Indonesia = Gado-gado

Semenjak saya memilih Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin menjadi pilihan jalan hidup saya, banyak orang yang bertanya, “kenapa jauh sekali ambil kuliah di Makassar?”.

Pertanyaan yang selalu berulang dan terus berulang. Mungkin sudah ada 1000 orang bahkan lebih yang bertanya seperti itu. Entah sekedar berbasa-basi atau memang ingin mengetahui diri saya lebih jauh. #cieeee.. ^_^

Setiap kali orang bertanya, saya akan memberikan jawaban yang berbeda. Tergantung suku apa orang tersebut. Misalnya orang Jakarta yang bertanya, maka saya akan menyebut Jakarta sebagai tempat lahir saya. Jika saya bertemu dengan orang Jawa, maka saya akan menyebut Magelang sebagai tanah kelahiran ibu saya.

Berbeda lagi jika saya bertemu dengan orang Ambon, saya akan menyebutkan marga Lestaluhu dan Kotta sebagai nama belakang saya. Dan akan berbeda ketika saya bertemu dengan orang Padang, saya akan menyatakan bahwa ayah dan datuk saya adalah orang Padang Pariaman. Atau jika saya bertemu dengan orang Sunda, saya akan menyebut Bogor sebagai tempat tinggal saya. Hahaha. Inilah kenapa saya bisa ber-kamuflase menjadi orang dari suku yang berbeda.

Itulah kenapa saya bisa dikatakan sebagai mahluk tidak jelas dalam hal kesukuan. Karena latar belakang keluarga saya yang “gado-gado”, membuat saya jadi tidak jelas. Dan itulah yang menarik dalam kehidupan saya. Sebuah keluarga GADO-GADO.. saya bangga menjadi Indonesia!!! 😀

Terima kasih ya Allah telah menciptakan Indonesia.. bukan dengan nama GADO-GADO. hahaa

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *