Kenapa Saya Harus Mencari Sepatu?

kerudung putih setia menemani
Lima bulan sudah saya kembali ke Jakarta, setelah bermeditasi lama di luar Ibukota. Saya kembali setelah tujuh tahun merantau di pulau seberang sana membawa segudang cerita. Dan ternyata kembali pulang tak semudah yang saya duga. 
Terlalu banyak tuntutan untuk terlihat seperti orang kota kebanyakan. Saya yang baru datang dari daerah di ujung timur sana, merasa tak harus berubah. Untuk apa berubah jika saya masih merasa nyaman? πŸ˜› #pembenaran
Saya memiliki kebiasaan unik dalam berpakaian. Yang mungkin disebut aneh bagi kebanyakan orang di Jakarta. 
Kegemaran saya dalam menggunakan outfit-outfit yang terkesan maskulin membuat beberapa orang merasa β€˜gerah’. Saya sering kali terlihat berkeliaran dengan menggunakan kaos hitam lengan pendek, kemudian saya tambahi kemeja berwarna gelap. Biasanya merah, biru dan hitam. Hanya tiga warna itu. Tak pernah berganti. Setelah itu untuk bawahannya, saya memilih jeans biru gelap atau terkadang yang sudah mulai pudar warnanya, karena terlalu sering dicuci. Untuk jilbab, saya selalu menggunakan kerudung putih yang warnanya sudah memudar. Ini adalah kebiasaan saya sejak SD yang tak pernah berubah hingga saat ini. 

dua outfit kaki yang tak pernah berganti
Nah, karena gaya saya yang selalu tampil boyish dan klimis. Saya selalu menggunakan sendal gunung atau sepatu kets buluk berwarna abu-abu. Saya tidak akan mengganti gaya berpakaian saya, tapi saya ingin mengganti penampilan kaki saya. Karena saya merasa selama saya bekerja sebagai wartawan, tidak cocok untuk menggunakan sendal gunung ke acara resmi. Beberapa kali petugas penjaga acara memperhatikan kaki saya yang hanya dibalut sendal gunung. Mungkin ia berpikir tampilan saya lebih mirip seperti orang yang mau naik gunung dibandingkan mewawancarai seorang Menteri. Hahah. 
Karena alasan itulah saya merasa harus mencari Sepatu! Sepatu yang bisa menambah kesan maskulin. #eh
Tapi, saya malas belanja dan cari barang ke mall berjam-jam untuk mencari sebuah barang. 
Dan di zaman yang serba digital, saya yang malas berbelanja ke pusat perbelanjaan dimudahkan dengan teknologi. Banyaknya online shop yang menawarkan ribuan penawaran menarik nan menggiurkan. Sama seperti Online Revolution Zalora yang menyediakan ribuan katalog sepatu pria yang keren-keren. Harganya juga kompetitif dengan online shop yang lain. 
Dan sekarang saya bingung memilih yang mana. XD
yang ini?

atau yang ini?

atau yang kelihatan lebih segar?

atau gaya zaman sekarang?
 ditulis di kala hujan memayungi Jakarta
12:24 WIB Sab
tu, 7 November 2015

http://www.zalora.co.id/men/?catalogtype=Main

You may also like

1 Comment

  1. kalau beli sepatu enaknya menurut saya beli langsung kak hehe (karena harus pas dengan ukuran kita bener) kecuali beli gadged non fashion baru saya beli di online πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *