Kasteel Hoekelum di Ede

Sebuah kastil yang dibangun sejak tahun 1396 membuat saya penasaran ketika pertama kali tiba di Wageningen. Masuk dalam daerah registrasi Kota Ede, kastil ini berada di jalur bis 86 yang selalu saya gunakan ketika pergi ke stasiun. . . 

Perjalanan mencari cobek

Sebenarnya sih ini perjalanan gila-gilaa aja berdua sama Lisana di satu hari sebelum pergi ke Paris. Kita mencoba mencari cobekan untuk Dollah di Paris. Menurut banyak informasi, ada toko yang jualan cobekan dengan harga murah disana.

perjalanan bertemu kuda
soksok berasa instagrammer, padahal bukan haha

Akhirnya kami berdua naik sepeda menuju Ede. Kalau dikira-kira perjalanan dari Wageningen ke Ede tidak terlalu jauh, hanya sekitar 30 menit menggunakan sepeda. Itupun juga dengan kecepatan yang santai. Karena kebetulan di hari itu warna langit sedang cerah dan gak dinginnya gak ngajak ribut.

Kami janjian ketemuan di Hoevestein dan saya membawa serta sang kamera baru. Karena memang saya dan Lisana janjian untuk sekalian hunting foto. Entah apa maksudnya, tapi yang pasti kita foto-foto asal-asal aja. Walaupun gak tau hasilnya bagus atau enggak. haha.

Ede Centrum

Semua Toko Tutup karena Christmas

Kami berencana untuk pergi ke Asian Toko yang terletak di jalan Telefoonweg, tapi apalah daya. Ternyata Google pun bisa salah. Awalnya saya berpikir Google sudah menyediakan informasi yang benar karena mengatakan bahwa Asian Toko di Ede masih buka walaupun masih dalam suasana natal.

Ternyata ketika sampai disana, semua toko di Centrum Ede masih tutup semua. Hanya ada toko kelontong kecil yang namanya Bilad Aisham dan toko kebab yang buka. Yaaa daripada gak beli apa-apa. Akhirnya kami malah membelokkan langkah kami ke toko kelontong itu untuk membuat bubur kacang ijo. Di Ede ada beberapa toko yang menyediakan barang-barang halal salah satunya toko Bilad Aisham ini. Kalau ragu dengan makanan disini, saya sarankan belanja di toko-toko yang sudah pasti terjamin kehalalan nya.

Dan seperti biasa, saya belanja mie rebus untuk persiapan. hahah. Tak lupa saya membeli kebab untuk Arif yang kelaparan karena belum makan dari pagi. haha.

Untuk Toko Asian ini juga direkomendasikan jika ingin membeli barang-barang atau rempah-rempah dari Asia. Kalau di Wageningen sebenarnya ada juga kok yang mirip-mirip. Yaitu Indrayani dan Zam-zam.

Bersepeda ke Kasteel Hoekelum

Nah perjalanan pulang ke Wageningen, kami melihat sebuah bangunan yang keliatannya sangat bagus. Ada sebuah plang bertulisan “Kasteel Hoekelum” di depan gerbang. Didorong oleh rasa penasaran, saya dan Lisana pun memasuki halaman kastil.

Pepohonan pinus di kiri kanan jalan membuat perjalanan masuk ke halaman kastil terasa dramatis. Dan ketika kami sampai dan mencari tempat parkir, tidak ada tempat parkir bagi sepeda. Semua orang membawa mobil dan kami merasa terintimidasi. Hahah.

Kami pun mencoba mencari tahu tentang bangunan ini. Tapi sayang, paket internet kami berdua mati. Sehingga kami hanya mencari tahu melalui papan informasi yang ada di sebelah bangunan kastil.

mirip rumah yang ada di Bogor

Sejarah Kasteel Hoekelum

Menurut Google, bangunan ini sudah teregistrasi sejak tahun 1396. Udah tua banget sih. Nah kemudian tempat ini sudah berpinda-pindah kepemilikan sejak saat itu. Tapi banyak orang yang percaya bahwa kastil ini sudah lebih lama dari pada tahun tersebut. Karena ada dokumen yang menyebutkan bahwa bangunan Hoekelum ini sudah ada sejak tahun 1325.

kasteel hoekelum yang bikin penasaran

Pada abad keenam belas, bangunan ini tercatat dimiliki oleh keluarga Van Poelwijck. Dan kemudian terjual beberapa kali. Dan pada tahun 1695 bangunan ini dibeli oleh Hessel van Lawick. Hingga akhirnya kepemilikan jatuh ke tangan pemerintah Kota Ede. Dan saat ini seringkali digunakan sebagai lokasi pernikahan dan juga restoran.

Jadi jangan heran lumayan banyak orang yang melakukan shoot foto pre-wedding disini juga. haha.

Setelah kami meninggalkan kastil, langit berubah jadi gelap dan tak lama hujan pun mulai menemani kayuhan sepeda kami menuju Wageningen. Paling tidak rasa penasaran saya tentang Kastil Hoekelum sudah terselesaikan. Karena sejak saya tiba di Wageningen, saya selalu melewati kastil ini ketika menuju Stasiun Ede-Wageningen. Sehingga saya selalu kepikiran untuk datang dan hari ini, rasa penasaran itu tertuntaskan. Hahah.

ditulis di Forum lantai 6 setelah ujian re-exam Life History of Aquatic Organism

18:07 CET 8 February 2018

sambil dengar lagu Nidji – Child..

 

You may also like

2 Komentar

  1. pengennya sih foto bareng, tapi apa daya, kami berpisah jalan. hehe. Biasanya sih pergi kemana-mana bareng kak 🙂 Nanti insya Allah ada lagi hehe

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.