Destinasi Wisata di Negeri Tulehu, Ambon

Jika memiliki rencana berpergian ke Ambon jangan lupa untuk menyambangi Tulehu. Sebuah negeri (desa) di sebelah timur pulau Ambon. Termasuk dalam lima negeri dibawah daerah administrasi Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang raja. Saat ini Tulehu menjadi sebuah desa yang memiliki penduduk sekitar 20 ribu jiwa. Sebuah angka fantastis untuk ukuran sebuah desa.

Berbicara soal daya tarik wisata, Tulehu masih kalah pamor dengan destinasi lainnya. Ia tidak seterkenal Raja Ampat atau kemistisannya belum sememikat Pulau Bali. Tapi ia memiliki ‘mutiara’ tersembunyi lainnya.

Tulehu dikenal memiliki tiga sumber air. Air pegunungan, air panas dan air laut. Ketiga air inilah yang menjadi berkah bagi Negeri Tulehu. Dialiri air pegunungan membuat Tulehu memiliki salah satu kolam pemandian besar. Kolam air panas juga menjadi daya tarik tersendiri. Tak hanya itu, Tulehu juga memiliki sumber air panas yang berdekatan dengan pantai. Saya akan menjelaskannya satu per satu di bawah ini.

Perjalanan saya mulai dari pusat kota Ambon, 25 km saya tempuh hingga tiba di Tulehu. Sepanjang perjalanan saya disuguhkan dengan pemandangan pantai yang sangat indah. Natsepa memiliki kontur pantai landai membuat saya sempat singgah dan menikmati es kelapa. Saya pun melanjutkan perjalanan kembali ke Tulehu.

Tugu selamat datang

Kolam Pemandian Air Panas

Menyambangi Tulehu, sebuah negeri dengan anugerah air panas alami. Rumornya, jika sudah pernah merasakan air panas disini, orang tersebut akan kembali menjejak kakinya disini. Beberapa tempat sangat terkenal untuk menikmati air panas. Pemandian Air Panas Hatuasa yang berdiri tahun 1993, menjadi destinasi menarik untuk dikunjungi. Sumber air panas keluar menyembur dan bercampur dengan air sungai. Tingkat panas setiap air berbeda, karena setiap kolam diberikan level ketinggian yang berbeda.

Disekeliling kolam kita disuguhkan dengan pemandangan yang natural. Karena pemandian ini berada di antara bukit-bukit tinggi yang masih tertutup dengan vegetasi yang lebat. Disebelah Pemandian Hatuasa, kita bisa menemukan pemandian Talanghaha yang berdiri pada tahun 2008. Tak jauh dari sana, ada sebuah sumber air panas namun belum tergarap dengan baik.

Pantai dengan Air Panas Alami

Tak hanya Hatuasa dan Talanghaha, di Dusun Air panas, kita bisa menemukan sumber air panas yang berada dekat dengan laut. Sumber air panas yang dulu pernah digunakan oleh Jepang saat menguasai Ambon. Mereka membangun tempat-tempat untuk menikmati air panas disana. Namun saat ini kita hanya bisa melihat reruntuhan dan bekas fondasinya saja. Diatas pasir putih para warga menggunakan gayung untuk menciduk air panas dan menyiramkan ke sekujur tubuh mereka.

Di tempat tersebut, ketika sedang surut, biasanya pada sore hari, air panas alami tersebut bisa dinikmati. Namun tidak ketika sedang pasang, karena air laut akan menutupi sumber mata air tersebut.

Pantai Batu Kuda Lokasi Menyelam yang Keren

Jika naik ke atas lagi, kita akan menemukan pantai Batu Kuda. Di pantai ini sumber air panasnya tidak terlalu besar seperti di Dusun Air Panas namun pemandangan yang disuguhkan sangat indah. Menurut beberapa warga, sering terlihat hiu di daerah ini. Tapi jangan coba-coba untuk berenang di daerah ini jika tidak memiliki skill renang yang baik, arus di daerah ini sangat kuat dan bisa menyeret ke arah laut.

Objek wisata yang di buka beberapa tahun belakangan merupakan objek wisata alam yang akan memanjakan mata siapapun yang melihatnya, keindahan pantai, keindahan alam, kejernihan air lautnya. Serunya, disini kita bisa merasakan sendiri hangatnya air panas yang mengalir langsung dari gunung Salahutu jika air laut sedang surut. Menarik bukan?

Sumber mata air ini dipercaya mengalir dari Gunung Salahutu. Di bagian mana lokasi air panasnya? Kalian bisa melihat di pinggir pantai berbatu ada beberapa lokasi yang terlihat agak kekuningan. Disitulah titik air panasnya. J

Berenang bersama Morea

kolam aerwaelatu

Berbicara tentang Tulehu tidak hanya sekedar air panas. Sumber mata air tawar yang dipercaya tak pernah habis juga ada di negeri ini. Sebuah kolam yang berisi ikan-ikan tawar besar dan belut moray memberikan sensasi tersendiri. Kolam yang terletak di Jalan Waelatu, selalu ramai. Anak-anak kecil berenang di kolam ini setiap pagi dan sore. Mereka mandi, mencuci atau sekedar berenang dan bercengkrama dengan anak lainnya. Setiap anak di Tulehu pasti bisa berenang.

Berkesempatan mandi di Waelatu membuat anda tak ingin keluar dari kolam tersebut. Ditemani dengan ikan-ikan tawar dan belut morray. Warga menyebutnya “morea”, diyakini sebagai penunggu negeri. Tak ada yang menangkap morea. Ismail, salah seorang warga mengatakan bahwa pernah Ibu Tien Soeharto atas nama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) meminta morea untuk dibiakkan di Jakarta. “Namun, belum sampai beberapa hari, morea tersebut mati. Sejak itu tak ada yang berani untuk memindahkan morea,” jelasnya.

Air Waelatu merupakan kolam dengan sumber mata air yang dihasilkan dari mata air pegunungan. Sehingga air tersebut sangat segar. Selain morea banyak ikan-ikan yang hidup di dalam kolam tersebut. Entah sudah berapa tahun ikan-ikan itu berada disana, karena tubuh ikan terlihat sangat gemuk. Pernah suatu kali saya punya niatan untuk menangkapnya, sepupu saya mengatakan bahwa itu hal yang dilarang. “Seng pernah ada makan ikan di kolam, karena su lama ada disana,” katanya.

Padahal ikan-ikan tersebut terlihat mengenyangkan jika dibakar dan diberikan sambal colo-colo. Ehmm. Tapi saya lebih suka ketika berenang bersama morea dan mereka mendekati kita, ketika kita membawa kepala ikan atau darah ikan. Mereka berkerumun dan memakan kepala ikan tersebut. awalnya menyeramkan tapi lama kelamaan menjadi menyenangkan. Heheh.

Mengunjungi Pulau Pombo

Pulau Pombo dengan pasir putih

Nah, kalau ke Tulehu jangan lupa coba ke Pulau Pombo. Pulau yang tak berpenghuni dan bisa ditempuh dengan kapal cepat (Speed boat) kecil dari pelabuhan kecil Tulehu. Harga sewa kapal ke Pulau Pombo sekitar 400 ribuan untuk pergi pulang pergi. Tapi itu tergantung kemahiran kalian menawar kapal. Siapa tau bisa dapat tumpangan gratis sama nelayan. Hahah.

Pulau Pombo memiliki pasir berwarna putih yang sangat cantik. Biasanya orang menghabiskan waktu disini untuk snorkeling ataupun membuat tenda. Tapi sayangnya seringkali pulau ini kotor karena sampah yang terbawa arus hingga ke pulau ini. Bulan Maret lalu, Bu Susi Pudjiastuti sampai menyempatkan diri untuk membersihkan pulau ini. Tapi entah bagaimana hasilnya..

Menaiki Gunung Salahutu

sungai yang ada di Gunung Salahutu

Salah satu destinasi keren adalah traking ke Gunung Salahutu. Saya sangat suka pemandangan Tulehu dari ketinggian. Jika punya waktu lebih, tak ada salahnya mencoba untuk menaiki Gunung Salahutu yang memiliki tinggi sekitar 900 mdpl.

Nah, apalagi yang membuat kamu berpikir dua kali untuk singgah di Tulehu? Banyak hal seru yang bisa kamu lihat disana. Yuk ke Tulehu!

Ditulis di ISKINDO

18:41 WIB Minggu, 23 April 2017

Sambil dengar lagu The Chainsmoker – Paris

You may also like

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *