Kopenhagen, kota Pelabuhan yang Indah

København atau dibaca Kopenhagen, ibukota Denmark yang terletak dekat dengan kota Malmö yang dipisahkan oleh Teluk Örensund. Perjalanan sehari disana membuat saya jatuh cinta dengan keindahan dan keteraturannya.

Tiba di Copenhagen

Demi perjalanan hemat, saya dan Arif memilih untuk bepergian ke Kopenhagen menggunakan Flixbus. Bis yang mengantarkan kami selama 13 jam perjalanan dari Amsterdam Sloterdijk. Harganya hanya 20 euro, sekitar 220 ribu rupiah untuk sekali jalan. Kami berangkat pukul 8 malam dan tiba di Copenhagen pada pukul 9.40 pagi hari waktu Copenhagen. Badan rasanya pegal-pegal linu karena harus meringkuk di atas kursi bis.

Setibanya di Copenhagen, kami harus menunggu Suci yang datang dari Bremen. Kali ini kami ingin mengunjungi Baso di Kota Malmö. Sekitar 30 menit dari Kopenhagen menggunakan kereta dan menyebrang jembatan Örensund. Kami tiba di hari Jumat pagi, sehingga kota masih terasa ramai.

Jalanan penuh dengan manusia yang lalu lalang dengan tujuannya masing-masing. Kami tiba di dekat Central Station, lokasinya agak kumuh dan membuat bayangan kami tentang Kopenhagen agak sirna. Warna langit yang mendung mengafirmasi gambaran kami tentang Kopenhagen. Kami segera masuk ke Central Station untuk mencari WC, harga masuk ke WC di stasiun ini mematok harga 5 denmark krona (dkk) atau setara dengan 0.69 euro. Setelah membuang hajat dengan semestinya, kami menunggu Suci di dekat Pusat Informasi Turis.

Disinilah saya melihat informasi tentang Den Bla Planet yang sangat disarankan untuk dikunjungi ketika di Kopenhagen. Saya pun mencari informasi melalui website sembari menunggu Suci. Tak lama Suci datang dan kami mencari tempat makan untuk sarapan. Sebuah kios halal yang menjual makanan India menjadi tempat nongkrong kami selama 1 jam. Suci membawa Nasupalleko, dan saya memesan nasi dengan chicken curry yang sangat kental. Harganya 69 dkk atau setara dengan 7 euro satu porsi besar.

Perjalanan ke The Little Mermaid

Setelah makan, kami segera membeli tiket ke Malmö yang ternyata bisa digunakan untuk berkeliling Kopenhagen selama 1 hari. Harganya 89 dkk untuk tiket harian di Copenhagen dan juga tiket kereta menuju Malmö. Lumayan murah sih menurutku karena tiket ini bisa juga digunakan untuk naik bis ataupun metro di dalam kota Kopenhagen.

Karena itulah kami segera meluncur ke patung The Little Mermaid. Sebuah ikon yang jadi tujuan utama para turis. Kami menggunakan kereta menuju Esplanaden, dari sana kami tinggal berjalan kaki sekitar 10 menit. Sepanjang perjalanan kami hanya bercerita tentang asal muasal Duyung ini. Menurut sejarah, seorang pengusaha kaya terkagum dengan opera yang bercerita tentang The Little Mermaid. Pengusaha tersebut membayar seorang seniman bernama Edvard Eriksen untuk membuat patung ini. Sang ballerina, Ellen Price menjadi model untuk wajah, sedangkan istri dari Edvard Eriksen menjadi model bagian tubuh. Btw, patung ini agak porno, sehingga sang balerina menolak untuk jadi model telanjang di dalam proses pembuatan patung.

Selama ini, patung the little mermaid menjadi korban vandalisme. Sehingga oleh pihak pemerintah patung ini pernah dipindahkan di beberapa tempat dan akhirnya sekarang ia menetap di pinggir Langeline, dekat dengan Kastellet.

Kastellet, Base Militer Kopenhagen

Setelah dari patung The LIttle Mermaid, kami memasuki kawasan Kastellet. Menurut Wikipedia, tempat ini merupakan benteng yang berbentung bintang. Tapi kami merasa benteng ini lebih mirip dengan penyu di Fort Rotterdam, Makassar. Ketika memasuki area Kastellet, kami diwajibkan untuk tidak menginjak rerumputan, memegang meriam yang ada di dalam benteng, ataupun mengambil benda di museum.

monumen di dalam benteng
military base di Kastellet
kincir angin di dalam benteng

Benteng ini telah berdiri sejak abad ke 17. Dan ternyata masih digunakan sebagai military base hingga saat ini. Kami sempat dimarahi oleh Komandan Batalion karena menginjak arena rumput. Haha. Maafkan kami pak Komandan. Untungnya Komandannya baik hati dan tidak sombong. Btw, doi juga ganteng. #eh dikeplak Arif.

Di dalam benteng, kita bisa melihat monumen peringatan untuk para tentang Danes (orang Denmark) yang gugur di medan perang. Ternyata ada juga tentang Denmark yang dikirim ke Indonesia dan gugur disana. Setelah itu kami mengelilingi benteng dan melihat ada sebuah kincir angin seperti yang ada di Belanda dan juga rumah tahanan bagi prajurit.

Perjalan ke Den Bla Planet

Setelah dari Kastellet, kami segera pergi ke Den Bla Planet. Cerita perjalanan di Den Bla Planet telah saya ceritakan secara lengkap di dalam postingan blog saya sebelumnya.

akuarium Den Bla Planet

Aquarium Den Blå Planet, Copenhagen

Saya benar-benar jatuh cinta dengan tempat ini. Walaupun katanya terbesar di Eropa Utara, tapi masih gak punya hewan Paus di dalam akuarium. hahah. Harga tiket masuknya 170 dkk atau setara dengan 22 euro. Lumayan mahal sih. Bisa jadi makanan selama 3 hari tuh. Silakan baca tulisan saya disini

Kastil Rosenborg

Setelah kami kembali dari Malmö dan siap pulang ke Amsterdam. Kami menyempatkan diri untuk berkeliling kota Kopenhagen. Oia harga tiket kereta dari Malmö ke Kopenhagen adalah 110 Sweden Krona per orang. TIket ini pun bisa digunakan di Kopenhagen. Kami naik kereta menuju Norreport dan dari sana kami hanya butuh berjalan kaki untuk mencapai kastil Rosenborg.

kastil Rosenborg

Kastil Rosenborg merupakan bangunan yang terkenal di sejarah Skandinavia sejak abad ke 17. Bangunan ini didirikan pada masa pemerintahan Christian IV. Di dalam bangunan ini ada benda-benda pusaka yang dari dulu milik kerajaan. Sehingga untuk masuk ke dalam kastil Rosenborg kita harus merogoh kocek lagi. Dan karena saya sedang berhemat, akhirnya kami memilih untuk foto-foto dan beranjak dari sana. Harga tiket masuknya 75 dkk per orang. Lumayan banget sih. Kami akhirnya memilih untuk jalan-jalan di King’s Garden yang kebetulan sedang ada Festival musik Jazz. Kita disana hanya sekitar 30 menit dan akhirnya jalan-jalan menuju Pelabuhan Nyhavn.

Strolling around City Centre and Pelabuhan Nyhavn

Kami menjelajah City Centre yang penuh dengan bangunan antik nan cantik. Pertama-tama kami melihat Strøget, jalanan yang tidak ada mobil dan penuh dengan toko-toko brand terkenal. Kami hanya membeli tempelan kulkas untuk menambah koleksi kami. Harga satu tempelan kulkas 5 euro. Parah lah. haha.

City Centre of Copenhagen diatur dengan sangat ciamik. Kota ini sudah mulai berkembang sejak 1000 tahun lalu. Pembangunan yang masif membuat  kota ini menjadi ibu kota Negara Denmark. Menurut sejarah, awalnya ibukota Denmark adalah Roskilde, namun pada tahun 1443, Copenhagen mengganti posisi Roskilde. Kota ini dibangun oleh Bishop Absalon, konselor dari King Valdemar I. Benteng dibangun di sekitar kota untuk melindungi kota.

sisi Kopenhagen

Pelabuhan Nyhavn

Setelah itu kami menuju Pelabuhan Nyhavn. Pelabuhannya sih biasa aja, tapi karena semua rumah-rumah disana dicat dengan warna-warni membuat turis menjadikannya tempat foto yang ciamik. Disana ada beberapa penyedia kapal untuk kanal tur. Harganya hanya 5 euro per person. Waktu yang diambil sekitar 1 jam perjalanan. Karena kami harus mengejar bis, jadilah kami tak mencoba perjalanan itu.

Wrap Up?

Menghabiskan waktu di Kopenhagen sangat menyenangkan. Karena kotanya bersih dan public transportation-nya murah dibandingkan di Belanda. haha. Harga makanan juga around 7-9 euro. Lumayan mahal sih. Makanya lebih baik bawa makanan sendiri atau beli roti tawar plus selai ikan tuna. Disini pakai bahasa Denmark, bahasa Inggris mereka gak terlalu bagus. Jadi seringkali saya pakai body language. ahaha.

Overall, saya suka dengan Kopenhagen karena kotanya dekat dengan laut. Jadi banyak burung camar beterbangan di kota. Selain itu mengingatkan saya dengan Kota Makassar. haha. Semoga bisa bertemu lagi dengan Kopenhagen.

ditulis di Beringhem

10:10 CEST Wednesday, 18 July 2018

sambil cari informasi tentang slot sim card yang tertahan

 

You may also like

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.