Kontroversi Pekerja Anak dan Masa Depan

Siang itu ketika saya sedang menunggu seorang teman di Botani Square, mata saya tertuju pada seorang anak yang menawarkan jasa payung. Pada saat itu hujan sedang turun dengan lebat. Saya mengamati satu per satu tingkah anak-anak ketika menawarkan jasanya. Ada yang berlarian menuju orang dewasa tersebut dan menyodorkannya. Ada juga yang terlihat acuh tak acuh, malah lebih senang bermain hujan. Mungkin ia hanya ikut-ikutan temannya untuk menawarkan jasa payung. Ada seorang bocah, saya tebak umurnya tak lebih dari 5 tahun. Masih sangat kecil. Ia terlihat mengigil, tapi senyum tak lepas dari wajahnya. 
Aku memperhatikannya. Sambil sesekali ingatanku terlempar ke adik bungsuku, Maulana. Anak ini terlalu kecil untuk mencari nafkah. “Kemana sih ibunya?”, pikirku pada saat itu. Karena bayangkan saja, seorang anak harus mati-matian menerjang angin dan hujan demi selembar rupiah. 
Tapi pemandangan ini bukan hanya sekali dua kali. Tapi berkali-kali ketika seorang anak kecil mengambil beban orang tuanya untuk mencari nafkah. Mereka harus mendapatkan uang demi penghidupan yang lebih baik. Coba saja tengok di sekitar kalian, pasti akan kalian temukan sosok kecil yang mengais rezeki di jalan. Entah dengan profesi sebagai pemulung, penjual gorengan, pekerja bangunan, bahkan pengemis (ini yang paling banyak). Saya benci dengan keadaan seperti ini. Dimana orang tua mereka ikut memaksa mereka untuk mencari nafkah. Padahal itu adalah kewajiban mereka membiayai hidup anaknya. Memberikan mereka pendidikan yang layak. Mengasihi mereka dan mengajarkan mereka makna kehidupan. 
Tak seharusnya saya menjustifikasi orang-orang itu di sini. Tapi saya hanya mencoba mengetuk nurani ku, bahwa masih ada orang dibawah saya yang harus dibantu. Tak boleh menutup mata dan berpura-pura tak terjadi apa-apa. Karena anak-anak itu adalah calon generasi penerus bangsa. Jika kita tak ambil peduli dengan keadaan mereka, seperti apa wajah bangsa kita di masa depan???
Warkop, 14 November 2013

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *