Ice Skating di Danau WUR

Mencoba ice skating ternyata tak semudah melihat adegan Harry One Direction main ice skating di dalam video Night Changes. Saya lebih sering terjatuh daripada bangkit berdiri. Walaupun di akhir video, si Harry pun juga jatuh dan patah tulang. Haha. Untungnya saya enggak sampe separah itu. 🙂

Siberian Wind di Penjuru Eropa

Saat ini winter masih terjadi di Belanda. Bahkan minggu ini diperkirakan sebagai minggu terdingin karena suhu disini mencapai hingga -15 derajat. Hal ini disebabkan oleh angin Siberia yang mengarah ke Belanda (source : here)  . Sudah beberapa kali hidung saya mengeluarkan upil berdarah karena dingin yang semakin mengigit.

Walaupun matahari sering muncul di langit, tapi butiran es juga sering muncul dan menghiasi hari-hari. Karena hari ini saya gagal ke Psikiatrik Kampus karena terlambat. Pssstt. Orang-orang disini kalau kita terlambat udah dianggap gak datang. Slogannya adalah “Lebih baik tidak datang kalau terlambat” atau “Berikan pemberitahuan jika tidak datang”.

bebek bebek

Mencoba Ice Skating di Danau Kampus

Akhirnya saya membelokkan sepeda menuju danau Wageningen University and Research. Karena disana sudah ada Imam, Yogi dan Kholiq yang sedang mencoba bermain ice skating. Ketika saya melihat orang bermain ice skating, itu terlihat sangat mudah dan gampang. Tinggal berdiri dan jalan seperti biasa, pasti bisa lah, pikirku. Danau sudah mulai penuh dengan orang-orang, padahal biasanya danau ini penuh dengan bebek-bebek.

Akhirnya Kholiq meminjamkan sepatu ice skating miliknya. Ukuran kakinya tak beda jauh. “ukuran kakinya 42, dhie. Mau?” katanya sambil menyorongkan sepatu. Sayapun menggunakan sepatunya untuk mencoba bermain ice skating.

Lihat video Bermain Ice Skating di Frozen Lake

Awalnya saya pede pasti bisa untuk bermain ice skating, eh ternyata… Untuk berdiri aja susahnya minta ampun. Haha. Dua kali saya mencoba, dua kali pun saya terjatuh. Jatuhnya lumayan sakit. Saya jatuh terduduk tapi ketawa-ketawa gak jelas. Soalnya saya menganggap remeh olahraga ini, tapi ternyata susah.

Ditambah lagi bermain di udara terbuka kayak gini, muka rasanya membeku. Temperatur berganti-ganti sekitar minus 7 atau minus 8. Jangan ditanya bagaimana rasanya. Kulit perih dan hidung meler gak jelas. haha.

Yang saya khawatirkan kemudian adalah lapisan es tidak terlalu keras untuk menahan benturan pantat saya. Karena berkali-kali kemudian saya terus menerus jatuh. Ada garis retak di lapisan es. Tapi ternyata ia masih tetap bertahan. Karena memang cuaca di Belanda sedang sangat turun. Bahkan bukan hanya di Belanda, tapi di penjuru Eropa. Ini adalah efek dari angin Siberian atau biasa disebut The Beast From East. Hal ini menyebabkan rendahnya suhu di penjuru Eropa.

Dan saya dapat kabar bahwa ada orang yang meninggal ketika bermain di danau yang belum sepenuhnya membeku. Hiii. Serem juga sih kalau membayangkan danau ini tiba-tiba retak karena gak terlalu dingin. Tapi untungnya lapisan es di danau WUR lumayan tebal dan bisa menahan beban orang-orang ini. 🙂

Ice skating di kampus jadi cerita yang tidak akan saya lupakan ketika kuliah disini. 🙂

ditulis di kamarnya Lisana 17 C

1 Maret 2018 9:25 CET

sambil ngulang baca materi Globalization and Food Consumption

 

pas cerah tapi dinginnya gak nahan
dinginnn

You may also like

Tinggalkan Balasan