Kisah Sedih dibalik Keindahan Pulau Pombo


Pulau Pombo dari kejauhan

Mengunjungi Ambon, rasanya tidak lengkap jika belum mengunjungi Pulau Pombo. Terletak di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah atau secara geografis berada di antara Pulau Haruku dan Pulau Ambon. Sebuah pulau tak berpenghuni yang saat ini menjadi rebutan. Tiga desa di sekitar Pulau Pombo yaitu Tulehu, Waai dan Kailolo ingin memilikinya. Karena pulau yang berukuran sekitar 2km2 ini memiliki pasir putih yang sangat indah dan juga gugusan terumbu karang yang luar biasa. 
Kalian akan disuguhkan dengan hijaunya pemandangan Gunung Salahutu dan juga jernihnya air. Oh no! Pasti rasanya gemes mau nyemplung. Yang perlu diingat, di pulau ini tidak ada rumah penduduk. Jadi sebelum datang kesini sudah harus membawa perbekalan.

Biasanya pulau ini digunakan sebagai tempat berkemah karena suasananya yang sangat cocok untuk mendirikan tenda. Di tengah pulau banyak pohon-pohon rindang yang bisa digunakan untuk berteduh. Pulau ini tidak terlalu besar jika kalian ingin berjalan-jalan mengeksplor seluruh pulau. Namun jangan pernah meremehkan keindahan bawah laut yang tersaji di Pulau Pombo. Jika beruntung, kalian bisa melihat lumba-lumba yang berenang di sekitaran pulau.
Kapal speed boat ke Pombo
Pulau Pombo sudah penuh sampah


Bawa Sampahmu Pulang
Jika ingin mengunjungi pulau berpasir putih ini, harus datang pada saat musim sedang baik. Jika cuaca sedang buruk, banyak kapal nelayan yang tidak mau mengantar hingga ke Pulau Pombo. Hal ini dikarenakan ombak yang sangat besar bisa menerjang kapal kecil. 
Gugusan atoll indah menjadi sajian yang tak boleh dilewatkan. Pulau ini menjadi salah satu spot diving dan snorkeling yang ada di Maluku. Biota laut dan kekayaan alam yang terlihat disekitar Pulau Pombo akan membuatmu takjub. Karena keindahan bawah laut yang dihuni ikan berwarna-warni serta terumbu karang masih terjaga dengan baik.
Karena di pulau ini tidak ada rumah permanen, sehingga pengunjung harus lebih responsible dengan sampah yang mereka bawa. Tidak ada bangunan permanen, tidak ada warung-warung, dan tidak ada biaya masuk. Namun itu berarti juga tidak ada tempat sampah. Hiks. L Karena itu jangan heran jika saat ini sudah banyak sampah di Pulau Pombo. Jangan lupa untuk membawa pulang plastik kemasan yang kalian bawa. Karena jika ditinggal, lama kelamaan pulau ini akan penuh dengan sampah. Hiks. 
Untuk mencapai pulau ini, ada dua cara yang bisa ditempuh. Cara pertama, kamu bisa naik kapal speed boat dari Pelabuhan Kecil Tulehu. Harap diingat ada dua pelabuhan di Tulehu, kamu harus masuk ke dalam Kampung Tulehu untuk mencapai pelabuhan kecil. Jangan pergi ke pelabuhan besar ya. Harga yang ditawarkan bervariasi. Mulai dari 300 ribu hingga 500 ribu. Tergantung bagaimana cara kamu menawar sama pemilik perahu. Lebih baik jika ada kenalan di Tulehu yang bisa membantu menawar. Heheh. Saya dapat harga 250 ribu untuk pulang pergi, karena dibantu oleh sepupu. Perjalanan dari Tulehu ke Pulau Pombo bisa ditempuh dengan waktu 20 menit. Akan lebih lama jika ombak sedang besar. 
Cara kedua adalah kamu bisa naik kapal nelayan dari Pelabuhan Hunimua atau di Pantai Liang. Dari sana harga untuk mencapai Pulau Pombo tidak lebih dari 100 ribu rupiah. Karena jarak Pantai Liang dengan Pulau Pombo tidak terlalu jauh. Untuk mencapai Pelabuhan Hunimua dari Ambon bisa menggunakan angkot (orang Ambon sering menyebutnya oto’) ke arah Hunimua. Kamu bisa naik angkot ini dari Pasar Mardika. Harganya sekitar 15 ribu per orang. 
Rute murah dari Ambon :
Naik oto di Pasar Mardika, turun di Desa Tulehu (bayar 10ribu), jalan kaki ke Pelabuhan Kecil Tulehu, naik speedboat (harga sewa 300-500 ribu).
Pimmie dan Kak Maaruf. 😀
Langit cerah siang ini. 😀
berteduh 😀
ditulis di kantor DFW-Indonesia
18:34 WIB 31 January 2016

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *