Ini Rasanya Punya Kakak Laki-laki!


Liburan di Pantai Koka

Tulisan ini saya dedikasikan untuk tiga orang yang menjadi bagian dalam perjalanan hidupku. Walaupun saya yakin mereka tidak akan membacanya. Saya tetap akan menuliskan ini, sebuah ucapan terima kasih atas semua perhatian mereka selama tiga bulan ini. Tulisan ini menjadi sebuah pengingat jika saya pernah memiliki kakak-kakak yang sangat keren!
Terlahir sebagai anak pertama di keluarga, saya sering berandai-andai memiliki seorang kakak. Seseorang yang bisa mendorong saya untuk menjadi lebih baik. Kakak yang mampu mengingatkan saya ketika saya berbuat salah. Kakak yang perhatian dan bisa dijadikan tempat sharing pikiran. Kakak yang bisa diajak gila-gilaan dan jalan-jalan. Rasa-rasanya saya juga bukan tipe kakak seperti itu. haha. Maaf ya adik-adikku sayang, mbak mu ini belum bisa menjadi kakak yang terbaik. 🙁
Mas Firman
Saya seringkali mengangkat senior saya sebagai kakak saya, sebut saja Kak Idham Malik dan Kak Ahmad Yani Hasti, dua orang yang selalu saya tempati berbagi cerita dan pengalaman. Mereka adalah dua orang yang menjadi penguat ketika saya letih dan pencerita yang membuat hangat. Sampai-sampai saya menganggap Kak Idham adalah Plato, seorang filsuf yang bijaksana. Hehe. 
Nah, ternyata kejadian mengangkat kakak terjadi lagi di tempat saya yang baru, Maumere. Saya menemukan tiga orang kece di tempat kost. Tiga orang yang memiliki kepribadian berbeda-beda. Pendiam, moody, dan sok ribut sok asik. Hahah. Mereka berhasil membuat hidup saya disini menjadi berwarna.
Mari, saya kenalkan dengan mereka. Pertama adalah Mas Firman, lulusan universitas di Malang, saat ini ia bekerja sebagai akunting perusahaan shipping. Kemudian Mas Anang yang sering saya pinjam motornya, ia adalah ahli mekanik alat berat. Terakhir adalah Mas Budi, satu angkatan sama Bang Wildan, ia adalah seorang supervisor di sebuah pabrik rokok. Mereka berangkat pagi dan pulang sore.
Ada berbagai hal yang membuat saya merasa dekat dengan mereka. 
Mas Budi
Kegiatan rutin yang biasa kami lakukan adalah memasak untuk lauk makan malam bersama-sama. Biasanya saya, Mas Firman dan Mas Budi selalu bereksperimen untuk memasak. Kadang-kadang mencoba pepes tahu, tongkol bumbu lada hitam, bakwan, nasi goreng, dan berbagai macam lauk lainnya. Saya sangat menikmati proses belajar memasak ini. Karena Mas Firman yang berasal dari Padang sangat mahir mengolah masakan. Apalagi Mas Budi yang sangat jago dalam membuat masakan-masakan khas Lombok. Makan malam selalu menjadi hal yang paling saya nantikan. Kalau Mas Anang lebih suka makan di luar, karena ia tahu kami bertiga paling suka dengan makanan pedas. Ia pun memilih mundur untuk tidak memakan masakan kami. Hahaha. Pernah dia maksa makan dan hasilnya sakit perut dua hari. Hahaha. 
Kemudian kami selalu nonton televisi bersama. Hal ini yang tidak pernah saya lakukan selama mahasiswa. Biasanya saya selalu sibuk dengan laptop dan urusan saya, namun disini, saya menemukan kebersamaan yang sangat aneh. Apalagi jika hari jumat, kita semua dengan tenang duduk di depan televisi menanti ajang pencarian bakat instan di salah satu channel televisi swasta. Kita saling mendukung idola masing-masing, terkadang ikut bernyanyi bersama. 
Mas Anang
Tak hanya itu saja, kami pun membuat janji untuk pergi ke suatu tempat baru setiap dua minggu sekali. Mereka bertiga terlihat seperti terpaksa, namun mereka tetap melakoninya. Hal inilah yang membuat saya senang, jalan-jalan dengan orang-orang spesial. Kami sudah pergi ke beberapa tempat seru, seperti Pantai Koka, Jong Dobo dan beberapa tempat lainnya. Sayangnya, ketika kami berlibur ke Ende Mas Budi ga bisa ikut. Ia harus lembur. 
Tulisan ini pun saya dedikasikan sebagai doa agar kita bisa terus bersama walaupun suatu saat akan terpisah. Paling tidak, saya pernah merasa bahagia telah memiliki k
alian sebagai saudara seiman dan sepassion. Yang saling mengingatkan dan saling mendukung, walaupun seringkali saya dibully karena jarang mandi. Hahah.
Ternyata, ini rasanya punya kakak laki-laki. Menyenangkan! 
Ditulis di kamar kost ketika sedang sendirian di kamar. Mereka bertiga sedang lembur kerja. Kalau mereka pulang, nanti saya akan buatkan teh hangat. 😀
Rabu, 02 April 2014, 19:39 Wita

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *