Lagu Sedih untuk Bangsaku – Indonesia (Kado Ulang Tahun ke 68)

Kesedihan ini bukan buatan. Kesedihan karena melihat eadaan bangsa yang sangat carut marut. Entah kenapa, emosi ini semakin membuncah. Pada kebodohan orang Indonesia yang sedang memimpuin negeri ini. Entah kenapa, rasanya menyayat hati.. Sedih hingga ke dalam sanubari.. Saya berjanji akan mengubah hal ini suatu saat nanti..
#mulai merenung
1. Kehidupan politik yang sangat SURAM!! http://pulsk.com/284115/Ironi-Pejabat-Publik-Bergaji-Besar-ke4-Sejagat.html Bayangkan saja, pejabat publik kita memiliki gaji besar tapi minim kualitas. Mereka dipilih untuk berpikir dan mensejahterakan rakyat. namun apa yang mereka lakukan?? Berjalan-jalan ke luar negeri dengan dalih “kunjungan kerja” atau mereka biasa tertidur di ruang rapat ketika sidang sedang berjalan. Kesedihan ini semakin memuncak ketika melihat keadaan sekitar yang semakin memburuk. belum lagi para politisi yang menggunakan nama rakyat tapi tak pernah benar-benar memikirikan mereka.. menyedihkan!! ya Allah semoga mereka cepat lenyap dari muka bumi ini.. Gantilah dengan orang-orang kompeten yang bisa memajukan bangsa ini.
2. Kurangnya lapangan pekerja membuat lautan manusia pergi mengadu nasib di luar negeri. Dimana nasib mereka tak jelas. dihina, diperkosa, disiksa bahkan dianggap sebagai pembunuh padahal mereka mempertahankan hidup mereka. AAARRRGGHHH.. Saya benar-benar benci dengan para politisi busuk yang mengangkat dirinya sebagai pemimpin namun tak bisa berbuat apa-apa ketika banyak “Pahlawan Devisa” wafat di tiang gantungan…
3. Negeri kaya namun hasil buminya semua “lari” ke satu pulau saja, Jawa. tengok saja hasil minyak di Aceh, hasil buminya di antar ke Jakarta. (cukong-cukong nakal). jangan lupakan emas di Papua, hasilnya lebih banyak dinikmati oleh para petinggi negara di daerah tersebut. Karena itu jangan heran masih banyak daerah tertinggal yang tak disentuh oleh teknologi dan pendidikan. Kapan kita bisa keluar dari kebodohan dan kemelaratan kalau semuanya masih tak merata. 
4. Pendidikan yang tak dinikmati semua orang. Jangan bicara soal kesetaraan pendidikan kalau masih kacau sistemnya. Jangan salahkan jika ketika Ujian Nasional banyak yang mencontek. Karena mereka tidak pernah belajar apa yang didapatkan para siswa elite di sekolah mahal. Saya mendukung adanya program mengajar di daerah-daerah tertinggal. Mnrut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC),kualitas pendidikan di Indonesia ada diurutan ke-12 dr 12 negara Asia!! Wake up, kita masih bodoh!! Tapi seperti yang didengungkan, “Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”!! Semangat Indonesia!! 
5. Paling parah adalah kacaunya sistem hukum di negeri ini.. Untuk masuk menjadi anggota polisi saja misalnya, mereka harus merogoh kocek yang dalam. Menjadi seorang perwira polisi harus punya banyak uang. Jangan heran kalau datang ke kantor polisi anda akan diminta biaya administrasi atau bisa disebut uang rokok.. AAARRGGGHHHH.. Harga-Suap-di-Kepolisian-Bisa–Capai-Rp-2-Miliar Belum lagi lemahnya tempat penahanan, sehingga para napi bisa bebas berkeliaran.. Bagaimana bisa kita hidup aman dan tentram??
6. Korupsi merajelela dimana-mana. Mungkin bukan hanya saya saja yang merasakan keadaan ini. Setiap harinya kita melihat berita di televisi tentang penangkapan orang korupsi tapi pada akhirnya mereka bebas juga tanpa harus membayar apapun. Kita marah karena ada kasus korupsi. Namun lama kelamaan kita lupa bahwa ada orang yang pernah korupsi. Ujung-ujungnya orang yang pernah korupsi itu memiliki tampuk kepemimpinannya kembali. Hilangnya rasa malu para pelaku korupsi dan serangan balik koruptor (corruptors fight back) yang ditujukan untuk melemahkan lembaga penegak hukum yang menangani korupsi, dalam hal ini KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan adalah hal yang tak terelakkan.
7. Banyaknya khazanah kekayaan budaya yang tidak bisa kita jaga. Lagu kita diambil paksa, makanan kita diakui oleh negara lain. Ketika mereka mengakuinya, tiba-tiba kita langsung marah, mengamuk dan mencaci maki. Padahal kita harus introspeksi diri, sudah seringkah kita menggunakan batik di kehidupan sehari-hari kita? Sudahkah kita memperkenalkan produk lokal kita ke mancanegara? Sudah banggakah anda dengan makanan khas kita?? Atau jangan-jangan anda hanya mencintai produk-produk luar negeri. Dengan cap “made in USA atau made in Paris”, kalian lebih bangga menggunakannya dibandingkan “made in Indonesia”??
ini bisa jadi panduan bagi anda untuk mencintai produk lokal.. Produk-Indonesia-yang-selama-ini-dikira-buatan-luar 
8. Utang kita semakin menumpuk tapi kita bangga dengan pembangunan yang dibangun
atas dana utang?? Buka mata kalian, kita punya utang triliuanan dollar.. Kita tidak sedang baik-baik saja. Utang.Negara.Rp.2.036.T.Indonesia.Siap-siap.Bangkrut
9. Para akademisi tidak dihargai dengan baik di Indonesia. jangan salahkan mereka jika mereka mencari tempat yang lebih layak. karena Indonesia baru memulai untuk menghargai para peneliti. Itupun terkadang diberikan dengan dana utang. mengapa-para-ilmuan-indonesia-lebih-memilih-luar-negeri-2/
10. Kekerasan dimana-mana. beragam berita kekerasan beredar di televisi. Pembunuhan, perkosaan, perampokan, penganiyaan, dan lain sebagainya. Belum lagi kekerasan yang mengatasnamakan sebuah agama. Entah kenapa saya semakin sedih.. 
11. Mahasiswa hanya mencari uang. sehingga gelar yang mereka dapatkan kadang malah tak sesuai dengan penempatan kerja. Jangan heran jika mahasiswa eksakta malah memilih sebagai pegawai bank. Padahal Indonesia butuh pencerahan dan insipirasi dari para lulusan muda. Orang-orang yang bisa memajukan sebuah daerah.
Inilah sedikit permasalahan yang kita hadapi menuju negara yang berkedaulatan, jangan tutup mata dan anggap semua sedang baik-baik saja.. Kita tidak baik-baik saja.. Pertahankan kebhinekaan dan terus semangat!! Jangan pernah melupakan apa yang sudah terjadi dan bangun negara lebih baik…

#kado dariku untuk Indonesia ke 68
dibuat di Identitas, Sabtu, 17 Agustus 2013 (01.00 Wita)

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *