Masa Magang di Identitas

Tengah malam hari ini (28 menuju 29 September 2012) , tiba-tiba kami (saya, Ummul, Dinar, dan Ria) ngobrol dan akhirnya malah sangat menarik. Diawali dengan percakapan tentang film Testpack yang pernah saya tonton. Tiba-tiba perbincangan berlanjut ke ibu Dinar dan saya yang notabene punya banyak anak. Kami pun melanjutkan  ngobrol tentang anak-anak magang, saya lupa kenapa jadi loncat kesini. Akhirnya kami pun membahas masa indah bernama Pemagangan di Identitas di tahun 2009. Sebuah organisasi tapi kami lebih menganggapnya sebagai rumah kecil. Tempat kami dibesarkan dan dilahirkan menjadi pribadi (yaaahhh, terserah kalian mau menilai saya apa.. ) hahaha. 
Akhirnya kami pun membahas tentang betapa menyeramkannya ketika kami mewawancarai ketua senat dan himpunan Fakultas Teknik saat itu. Dinar mengatakan ia sangat ketakutan ketika ia mendapatkan tugas interview dari Kak Marlin untuk mewawancarai ketua Senat, yang kala itu dipegang oleh kak Ismail Rahman. Hahaha. Bisa kubayangkan bagaimana bentuk mukanya Dinar kala itu. 😀
Acara ngobrol terus berlanjut, kami pun bergossip tentang siapa-siapa narasumber yang membuat kita “tertarik”. Hahaha. Semuanya punya narasumber yang membuat kita terpana dan terpesona. Entah karena dia pintar, tampan, atau beriwibawa. Ciieeee.. ternyata cerita cinta adalah hal yang paling menarik untuk dibahas. 
Akhirnya cerita cinta pun dibahas habis, siapa yang pernah kita suka, konflik yang pernah terjadi dengan Ria karena cinta, atau karena banyak hal. Hahaha. Kami pun membahas cerita tentang teman-teman magang kami waktu itu. Ada Emin, Asma, Eren, FD, Iton, Arsyam, Bahar, Nabila, Imas, teman-teman yang memilih untuk menemukan jalannya di tempat lain. Semoga kita akan bertemu lagi dipuncak kesuksesan membangun Indonesia nantinya, kawan; Amien ya rabbal alamin. 
Cerita pun kami lanjutkan, mulai dari kaki Fadli yang punya bau tak sedap karena selalu jalan dan tak pernah berhenti. Hahah. Terus Heri yang selalu bersungut-sungut. Mifda yang cuek minta ampun. Haddduuuhh,, capek dehh. Hahaha. Kenangan indah terus bergulir. Mulai dari kegiatan Seminar Sunni Syiah yang membuat Ria jadi “klepek-klepek” sama seseorang. Belum lagi kegiatan Diklat Dasar yang pada saat itu kita bener-bener sibuk. Saya yang jadi ketua panitia. Dan lucunya ketika ibu pemilik menagih uang untuk penyewaan mess, saya memilih tidur. Habisnya kesel gara-gara ibunya minta nambah 400 ribu, gara-gara ditambah kamar. Ihhh.. nyebelin.. tapi itu yang lucu..
Atau tentang senior kami yang terkadang membuat kami lucu ketika mengingatnya. Sebut saja Kak Udin dan Kak Tamrin yang pendiam tapi kalau diingat jadi lucu. Atau masa-masa Kak Sinbad menjadi kordinator liputan yang sangat menyeramkan. Hahaha. Masa-masa magang dan ketakutan ketika ditagih kampusiana dan kronik. Ketika masuk di Identitas langsung ditagih berita. Hahaha. Gokil.. 😀
Atau tentang Litbang SDM kami yang aneh dan terkadang sok bijak. Wkwkwkw. (maaf kak Yani.. ). Sosok yang biasa kami panggil AYH. Hahaha. Itu fireline beliau yang sering kami liat di Koran terbitan identitas. Cerita tentang Litbang SDM tidak ada habisnya. Tapi gag mungkin bakalan saya tuliskan disini. Hahaha. 😀
Ah, kenangan itu yang akan selalu kami ceritakan jika suatu saat kami bertemu kembali 10 tahun ke depan atau 20 tahun ke depan. Masa-masa yang akan kami tertawai bersama dan mungkin akan memakan waktu hingga 3 jam lebih. Sama seperti saat ini, kami menghabiskan waktu 4 jam untuk ngobrol tentang semuanya.
Kawan, sangat menyenangkan bisa mengenal kalian semua. Kalian adalah alasan saya untuk tetap bertahan hingga penghujung akhir tahun ini. bersama-sama menapak kerikil ini. terima kasih telah mewarnai hidupku. semoga..
Pas jenguk alm ayah kak yani di rumah sakit. 🙁

ini pas rapat LPJ di Tanjung Bayang

kalau ini pas kita nonton di 21 M’Tos

ini pas kita main ke kost Ilham

ini litbang kami. :D

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *