Ketika Aku jatuh cinta padaMu*

langit malam ini berwarna kelabu. entah karena rembulan besar ikut mewarnainya atau memang ia menyukai warna itu. dan kenanganku kembali kepadamu
ia cantik. sulit untuk mendeskripsikan dirinya. hijau. segar. ramah. hanya beberapa kata yang mampu aku sebutkan, sisanya? hanya bisa aku rekam dalam memori yang berbatas.
memasuki duniamu, seakan terhipnotis dalam keindahan. berkawan binatang, manusia, bahkan mahluk yang tak bisa kusebutkan. 
kehangatan dan keramahan orang di tempatmu. aku rindu. senyum yang tak lekang dari bibir warga. atau sekedar sapaan untuk mengajak mampir. minum teh atau air putih. ah, waktu-waktu itu.
saat ini aku berada jauh dari mu. menghirup udara yang tak lagi menyegarkan. ah, udara ini. lembap. panas. tak bersahabat. berbeda dengan udara mu. sejuk. hijau. bersahabat bagi paru-paru. menghirupmu tak akan jemu. selaksa makan ikan bakar. tak habis-habis. aku rindu.
keramahan apa lagi yang belum kau tawarkan. aku rasa cukup untuk membuat seseorang jatuh cinta padamu. dan mungkin aku adalah salah satu korban dari rayuan dari keindahanmu. atau mungkin bukan hanya aku saja yang kamu rayu? percayalah, kamu akan menjadi permaisuri dihati ku dan orang-orang yang tergoda itu.
tak terasa, aku pergi meninggalkan mu. maaf. aku masih ingin mendekapmu dalam malam-malam ku. merajut indah cerita diatas pena untuk menggambarkan betapa cantiknya dirimu.
saat ini aku melihat langit dari tempat yang berbeda. awannya tak lagi sama. tak lagi indah seperti milikmu. yang masih perawan tak terjamah asap pabrik dan kendaraan. aku rindu.
terima kasih atas malam-malam yang indah. malam-malam penuh romansa dan cinta.
Sebatik, tunggu aku. aku akan mencari tau untuk mengenalmu lebih jauh. karena aku jatuh cinta.pada hijau hutanmu, biru lautmu, dan putih awanmu.

*sebulan sudah cukup untuk membuat kenangan indah yang bisa membuat pecinta telenovela meneteskan air mata. cukup untuk membuat seorang bayi menangis keras seperti ia dicabut dari dot susunya.

Rumah Kecil , 1:55
18 Ramadhan 1433 H / 6 Aug 2012
menunggu sahur.  …

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *