Jalan Lain Menuju Kota Ambon (Tips Memilih Transportasi)

kapal di Pelabuhan Speedboat Wayame
Plesiran ke Ambon harus tahu bagaimana keadaan kotanya. Saya pernah menemukan tulisan seseorang di blog yang menyayangkan sikap supir mobil carteran dari bandara yang tidak jujur. Sang supir meminta uang 200 ribu untuk diantarkan hingga tujuan. Namun di tengah jalan, tiba-tiba si penumpang diminta turun dari mobil dan disuruh melanjutkan perjalanan dengan kapal. Parahnya disuruh bayar 50 ribu sekali jalan.
Hal inilah yang membuat saya selaku traveller di Kota Ambon bertanggungjawab untuk memberikan informasi dan sedikit tips bagi traveller lain yang ingin mencoba menjelajah Kota Ambon. 
Sekedar informasi geografi, lokasi dari bandara Pattimura menuju Kota Ambon akan mengikuti jalur teluk Ambon. Jadi jika melalui jalur darat, kita akan diajak untuk menikmati pesisir Pulau Ambon. Jarak yang ditempuh adalah 30 km. Nah, saya akan memberikan informasi pilihan moda transportasi dari bandara menuju kota. Sila dicheck :
Mobil Carter
Ketika keluar dari Bandara Pattimura jika ingin mengambil mobil dari bandara, coba tawar dan sebutkan tempatnya. Biasanya mobil carter dari bandara mematok harga 200 ribu dari bandara ke kota. Itupun tergantung jauhnya lokasi. Yang perlu diingat, para supir bandara tidak mengenal nama jalan. Mereka lebih hafal nama-nama daerah. Misalnya Batu Gajah (daerah Hotel Amaris), Lapangan Merdeka (ada beberapa hotel disekitar Lapangan Merdeka), Mardika, Batu Merah, Tantui, Kebun Cengkeh, Halong, Passo dan lain-lain. Jadi usahakan agar anda mengetahui nama daerah dimana anda akan tinggal. 
Selain itu jangan mau diturunkan di tengah jalan. Karena berdasarkan cerita di atas, si pengunjung tidak tahu dan tidak mengerti jalur transportasi di Ambon. Dari Bandara Pattimura ke Kota Ambon jika menggunakan mobil carter ditempuh dengan waktu 1 jam. 
Bis Damri
Sama seperti di bandara lainnya, selalu ada moda transportasi Damri. Namun yang perlu diingat, Damri berangkat jika ada pesawat yang mendarat. Tidak seperti di bandara Soekarno Hatta yang ada setiap 10 menit. Jadi jika ketinggalan Damri pada waktu yang telah ditentukan, maka otomatis anda harus menunggu penerbangan berikutnya datang. Tarif yang dikenakan untuk sekali jalan adalah 35 ribu hingga sampai di Kota Ambon. 
Angkot (Oto) + Perahu
pelabuhan speedboat di Pasar Mardika
Moda transportasi ini yang paling saya suka, karena unik dan lebih cepat dibandingkan dengan harus naik mobil carter. Jika tidak membawa barang banyak dan cuaca sedang baik, saya sarankan untuk mencoba moda transportasi ini. Jadi dari Bandara Pattimura anda hanya perlu ke jalan raya dan menyetop angkot merah. Orang Ambon menyebut angkot dengan kata Oto. Biasanya angkot dengan tulisan Laha atau Hatu. Sebelum naik anda langsung mengingatkan supir, “ke pelabuhan speedboat Wayame, ya om”…. 
Ketika turun anda cukup membayar 4 ribu, sang supir akan langsung menurunkan anda di sebuah gapura kecil. Dari gapura tersebut akan ada dermaga kecil yang menampung perahu-perahu motor. Kita akan naik dibantu dengan sang supir perahu. Kita akan dikenakan tarif 5 ribu rupiah saja. Jika ada bawaan berat seperti kardus, mungkin akan dikenakan charge lebih.
Perahu dengan mesin tempel, cukup untuk 10 orang. Perjalanan menuju Kota Ambon ini lebih murah dan lebih cepat. Karena kita memotong jalur darat dengan menyebrangi Teluk Ambon. Selain itu pemandangannya yang indah juga bisa kita dapatkan. Setelah 15 menit, perahu akan bersandar di Pasar Mardika.  Dari Pasar Mardika, tinggal naik ojek untuk ke tempat yang kita tuju. Jika tujuan anda masih di dalam kota, cukup membayar 10 ribu dan anda tiba di tempat tujuan. Jika tidak ingin naik perahu, anda bisa melanjutkan perjalanan menggunakan angkot tersebut hingga tiba di Pasar Mardika, cukup dengan 7 ribu. Dari sana, anda bisa naik ojek menuju tempat yang anda inginkan. 
Nah, itu adalah pilihan moda transportasi dari Bandara Pattimura ke Kota Ambon yang bisa kalian coba jika datang ke sini. Tergantung budget, cuaca dan banyaknya barang. 😀
Have fun at Music City, pals. 😀
ditulis di Kantor Harta Samudera
12:35 PM 3 September 2014
#tulisan ini merupakan resume dari pengalaman pas jemput seseorang di bandara
]] >

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *