Lumbung Timah di Bangka


Siapa yang tak kenal Bangka Belitong, apa lagi setelah novel Laskar Pelangi muncul dan mencuat. Nama daerah tersebut seakan menjadi tempat ajaib yang menyimpan mimpi seorang anak yang ingin belajar ke luar negeri. Cerita pilu di balik melimpahnya salah satu sumber daya alam. Jika di dalam buku Laskar Pelangi diceritakan bahwa ayah si Ikal di PHK setelah perusahaannya tak bisa menggaji mereka lagi. Yang saya soroti disini adalah bagaimana penambangan itu merusak pulau ini.
Ketika pertama datang di tempat ini saya melihat kubangan air berwarna hijau, kuning, bahkan biru dari atas pesawat. Warna yang cerah membuat saya penasaran dengan kegiatan yang ada di bawah sana. Menurut Bang Fadri, itu adalah kegiatan penambangan timah. Karena seperti yang diceritakan di dalam buku Laskar Pelangi, Bangka memang terkenal dengan timah yang dikandung dalam tubuhnya. 
Belum lagi konversi hutan yang menjadi kebun kelapa sawit. Hutan ditebang dan dibakar, sebelum tanaman sawit di tanam. Sedih banget lihat keadaan Bangka dari atas udara. Benar-benar mengerikan. Hingga akhirnya saya melihat penambangan timah dengan mata kepala saya sendiri. Ketika saya mengunjungi PPI Sungailiat, saya melihat kumpulan orang di sekitar mesin yang berderu-deru kencang. Anak kecil bermain lumpur dan orang dewasa yang mengais-ngais lumpur dan memasukkan sesuatu ke dalam karung berwarna putih. 
Sebuah kubangan besar dikerumuni orang ramai-ramai. Air berwarna putih keluar dari mesin. Semua orang dewasa mengais timah yang berwarna hitam. Hasil tambang akan dimasukkan ke dalam karung. Air dan pasir akan keluar begitu saja. Gundukan pasir putih menghiasi badan jalan di Bangka. Jangan heran liat pasir yang tidak terpakai dan ditumbuhi oleh gulma-gulma. 
Penambangan timah di Bangka menyisakan beragam pertanyaan. Karena setelah sebuah daerah selesai ditambang, maka akan ditinggalkan begitu saja. Tanpa perbaikan terhadap alam, kubangan tersebut dibiarkan menjadi tanah berair yang berwarna hijau. 
Semoga pertanyaan ini bisa diselesaikan dan tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan lebih besar lagi.
Hotel Sejati, Sungailiat, Bangka.
4 Desember, 23:09 WIB

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *