Indonesia diantara Ketiak Investor Asing

(catatan kesedihan melihat ekonomi Indonesia)

Laju pertumbuhan ekonomi cenderung di kisaran 6-6.5 persen lebih rendah dari asumsi 6.8 persen dalam APBN 2013. Ancaman kemiskinan dan pengangguran tetap tinggi, bahkan meningkat (Kompas, 8/11). Pernyataan ini tidak main-main, keadaan ekonomi Indonesia masih memburuk. Mendapat imbas dari kacaunya kondisi perekonomian global.

Investasi oleh pihak asing diharapkan menjadi pendorong perekonomian negara ini. Hal inilah yang membuat saya merasa miris. Penguasaan sumber daya atas nama eksplorasi bisa merusak sumber daya alam di Indonesia. Belum lagi para investor asing yang terkesan semena-mena didukung dengan pihak pemerintah daerah.

Misalnya saja penambangan pasir besi di Kabupaten Jepara yang menyebabkan abrasi pantai yang sangat berat hingga merugikan nelayan. Belum lagi tempat nelayan mencari ikan menjadi rusak parah. Karena itu mereka mendemo pihak investor dari Cina yang melakukan penggalian pasir besi disana.

Bukan hanya pasir besi namun wilayah eksplorasi migas dan gas metana masih dikuasai oleh investor asing. Dalam hal ini investor asing asal Malaysia merupakan pemilik terbesar atas penguasaannya. Belum lagi wilayah transportasi di Indonesia yang juga diinginkan. Seperti misalnya pelabuhan, jalan tol hingga pembangunan jalur kereta api di Sulawesi.

Menggantungkan harapan pada investor pada dasarnya hanya akan membuat kita mengemis kepada pihak asing untuk mendayagunakan sumber daya alam kita. Hal inilah yang seharusnya dicarikan solusi untuk menghadapi perekonomian global yang carut marut.

Penghambat pembangunan seperti pembenahan infrastruktur perlu segera dilakukan. Pemotongan subsidi yang sangat besar pada APBN bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan anggaran untuk pembangunan. Selain itu birokrasi yang mendukung pihak asing seharusnya juga memberikan kepercayaan kepada pihak investor dalam negeri untuk mengelola sumber daya alam.

Semoga Indonesia bisa menjadi lebih baik.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *