Hai Adlien di tahun 2024 | Kado Masa Depan

Adlien tahun 2014
Hai Adlien di tahun 2024, apakah engkau masih mengingat dirimu di tahun ini? Apakah engkau masih memakai kerudung putih polos dan selalu ditegur teman-temanmu karena warnanya mulai memudar? Atau jangan-jangan masih terus menggunakan jaket walaupun keadaan sangat panas dan terik? Adakah kiranya kamu benar-benar menikah dengan orang yang kamu sukai saat ini? Sudah seberat apa dirimu saat ini? Sudah sejauh mana kamu mengejar mimpi-mimpimu yang kamu tulis di setiap lembar kertas yang kamu temukan?
Hai Adlien di tahun 2024, hari ini saya menulis ini, agar kamu ingat bahwa kamu pernah terjatuh dan merasa sendiri. Pernah merasa sangat sombong, padahal tidak ada yang patut disombongkan. Saya jadi khawatir, jangan-jangan kamu sangat cengeng dan sombong di sana. Karena saat ini orang melihat kamu sebagai pribadi yang tegar, padahal sebaliknya. Tulisan ini adalah kado bagi “kita”, apakah pikiran-pikiran liar “kita” terealisasi atau tidak. Mungkin di tahun 2024, ketika kamu membaca ini, kamu akan tertawa. Menertawakan hidup dan kenangan kita yang telah lewat. 
Hai Adlien di tahun 2024, sudahkah kamu menemukan obat HIV AIDS yang kamu impikan dulu? Atau menjadi peneliti tentang kanker yang didambakan di semester 1? Atau kamu memang mengambil pilihan terakhir sebagai Ahli Antropologis Maritim? Saya berharap kamu mengambil pilihan terakhir, mengingat ketidaksabaranmu jika berurusan dengan masalah laboratorium. Tapi kamu tidak lupa dengan mimpi kita untuk menjadi Menteri Kelautan kan? Karena dengan mimpi itu kita bisa bertahan dari kerasnya hidup. Semoga kamu tidak lupa. 
Hai Adlien di tahun 2024, bagaimana kabar anak-anakmu disana? Apakah mereka tumbuh menjadi anak-anak sholeh dan sholeha? Apakah mereka bisa membaca Al-quran dengan baik dan benar? Jangan sampai, mereka jadi seperti dirimu, yang masih tertatih membaca kalam Allah SWT. Bagaimana suamimu? Apakah ia baik dan pengertian? Jangan-jangan ia sering memasakkan mie kesukaanmu atau ia mengajakmu shalat di seperempat malam? Ah, saya tak sabar melihat siapa suami “kita” nanti. 
Hai Adlien di tahun 2024, bagaimana Indonesia saat ini? Apakah dollar semakin menguat dan membuat rupiah semakin terpuruk? Jangan-jangan harga beras pada saat itu sudah mencapai 20 ribu per liter ya? Masih adakah nelayan dan petani di Indonesia? Atau jangan-jangan mereka telah menolak untuk berkontribusi menyediakan makanan bagi masyarakat Indonesia. Mengingat mereka telah dicurangi oleh dunia, ketika APEC digelar pada Desember 2013 yang lalu. 
Hai Adlien di tahun 2024, Sampai dimana level memasakmu saat ini? Apa kamu sudah bisa memasak hal selain spaghetti instan, mie goreng instan, telur dadar, atau orak-arik pake keju? Apa kamu mengingat untuk memasak sayur bergizi untuk anak-anakmu? Karena pada saat ini kamu tidak bisa memasak sayur apapun. Apa kamu ingat percobaan memasak sayur bening dan berakhir dengan kekacauan? 
Hai Adlien di tahun 2024, apakah hobi membaca buku masih terus berlanjut? Sebanyak apa koleksi buku kita? Sudahkah ia memiliki ruangan tersendiri di rumahmu? Apakah kamu masih ingat dengan percakapan kita, “Lebih baik kelaparan daripada tidak membaca buku”. Saya penasaran seperti apa perpustakaan pribadi kita. Apakah ia tertata dengan rapih, tak berdebu dan selalu dibaca? Jangan sampai kamu tidak mengenalkan buku pada anak-anak kita. Karena buku adalah jendela ilmu, mungkin pada zamanmu, buku dianggap usang. Tapi buku yang mengajarkan kita tentang dunia. apakah kamu masih ingat ensiklopedia yang dibeli bunda saat kita kelas 4 SD. Buku yang mengajarkan hal-hal dasar yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Bunda, terima kasih. 
Hai Adlien di tahun 2024, bagaimana kabar Bunda, Ayah, Milzam, Hany, Majid, Azizah dan Maulana? Apakah mereka baik-baik saja? Apakah Bunda dan Ayah sudah menjadi menunaikan haji seperti yang telah kamu cita-citakan? Apakah mereka berdua tinggal berdua? Jangan sampai ya, karena kamu pernah berjanji untuk tinggal bersama mereka. Membangun rumah besar agar mereka bisa tinggal di dekatmu. Sudah cukup kamu tinggal terlalu jauh dari mereka sejak kuliah di tahun 2008. 
Hai Adlien di tahun 2024, adik-adik saya sudah mencapai apa yang mereka inginkan? Apakah Milzam sudah jadi pengusaha sukses? Apakah Hany sudah mengejar mimpinya menjadi menteri Kehutanan? Apakah Majid sudah menjadi chef yang handal? Apakah Azizah dan Maulana sudah menjadi orang yang mereka inginkan? Maaf saya terlalu banyak bertanya, tapi saya penasaran dengan kabar adik-adik yang paling saya cinta. 
Hai Adlien di tahun 2024, masih berhubungan baik dengan sahabat-sahabatmu di seluruh Indonesia? bagaimana kabar Ria, Ummul, Mifda, Fadli, Hery, Ilham, Dinar, Ka Yani, junior dan senior di Identitas? Apakah kamu saling mengunjungi dan berlibur bersama dengan keluarga mereka. Jangan lupa untuk mengajak mereka berpiknik bersama di taman keluarga ya. Karena saat kamu menuliskan ini, kamu sedang merindukan mereka yang terpencar dan berjarak. Salam sayang untuk mereka dan keluarganya ya. 
Hai Adlien di tahun 2024, bagaimana kabar anak-anak Kelautan? Apakah kalian kerap bertukar sapa dan berakhir dengan reuni di sebuah hotel megah yang telah direncanakan pada tahun 2009. Bagaimana kabar Sul, Andri, Ancha, Emma, Anggi, Anto, Haska, Janu, Riska, Baso, dan lain-lain? Apakah anak mereka lucu-lucu? Atau jangan-jangan kalian memang tinggal di sebuah kompleks yang sama. Kompleks MEZEIGHT. Sama seperti yang p
ernah dibicarakan di Laboratorium Toksikologi ketika kita berkumpul bersama. Ah, jika memang kalian tinggal bersama dalam satu kompleks. Tolong jangan sampai anak “kita” jatuh cinta dengan anak-anak para Mezeight. Hahaha. 
Hai Adlien di tahun 2024, apakah program dietmu berhasil? Atau jangan-jangan setelah melahirkan malah menambah berat badan? Sudah seberapa beratkah dirimu pada tahun ini? Saat ini beratmu 65 kg. Semoga pelajaran memasakmu tidak menggangu berat badan kita. Atau hobby ngemil cokelat dan kejumu malah membuat obesitas. 
Hai Adlien di tahun 2024, apakah di tahun 2024, orang-orang masih menulis di dalam blog? Apakah handphone mereka sudah sedemikian canggih, sehingga kita hanya membutuhkan jam tangan multifungsi? Apakah robot-robot sudah mengambil alih tenang manusia? Atau jangan-jangan kamu sedang mempekerjakan robot di rumah saat ini? Mengingat kemalasanmu untuk merapihkan kamar tidur dan selalu membuat kekacauan di dapur setelah memasak. Semoga tidak ya. Karena kamu sudah berumur 33 tahun saat ini. 
Hai Adlien di tahun 2024, kamu masih menyelam? Seperti impianmu yang pernah kamu tuliskan di buku diari berwarna merah muda? Mengajak anak-anakmu mengenal laut. Tapi yang jadi pertanyaan besar, apakah laut saat itu masih seindah seperti saat ini? Apakah ia masih biru atau jangan-jangan ia sudah berwarna kelabu kecokelatan. Apakah hiu masih ada? Apakah penyu masih hidup? Apakah mereka masih hidup atau tinggal sejarah di dalam buku pelajaran? Saya benci jika hal itu terjadi. Artinya saat ini, manusia berpikir bahwa spesies-spesies itu tidak akan punah. Dan faktanya, mereka salah besar. 
Hai Adlien di tahun 2024, sepertinya sudah terlalu banyak hal yang saya tanyakan. Saya benar-benar penasaran dengan “kita”. Terima kasih sudah membaca pertanyaanku, dlien. Semoga kamu dan keluargamu baik-baik saja disana.

Salam sayang,

Adlien di tahun 2014.
Ditulis di kamar Hotel Yani, Denpasar, Bali
Sabtu, 25 Januari 2014 1:33 Wita

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *