Masjid di Hawaii dan Washington DC

Pengalaman shalat di negeri orang menjadi sangat mengharukan. Melihat minoritas perempuan berkerudung menjadi sangat menyentuh hati. Bayangkan saja, di antara gempuran orang-orang memakai bikini ataupun baju-baju you can see, mereka masih mau menggunakan hijab.
Di Hawaii, masih sedikit orang yang menggunakan hijab sebagai busana sehari-hari. Anda akan menemukan perempuan dengan wajah-wajah Arab yang menggunakan hijab. Saya belum menemukan perempuan kulit putih yang menggunakan hijab.
Hmm. kembali ke topik. Saya menulis ini karena permintaan seorang sahabat. Ia ingin sekali melihat masjid di Amerika Serikat. Negara yang notabene mulai meningkat jumlah pemeluk agama Islam sekitar 2.6 juta orang (Pew Forum on Religion  and Public Life). Membuat masjid hal yang bisa ditemui di negara bagian Amerika. Walaupun terkadang untuk shalat harus dilakukan di dekat tangga darurat, parkiran, atau di tempat yang bersih.  Karena untuk menemukan mushalla kecil di sebuah tempat perbelanjaan masih sangat susah. Berbeda dengan Indonesia, dengan mudahnya bisa menemukan mushalla untuk shalat. 
Selama saya tinggal beberapa saat di Hawaii, saya ikut merasakan sejuknya shalat disana. Sebuah komunitas kecil yang sangat hidup. Walaupun ketika waktu shalat tiba, kita tidak akan bisa mendengar suara azan dari mikrofon. Semua muslim disana sudah mengetahui jadwal untuk shalat. Tak ada suara azan hanya jam yang menjadi patokan. 
Indonesian flag!! Love this thing!!
Berbeda halnya dengan Islamic Centre di Washington DC, disini para pemeluk islam dari berbagai negara bergabung untuk shalat. Karena masjid yang dekat dengan kantor para konsulat jenderal berbagai negara. Di depan islamic centre, kita bisa melihat bendera berbagai negara. Sebuah kesenangan sendiri bisa melihat bendera Indonesia disana. 
Yang menyedihkan, saya tak sempat shalat di Masjid Colorado. Padahal menurut cerita, masjid disana sangat keren. 🙁 ..
Masjid di Hawaii letaknya saya lupa. tapi deket sama kampus University of Hawaii
Islamic Center at Washington DC. sempet berfoto bersama dengan mentor kami, Lance Boyd
Ya Allah, jika saya punya kesempatan, saya ingin menapaki jejak-jejakMu di benua Eropa, Asia dan Australia. Amiin ya Rabbal Alamin.. 
Tulisan ini didekasikan untuk Rida Helmi Nasution..
identitas, 1 September 2013

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *