Hari Nelayan? Emang Ada?

Judul tulisan diatas memang terlalu provokatif, tapi pertanyaan inilah yang selalu dilontarkan para nelayan yang tinggal di daerah Maumere. Mereka baru mengetahui jika ada yang namanya “Hari Nelayan”, setiap tanggal 6 April. Karena itulah, saya dengan mati-matian menjelaskan bahwa ada sebuah peringatan bagi pahlawan protein bangsa.
strike! 😀
Tapi toh, mereka selalu bertanya “Untuk apa ada hari nelayan? Pemerintah tidak memikirkan nelayan kecil seperti kami.”, ujar beberapa nelayan pemancing ikan tuna. Mereka sangat kecewa dengan program-program pemerintah yang lebih condong kepada nelayan-nelayan berkapasitas besar.
Contohnya saja adalah dipersulitnya kapal-kapal kecil untuk mendapatkan solar, mereka harus membuat PAS Kecil (semacam surat izin). Itu juga proses pembuatannya agak rumit, beda dengan kapal-kapal besar, karena dimiliki oleh perusahaan besar, kapal-kapal besar itu dengan mudah bisa mendapatkan surat PAS. Itu belum seberapa.
Parahnya lagi adalah bantuan pemerintah selalu datang kepada kapal-kapal besar, yang bertonase diatas 10 GT. Misalnya pemberian bantuan jaring, rumpon, fiber bahkan kapal baru. Sedangkan nelayan-nelayan kecil yang harusnya diperhatikan oleh pemerintah, malah serasa dianaktirikan. 
Bisa dihitung bantuan yang diberikan pemerintah kepada nelayan-nelayan berskala kecil dibandingkan dengan nelayan-nelayan dengan kapal berskala besar. Sudah terlalu sering mereka disakiti. Karena itulah, mereka pun bertanya-tanya, “Untuk apa ada selebrasi Hari Nelayan, tapi tidak ada aksi nyata? Memangnya nelayan hanya yang punya kapal-kapal besar saja?”. 
Mereka terlihat sangat kecewa dengan pemerintah selama ini. Belum banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mengusir stigma, bahwa nelayan adalah profesi termiskin kedua di Indonesia. terobosan-terobosan yang seyogyanya diberikan kepada nelayan, malah lebih sering salah sasaran. 
Tengok saja, kapal-kapal besar yang menghabiskan dana triliunan namun banyak yang tidak digunakan. Malah akhirnya teronggok lesu dipinggir pantai Lombok Timur. Atau juga pemberian mesin yang berkapasitas lebih besar, namun tidak dilengkapi dengan armada yang lebih besar. Atau program jaring yang salah sasaran. Banyak hal-hal yang dilakukan oleh pemerintah namun tidak tepat sasaran, hingga akhirnya terkesan buang-buang uang. 
Jadi tidak salah jika nelayan-nelayan skala kecil merasa mereka tidak perlu selebrasi hari nelayan. karena toh, selama ini pemerintah memang jarang memperhatikan mereka. 
Saya pun memberikan pemahaman bahwa Hari Nelayan adalah sebuah hari peringatan kepada bapak-bapak yang bertindak sebagai pahlawan protein bangsa. Dengan semboyan “Mari Gemar Makan Ikna”, agar masyarakat lebih sering membeli ikan untuk membantu menaikkan taraf ekonomi para nelayan.
Yaaahh,tulisan kecil ini semoga bisa menggambarkan sedikit problem nelayan dan kenapa mereka tidak merasa membutuhkan hari nelayan. #harinelayan
Selamat Hari Nelayan, mari kita gemar makan ikan!
ditulis ketika pusing dengan tampilan blog dan uang bulanan yang menipis. 😀
Senin, 7 April 2014 10:51 Wita
kamar kost Wuring

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *