Lindungi Karst Maros, Untuk Generasi Selanjutnya

di antara batu-batuan gamping, Leang Pettakere

Kekayaan sumber daya alam akan melahirkan bencana jika memang tidak dikelola dengan baik. Indonesia adalah negara yang SANGAT KAYA! Air dimana-mana, kita bisa menikmati udara bersih, sumber makanan dimana-mana. Belum lagi jika saya menceritakan bagaimana sumber daya alam non renewable (tidak diperbarui). Mungkin banyak yang akan saya sebutkan disini. Tapi saat ini saya ingin menceritakan apa yang saya pikirkan tentang sebuah berita rencana pengerukan sumber daya alam.

Saya melihat sebuah berita di lokal yang mengatakan jika ada perusahaan Cina yang akan membuat pabrik semen di Maros. Industri semen disana memang menggiurkan. Lahan basah yang bisa digarap lebih dari 40 hektar. Saat ini PT Semen Bosowa sudah beroperasi disana sejak puluhan tahun. Yang jadi masalah adalah para penduduk seakan dibodohi dengan adanya pembangunan ini. Menurut berita, penduduk yang tinggal disana sudah setuju jika dibangun pabrik semen. Karena lahan yang tidak terpakai oleh mereka akan digunakan sebagai lahan pembangunan. Hmmm. Ujung-ujungnya masalah uang lagi…
Mungkin mereka tidak tahu jika karst berfungsi untuk melindungi air. Jika disana dibangun lagi pabrik semen, akan ada kemungkinan sungai bawah tanah akan kering dan merugikan penduduk. Bukan saat ini, tapi di masa mendatang… Ketika air sudah benar-benar jadi barang langka dan lebih mahal daripada harga semen. 
Di dalam perut bumi di bawah Pegunungan Karst Maros tersimpan sumber kehidupan. Di kawasan karst banyak dijumpai gua dan sungai bawah tanah yang juga menjadi pemasok ketersediaan air tanah yang sangat dibutuhkan oleh kawasan yang berada di bawahnya. Termasuk di dalamnya ketersediaan air tawar (dan bersih) bagi kehidupan manusia, baik untuk keperluan harian maupun untuk pertanian dan perkebunan. Karst didaulat jadi tempat penyimpanan air sebelum mengalir ke laut. Hal ini disampaikan oleh ahli hidrologi UGM, Tjahya Nugroho Adji (Kompas, 21/11). Ia juga menambahkan penambangan karst merusak lingkungan, termasuk jika di dekatnya ada mata air dan sungai bawah tanah. 

ini lagi di air terjun Bantimurung. 😀

Maros dikenal sebagai pegunungan karst terbesar di dunia setelah Karst di Cina, luas karst Maros sekitar 40 ribu hektar. Sisa pemukiman manusia  purba dapat ditemukan disini. Leang-leang atau goa dimana anda bisa melihat cap-cap yang dibuat oleh manusia purba. Pegunungan Maros telah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi Kawasan Warisan Dunia.
Pegunungan Maros memiliki potensi untuk dijadikan lahan wisata. Dengan prospek penjualan wisata ke Leang-leang, menikmati gua terdalam Leang Putte , menyambangi air terjun, dan masih banyak tempat wisata di Maros yang dekat dengan pegunungan karst Maros. Ini daftar goa yang ada di Maros dan saling terkait satu sama yang lain.. 
Dan saya memilih untuk ikut melindunginya dengan cara menulis artikel ini dan menyebarkannya. #cara paling lemah.. 
Identitas, 21 November 2013 10:07 Wita

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *