. Ini adalah poin paling penting. Karena jika poin ini tidak terlaksana, niscaya dua poin di atas gugur kewajibannya. hehe. 
Menurut saya pribadi, menulis cerita perjalanan adalah sebuah utang kepada orang lain dan juga pengingat kepada diri sendiri. Jadi sebuah perjalanan tidak hanya sekedar foto-foto, tapi tulisan yang berisi informasi dan saran ketika datang ke tempat tersebut. Walaupun blog saya masih sangat jauh dari hal tersebut, tapi saya akan terus memperbaikinya. ๐Ÿ˜€
Well that all from me. Are you dare to share your story? Follow instagram @dare2share.id supaya bisa berbagi cerita tentang perjalanan kamu sama temen-temen pejalan yang lain. ๐Ÿ˜€
NB : gegara SD card dimasuki virus dan saya tidak paham untuk membukanya, maka artikel ini sangat miskin foto. Hiks. Padahal banyak foto keren kemarin. #curhat #tolongindonk #fotohilang16GB 
Ditulis di โ€˜mantanโ€™ kamar zaman SMA
Senin, 03 Agustus 2015, 0:23 WIB
Sambil denger lagu Payung Teduh yang Rahasia

You may also like

2 Comments

  1. kakak kan seleb travel blogger, pasti jadwal padet. ๐Ÿ˜€
    dimaklumi kak. Tapi pasti seru bisa ketemuan di acara2 begini ya? Baru ketemu 4 anak TBI sampe saat ini. hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *