Kabar Pendidikan di Pulau Kecil

Selama sembilan hari saya mengeliling Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan bersama rombongan SPICE 2012, Sabtu – Minggu (19-23/9). Perjalanan yang menyenangkan, bukan sekedar travelling tapi sekaligus penelitian. Membuat saya semakin tertarik untuk menjadi seorang peneliti di bidang Kelautan. Amien ya rabbal alamin..

Selama perjalanan ke pulau-pulau di Kepulauan Spermonde, ada hal yang sangat krusial dan harus diperhatikan oleh semua orang. Ini tentang Pendidikan, sesuatu yang harusnya bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Sesuai dengan UUD 1945, bahwa pemerintah Indonesia memiliki amanat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal yang masih belum terealisasi hingga saat ini.

Keadaan pendidikan masih sangat miris jika kita menengok kabar pendidikan di pulau-pulau kecil tersebut. Pulau Lanjukkang misalnya. Pulau berpasir putih ini hanya memiliki 13 keluarga, semuanya berprofesi sebagai nelayan pancing. Uang yang mereka dapat, tidak mencukupi untuk memberikan pendidikan yang layak kepada anak mereka.

Saya sempat menginap selama 1 malam di salah satu rumah warga. Tak ayal saya memperhatikan apa yang terjadi di sekitar. Di pulau ini, tak ada sekolah. Tak ada air bersih. Hanya rumah penduduk dan mushalla di tengah pulau. Ada pula cottage bernuansa tradisional milik salah seorang jutawan di Makassar. Walaupun ia jutawan, tapi tak berhasil mengedukasi penduduk di sekitar sana.

Pendidikan tak bisa dikecap oleh anak-anak di pulau Lanjukkang. Mereka tak sekolah, tak mendapatkan pengajaran yang didapatkan oleh penduduk kota. Bukan hanya pendidikan, kesehatan pun jauh dari jangkauan mereka. Untuk mendapatkan fasilitas kesehatan, mereka harus naik kapal kecil untuk mencapai Pulau Lumu-lumu. Sekitar 1 jam, perjalanan melawan ombak besar.

Tapi jangan disangka, untuk mendapatkan fasilitas kesehatan, mereka harus membayar sekitar 20 ribu sekali pengobatan. Mungkin untuk kita itu hanya dua kali makan siang, namun untuk mereka 20 ribu adalah biaya hidup selama 3 hari. Bisa untuk beli nasi dan dimakan bersama-sama sekeluarga.

Keadaan pendidikan tak jauh berbeda dengan Pulau Polewali. Disana, pendidikan adalah sesuatu yang harus dibayar mahal. Hanya Sekolah Dasar yang berdiri di pulau tersebut, bangunannya pun sederhana. Ini adalah realita yang terjadi di pulau-pulau kecil. Jauh dari pendidikan layak dan jauh dari kesejahteraan.

Bukan hanya tugas pemerintah untuk mencerdaskan mereka, tapi kita juga. Karena perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *