Hemat Air dengan Cara-cara Seru

Danau Tadah Hujan di Dusun Urang Pigang, Flores, NTT
Air menjadi barang penting yang langka di beberapa negara. Di beberapa tempat di Indonesia, kamu akan sangat sulit mendapatkan air tawar. Tengok saja keadaan di pulau-pulau terpencil, masyarakat disana masih harus menggunakan air payau untuk kehidupan sehari-hari. Seperti contoh di Pulau Sukun atau Pulau Permaan di Flores. 
Apalagi dengan jumlah air yang terbatas dan semakin banyaknya manusia menyebabkan terjadi krisis air bersih di beberapa daerah. Bukan hanya itu saja, kualitas air tawar pun saat ini semakin menurun. Jangan harap akan menemukan air bersih di daerah-daerah dekat dengan aliran sungai yang berwarna kecokelatan. Dimana nyaris semua sungai di Indonesia sudah berwarna keruh dan kecokelatan. 
Kalau anda berkunjung ke Dusun Urang Pigang, Kabupaten Sikka di Flores, anda akan menemukan sulitnya mendapatkan air bersih. Jika sedang bukan musim penghujan, masyarakat menggunakan air di danau tadah hujan. Warna air sudah sangat keruh, namun mereka menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk memasak, para ibu terpaksa membeli air galon dengan harga 5000 rupiah. Padahal pendapatan dari menjual batu bata saja terkadang tidak menentu. 
Menunggu air
Di sisi lain, masyarakat di perkotaan yang bisa membayar iuran PDAM setiap bulannya atau memiliki sumur bor sendiri seakan tidak peduli dengan ketersediaan air bersih. Perilaku boros air bersih juga menyebabkan semakin banyak lagi orang yang kehilangan akses terhadap air bersih. Misalnya penggunaan sprinkle (penyemprot tanaman setiap beberapa jam), pencucian piring yang menggunakan air berlebih, tidak mematikan keran air, atau perilaku boros air lainnya. 
Padahal pada Maret 2000, Forum Air Dunia II (World Water Forum) di Den Haag memprediksikan Indonesia termasuk salah satu negara yang akan mengalami krisis air pada 2025. Dengan membiasakan gaya hidup hemat air, mengurangi kerusakan lingkungan termasuk eksploitasi hutan, dan membuat resapan air hujan, dapat menjaga ketersediaan air (source : WWF Fanpage).
Karena itulah kita sebagai warga negara Indonesia harus ikut berkontribusi untuk menghemat air bersih. Tidak perlu melakukan hal-hal sulit, cukup dengan cara-cara mudah tapi berdampak besar. Cara-cara ini sudah saya lakukan sejak duduk di bangku kuliah tahun 2008 dan masih berlangsung hingga saat ini. Sedikit cara yang bisa saya lakukan bagi ketersediaan air di bumi ini. 😀 

1. Gunting rambut menjadi lebih pendek.Kenapa saya sarankan hal ini? Karena rambut yang lebih panjang akan membutuhkan shampoo yang lebih banyak dan air yang lebih banyak pula untuk mencucinya. Karena itu, potong rambut anda agar bisa mengurangi penggunaan air. Tak perlu rambut indah nan panjang jika air sudah langka dan sulit didapatkan. Nanti malah bakalan berkutu dan berketombe. 😀
2. Kurangi mandi dalam sehari. Biasanya ada orang yang mandi sampe 2 bahkan 4 kali dalam sehari. Kalau dalam kasus saya, saya lebih baik mandi pagi dan memilih untuk tidak mandi sore. Karena saya butuh kesegaran pada pagi hari untuk memulai aktifitas. Sedangkan ketika sore hari, saya hanya mengganti baju saja dan mencuci muka. Hal ini saya lakukan untuk mengurangi penggunaan air.

3. Kurangi penggunaan air berlebihan ketika mandi. Banyak orang yang tidak sadar dalam menggunakan air ketika mandi. Mereka menganggap bahwa mereka sudah membayar untuk menggunakan air sepuasnya. Padahal anggapan seperti itu akan merugikan diri mereka sendiri di suatu saat nanti. Dalam kasus saya, saya membiasakan mengguyur tubuh dengan 3 kali gayung. Kemudian dilanjutkan dengan shampooan, tanpa membilasnya terlebih dulu, saya langsung memakaikan sabun ke seluruh tubuh dan juga cuci muka. Jadi ketika membilas langsung satu kali guyur saja. Simple kan?? 
 

mandi dengan air laut bisa juga jadi solusi. 😀

4. Gunakan gayung untuk mandi. Saya juga menyarankan penggunaan gayung ketika mandi dibandingkan dengan menggunakan shower. Karena jika menggunakan shower, tanpa terasa kita lebih banyak menggunakan air tanpa bisa kita takar. 
timer untuk shower

5. Buat timer jika menggunakan shower. Saya menawarkan penggunaan timer jika anda menggunakan shower untuk mandi. Alat ini diperkenalkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Boulder di Colorado, USA. Jadi setiap lima menit, timer yang berbentuk seperti jam pasir bisa mengingatkan anda untuk tidak berlebihan menggunakan air. Alat ini bisa membuat anda peduli dengan air yang telah anda gunakan selama lima menit. Timer ini ditempel di dekat shower, sehingga kita bisa tahu sudah berapa lama kita mandi.

6. Ketika mencuci baju, gunakan pembilas satu kali. Keliatannya saya ngiklan banget, tapi sebenarnya hal ini bisa mengurangi penggunaan air yang berlebihan. Karena ketika mencuci baju, terkadang sabun belum hilang dari baju, kita akan terus menambahkan air. Padahal penggunaan air bisa kita reduksi dengan pemberian pembilas pakaian satu kali. Mudah kan?
7. Jangan terlalu sering mengganti baju. Biasanya kita selalu mengganti baju jika sudah berkeringat.  Dalam kasus saya, biasanya saya menjemur baju yang sudah saya gunakan. Jadi, tiga hari kemudian baju yang sudah dijemur akan saya gunakan lagi. Hal ini membuat pakaian saya tidak terlalu banyak untuk dicuci. 
8. Mencuci pakaian dengan air hujan. Cara ini sudah saya terapkan ketika musim penghujan tiba. Saya menyiapkan tiga ember besar untuk menampung air hujan. Jadi saya bisa mencuci tanpa takut kehabisan air. Selain itu air hujan bisa saya gunakan terlebih dahulu sebelum mengalir ke laut lepas.
Oke, ada beberapa poin yang terkesan jorok dan menjijikan. Hahaha. Tapi paling tidak saya punya hal yang bisa saya lakukan bagi bumi. Jangan tanyakan apa yang sudah orang lain lakukan untuk bumi, tapi apa yang bisa KAMU lakukan untuk bumi.. 😀 Karena itulah saya men-share cara-cara seru untuk menghemat air di dalam postingan blog kali ini. Saya mengajak teman-teman untuk bisa lebih peduli dengan lingkungansekitar. Cara-cara diatas adalah cara seorang perempuan single yang hidup jauh dari keluarga. Hehehe. 😀
Nah, jika anda bukan single dan sudah berkeluarga, untuk mengajak seluruh keluarga hemat air, kita perlu melakukan hal-hal sederhana seperti menempelkan pesan pengingat untuk menghemat air di dekat sumber-sumber air. Misalnya “Matikan keran setelah digunakan” atau “Air Mahal di Masa Depan, Hemat Air Solusinya”. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi seluruh keluarga di rumah. Karena dengan saling mengingatkan seluruh anggota keluarga, anda berkontribusi dalam pelestarian air di bumi ini. Selain itu, jika anda saling mendukung, maka keluarga hemat air akan tercipta. 
So, tunggu apalagi untuk berkontribusi pada pelestarian air bersih? Cara-cara sederhana dan seru bisa kita lakukan demi bumi ini. 😀
CONSERVATION STARTS FROM OURSELF!!

#Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog peduli lingkungan yang diadakan oleh WWF – Indonesia dan blogdetik

ditulis di kamar kost at Wuring, Flores
25 Maret 2013, 0:11 Wita

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *