Ketika Dunia Tak Ber”Manusia”

Pernah tidak membayangkan ketika tidak ada satupun manusia di bumi ini? Tidak ada saya, kamu dan orang lain. Ketika manusia lenyap tanpa ada bencana alam atau kerusakan yang parah. Benar-benar lenyap dan hilang dari muka bumi. Tiba-tiba menghilang. Hanya tersisa hewan, tumbuhan dan mahluk renik. Tanpa manusia. 
Pertama yang akan saya bayangkan adalah kantong plastik-plastik yang memenuhi muka bumi. Akan dicerna oleh bumi sekitar 40 juta tahun. Tanpa ada tambahan plastik satu pun dari manusia. Plastik tidak akan pernah ada lagi karena plastik bukan buatan alami. Bahan yang hadir dari tangan manusia. Sebuah bahan yang akan ikut punah seiring kepunahan manusia.
Kedua, saya akan membayangkan kebakaran yang terjadi dimana-mana. Hal ini disebabkan oleh aliran listrik yang disambungkan oleh manusia ke rumah-rumah. Lampu, sebuah penemuan yang dipatenkan oleh Thomas Alva Edison, menjadi salah satu penyebab kebakaran. Aliran listrik yang tersambung satu sama lain akan terjadi gesekan ketika pohon-pohon yang selama ini ditebang oleh manusia akan tumbuh besar. 
Ketiga,  saya yakin pohon-pohon yang selama ini tidak bisa hidup karena selalu ditebang oleh manusia akan tumbuh dengan pesat. Karena mereka tidak perlu susah payah mengambil karbon dioksida yang dihasilkan dari industri dan kendaraan bermotor yang dijalankan oleh manusia. Pohon-pohon akan tumbuh sangat besar dan menutupi permukaan bumi. Bumi yang selama ini gundul akan kembali hijau. Sebuah surga bagi hewan-hewan yang selalu marjinal selama manusia masih ada.
Keempat, lapisan ozon yang selama ini makin menipis akibat ulah manusia akan kembali seperti sedia kala. Karena gas clorokarbon yang selama ini dikeluarkan oleh cerobong-cerobong asap industri yang dijalankna manusia sudah tidak ada lagi. Dunia akan menjadi lebih teduh tak panas seperti yang terjadi saat ini.
Kelima, hewan-hewan akan beranak pinak dengan baik. Tak perlu takut akan dirinya dimakan oleh manusia. Hewan-hewan peliharaan akan menjalani hidup sebagaimana mestinya. Tak ada istilah hewan jinak dan hewan liar. Karena sejatinya hewan-hewan tersebut diberi julukan oleh manusia. Selain itu hewan-hewan yang selama ini dikategorikan punah akibat perburuan yang dilakukan manusia akan kembali normal. 
Sebuah siklus kehidupan akan kembali sedia kala, ketika manusia belum diciptakan. Sebuah dunia yang indah… 😀
 Hasil dari renungan selama jalan kaki dari Perdos ke Kampus Unhas
23 Oktober 2013

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *