Ketika Karang Bercerai dengan Zooxanthella

Terumbu karang memiliki metode makan yang sangat cerdik. Dimana hidup alga yang biasa disebut dengan zooxanthella. Sebagai imbalan dari “rumah”, zooxanthella memakan limbah nitrogen yang karang hasilkan. Nitrogen itu salah satu nutrisi bagi alga. Dan seperti semua jenis tanaman, alga merubah sinar matahari menjadi gula melalui proses fotosintesis. Gula yang dihasilkan oleh zooxanthellae membentuk 98 persen dari makanan karang. 
Jadi, tanpa harus melakukan pekerjaan sama sekali, karang itu tetap bersih dan cukup makan. Itulah simbiosis yang dilakukan oleh dua insan tersebut. Tapi, ada permasalahan yang ditanyakan oleh Pak Jamaluddin Jompa, jika mereka berdua “bercerai” ketika terjadi Coral Bleaching, maka siapa dari mereka yang “menendang” keluar terlebih dahulu??
Banyak hal yang menyebabkan Coral Bleaching. Salah satu penyebabnya zooxanthella langsung atau tidak langsung mengalami stress akibat paparan udara ketika arus sedang rendah dan juga paparan radiasi sinar matahari. Perubahan suhu membuat hubungan antara karang dan zooxanthella menjadi “retak” dalam artian stress. 
Kenaikan suhu 1-2o C selama 5-10 minggu dan 3-5 tingkat penurunan selama 5-10 hari membuat pemutihan karang. 
Suhu air yang lebih tinggi memaksa karang untuk “menendang” alga. Hal ini disebabkan karena suhu air yang lebih tinggi membloking reaksi fotosintesis untuk mengubah karbon dioksida menjadi gula. Hal inilah yang membuat zooxanthella menghasilkan racun. Untuk menyelamatkan dirinya, dia membuang zooxanthella, sehingga karang berwarna putih. Karang yang memutih bisa me-recover dirinya sendiri jika suhu sudah turun dan alga dapat tumbuh kembali. Karena tanpa zooxanthella, karang akan kelaparan dan akhirnya mati. Jadi, karang yang akan membuang simbionnya terlebih dahulu sebelum meracuni dirinya. 
Selain hal diatas masih ada beberapa penyebab coral bleaching, yaitu meningkatnya paparan ultraviolet (UV), besarnya jumlah air hujan di daerah terumbu, paparan bahan kimia tertentu, sedimen seperti pasir atau kotoran yang mengenai karang, kelebihan zat gizi seperti amnia dan nitrat

Sumber pustaka
http://www.science.org.au/nova/076/076key.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *