Klaim Asuransi AON untuk Mahasiswa di Belanda

Tata Cara Klaim Asuransi AON untuk Mahasiswa di Belanda. Mahasiswa Indonesia di Belanda diberikan asuransi kesehatan dari provider AON. Provider AON ini sering digunakan oleh mahasiswa internasional di Belanda. Untuk penerima beasiswa LPDP, Stuned dan NFP diberikan asuransi kesehatan ini.

Di Belanda tanpa asuransi kesehatan bisa jadi disaster! Kenapa? Karena biaya pengobatan disini sangat mahal. Kalau gak asuransi, bisa-bisa kita harus bayar sendiri. Sebagai gambaran nih ya, seorang teman tiba-tiba pingsan di jalan, kemudian warga memanggil ambulans. Setelah keluar dari RS, ia harus membayar sekitar 600 euro. Untungnya dia punya asuransi…

Tulisan ini terdiri dari dua hal penting : Medical Cost Reimburse (Masalah Kesehatan) dan Extra Cost and Assistance (Klaim Kedukaan)

Asuransi Penting di Belanda

Sebagai mahasiswa di negara orang, kita kadang tidak tahu apa yang akan terjadi menimpa kita. Seperti yang terjadi pada saya di tahun 2017. Tiba-tiba kulit saya muncul bentol-bentol merah yang seminggu kemudian mengeluarkan nanah dan darah. Saya ingat sekali saya mencoba untuk menyembuhkannya sendiri dengan mengoleskan habbahsauda dan madu, tapi bukannya semakin baik, luka itu semakin membesar.

Akhirnya saya memberanikan pergi ke General Practitioner di Nexus Wageningen. Caranya? Pertama-tama saya mendaftarkan diri dulu melalui website https://www.student-mc.nl/nl/ . Dari situ kita memilih opsi register, kemudian isi semua fill yang ada di dalam form. Setelah itu kita akan mendapatkan email konfirmasi dari pihak Student Medical Center.

Datang saat hari pemeriksaan

Di dalam email kita akan diminta untuk datang di hari yang telah ditentukan oleh pihak Student Medical Center. Jangan sampai tidak datang ya, kalau berhalangan hadir jangan lupa kabari pihak receptionist. Karena kalau tidak hadir tanpa pemberitahuan, kita akan diminta membayar 25 euro. Jadi harus hati-hati. 🙂

Saat kita masuk ke gedung Nexus, langsung menuju ke arah resepsionis. Resepsionis akan mengarahkan kita untuk menunggu di ruang tunggu. Ada tiga ruang tunggu di gedung Nexus, jadi jangan sampai salah masuk ya. Karena dokter akan memanggil nama pasien sesuai dengan nomor ruang tunggu.

Apa saja yang harus dibawa saat pemeriksaan?

  • kartu insurance yang diberikan oleh pihak asuransi
  • appointment email

Bagaimana pemeriksaan di GP?

Kali pertama saya ke GP, si dokter melihat bagaimana luka yang timbul dari penyakit saya. Karena lukanya sudah cukup besar dan bernanah, sang dokter sampai harus pakai sarung tangan. Hahah. Dia mendiagnosa bahwa penyakit saya ini disebabkan oleh bakteri, akhirnya ia memberikan resep berupa salep. “If your wound still wet, you should come here again,” katanya.

Dua minggu kemudian, luka saya masih berair. Bahkan lebih parah dan bertambah di beberapa daerah. Awalnya hanya tangan, luka yang sama mulai menyebar ke arah betis. Ckckc. Akhirnya dokter memberikan resep lagi. Kali ini bukan salep tapi antibiotik.

Dua minggu kemudian, luka saya bertambah parah. Saya juga gak paham, kalau ini bakteri harusnya sudah nyebar juga ke Arif. Tapi ia tidak kenapa-kenapa. Akhirnya si GP pun menyerah dan mengarahkan saya untuk pergi ke spesialis kulit.

Menebus obat di Apotik

Setiap kali pulang dari GP, saya selalu diberikan resep oleh si dokter. Selama itu pula, saya harus membayar sendiri harga obat yang ada di apotik. Harga obatnya lumayan mahal, salep yang pertama saya gunakan adalah 30 euro dan obat antibiotik yang saya minum adalah 16 euro.

Ketika mendaftar di register, kita memang disuruh untuk memilih apotik yang terdekat dari rumah kita. Karena saat itu saya tinggal di Asserpark, jadi secara otomatis sistem mengarahkan saya untuk menebus obat di Apotik Churcill Wageningen.

Pergi ke Spesialis

Karena luka saya semakin parah, setelah sebulan sejak kedatangan saya pertama di GP, akhirnya saya mendapatkan appointment untuk pergi ke dokter spesialis. Ckckck. Bayangkan, sepanjang apa prosedur kesehatan di Belanda. Haha.

Saya hanya diminta untuk membawa kartu asuransi dan verblifjt ke dokter spesialis kulit. Saya datang di jam yang telah ditentukan. Disana saya bertemu dengan seorang dokter kulit yang sudah termasuk sepuh. Ia hanya melihat luka di tangan dan di kaki saya. “This is eczema, your skin is too dry and don’t too stress. You should use soap with moisturizer, don’t take hot shower,” ujarnya kemudian.

Jadi selama ini yang dibilang sama GP bahwa saya kena bakteri itu salah? hahah. Saya termasuk punya penyakit bawaan yang memang sudah diturunkan secara turun temurun oleh alm Mbah Kakung. Tapi selama ini penyakit ini tidak pernah muncul di kulit saya. Eczema ini dikenal juga sebagai Atopik Dermatitis. Jadi kalau pas lagi muncul, kulit saya langsung bernanah dan berair. Parah banget sih. Saya hanya diberikan salep untuk ditebus di apotek Churchill seharga 30 euro. Dan voila, dalam waktu 5 hari, luka saya mengering sempurna.

Cara Klaim Pengeluaran Berobat dari AON

Untuk pengobatan yang saya lakukan AON membayarkan langsung ke GP ataupun ke spesialis. Tapi berbeda dengan kasus sakit gigi saya di Dentist. Saya diminta membayar full sebesar 54 euro lalu meminta reimburse ke AON secara mandiri.

Dulu untuk meminta reimburse dari AON harus melalui email, namun saat ini pihak AON sudah memperbarui cara reimburse mereka. Kalian tinggal masuk ke dalam link https://www.aonstudentinsurance.com/students/en/claims/ . Masukkan no polis dan tanggal lahir. Setelah itu pilih reimburse yang ingin dilakukan. AON bisa mengcover juga biaya Pulang Pergi ke negara asal jika ada orang yang berduka. Saya akan jelaskan dibawah nanti.

Setelah pilih reimburse medical, kita akan diminta untuk memasukkan informasi yang dibutuhkan mulai dari pergi ke dokter tanggal berapa, nomor invoice, berapa besaran harga invoice, dan informasi lainnya. Setelah itu masukkan juga invoice yang kalian dapat dari apotik ataupun dokter spesialis.

Tak berapa lama kalian akan mendapatkan email konfirmasi dari pihak AON jika claim kalian diterima. Kalau ditolak biasanya karena ada salah input. Selama ini saya sudah menghabiskan uang sekitar 350 euro untuk biaya berobat dan obat selama di Belanda.

Klaim Asuransi AON untuk pembiayaan kedukaan

Selain untuk masalah kesehatan, AON juga bisa berguna jika ada keluarga dekat (lingkaran 1 dan lingkaran 2 seperti orang tua, saudara, kakek dan nenek) kita meninggal atau sakit di negara asal. Jadi pada bulan September 2018, mbah rayi saya meninggal dunia. Saya pun harus pulang ke Indonesia.

Ternyata AON bisa mengcover biaya kepulangan ke negara asal. Ada beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk meng-claim biaya tersebut.

  1. akta kematian yang sudah ditranslate (lihat : cara membuat akta kematian)
  2. boarding pass pulang pergi dengan tanggal
  3. itinerary details yang mencakup harga tiket pesawat
  4. dokumen yang menunjukkan kedekatan misalnya kartu keluarga

Setelah itu kalian tinggal memasukkan data yang dibutuhkan melalui website https://www.aonstudentinsurance.com/students/en/claims/ pilih opsi – Extra Cost and Assistance. Kemudian isi sesuai dengan keadaan kalian. Apakah ada orang yang sakit atau meninggal. Karena kasus saya adalah mbah rayi yang meninggal, saya pun memilih opsi ada kematian.

 Setelah saya pulang ke Indonesia dan mengurus akta kematian, saya pun melakukan reimburse. Tiket Amsterdam-Jakarta-Amsterdam pun diganti oleh pihak AON. Pagu maksimal yang bisa diberikan adalah 7000 euro. Berikut ini adalah catatan dari pihak AON

  • The costs of a return flight (for a period of maximum 4 weeks);
  • The necessary extra costs of public transport to and from the airport up to a maximum of EUR 500 which the Insured Person must incur if he/she is required to return to his/her Homeland in connection with a life-threatening condition or the death of first or second degree relatives by blood or marriage living there (parents, parents-in-law, grandparents, children, brothers, sisters and spouse);
  • Taxi costs are only reimbursed if public transport is not possible;
  • A maximum of 1 benefit is owed once per Insured Year per relative by blood or marriage.

Penutup

Kalau sakit di Belanda tapi punya asuransi Insya Allah tak perlu khawatir. Jika semua dokumen telah lengkap, insya Allah tak ada masalah. Semoga kita semua diberikan perlindungan oleh Allah SWT. Aamin ya rabbal alamin.

 

 

ditulis di Bennekom

13:17 AM Sunday, 19 Mei 2019

 

You may also like

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.