Melihat Morea di Larike, Waai dan Tulehu

Jika kalian berkunjung ke Ambon pastikan kalian tak lupa untuk melihat mahluk licin yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Orang Maluku menyebutnya Morea, apa itu Morea? Pernah lihat belut? Nah kalau ini belutnya gede, mirip seperti Belut Morray. Tapi kalau belut moray biasa kita temui di laut, di Ambon belut Morea nya tinggal di air tawar. Dengan nama latin Anguilla bicolor, hewan ini hidup di Ambon. Ada tiga Negeri yang dikenal memiliki tempat wisata untuk melihat Morea, yaitu Negeri Larike, Waai dan Tulehu. Oia, di Ambon dikenal kata Negeri, bukan Desa seperti daerah lain di Indonesia. Jadi kita malah akan lebih sering mendengar kata Negeri ataupun Hena bukan Desa. 😀
Morea menjadi salah satu ikon yang terkenal di Ambon. Belum lihat Morea artinya belum afdol datang ke Ambon. Morea dikenal sebagai hewan jinak dan dekat dengan manusia sejak ratusan tahun lalu. Saa mengenal Morea dari cerita yang selalu diulang-ulang oleh almarhum Nenek sebelum saya tidur.
“Ada belut besar yang hidup bersama katong sejak dulu. Beta selalu berenang deng morea, kasih dong makan kepala ikan,” begitu ucap nenek sambal menjelaskan Kolam Air Waelatu di Tulehu. Cerita itulah yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk ke Ambon ketika umur saya telah cukup. #alfatihah
Nah, untuk melihat morea ada tiga Negeri yang terkenal sebagai spot melihat morea lebih dekat. Saya akan mencoba menjelaskan ketiga negeri ini berdasarkan pengalaman saya. 😀
Negeri Larike
Untuk melihat Morea di Negeri Larike, anda harus menuju ke Jazirah Leihitu, sekitar 2 jam dari Kota Ambon. Memasuki Negeri Larike, kita harus berhenti di dekat masjid Negeri Larike. Kemudian berjalan sekitar 20 menit untuk menuju Sungai Weindana.
Di Sungai Weindana akan ada penduduk yang mengajak kita untuk membeli ikan mentah seharga 10 ribu. Hal ini dilakukan untuk memancing morea keluar dari lubang di pinggir sungai. Sang pawang akan memancing morea dan meminta kita untuk memegang morea tersebut.
saya suka dengan habitat asli morea yang terletak di sungai ini. Terlihat lebih alami dibandingkan di Tulehu atau Waai. Karena benar-benar masih asli dan pemandangannya masih keren.
Untuk mencapai Negeri Larike, kita bisa naik mobil besar dari Terminal Mardika dan mengambil jurusan Larike. Biayanya 30 ribu kalau saya tidak salah, karena selama ini saya pergi ke Larike naik kendaraan pribadi. 😀
Negeri Tulehu
Morea di Negeri Tulehu, sekitar 45 menit dari Kota Ambon, ini terletak di kolam penampungan air. Masyarakat menyebutnya sebagai Waelatu, mereka percaya belut disana sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Karena itu jangan heran dengan besarnya Morea yang ada. Jika mau memancing Morea keluar, jangan lupa beli ikan yang sudah dicacah di Pasar Tulehu. Harga potongan ikan dapat kita beli dengan harga 5ribu rupiah dan kita bisa memancing Morea keluar dari persembunyiaannya.
Kalau di Tulehu, tidak ada pawang seperti di Larike dan Waai. Sehingga kita tidak perlu membayar jasa pawang. Saya sarankan kalau disini, lebih baik bawa kacamata berenang. Karena bentuknya seperti kolam yang lumayan dalam, bukan sungai seperti di Negeri Larike ataupun Waai.
Tapi sayangnya kolam ini agak kotor dan juga banyak sampah plastik di dasar kolam. dibutuhkan perawatan yang lebih untuk menjadi salah satu tempat wisata kebanggaan masyarakat Tulehu. 

Untuk mencapai Negeri Tulehu, kita bisa naik angkot dari Terminal Mardika dan mengambil angkot jurusan Tulehu. Turun di perempatan jalan Waelatu, bayar 10 ribu. Dari perempatan, hanya jalan kaki sekitar 10 meter dan kita bisa melihat kolam Waelatu yang menyegarkan. 😀

Negeri Waai
Menurut saya, Negeri Waai paling dikenal dan direkomendasikan untuk melihat belut morea. Terbukti dari buku Lonely Planet yang mencantumkan Negeri Waai sebagai lokasi untuk melihat morea. Terletak di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, sekitar 3 km dari pusat Kota Ambon.
Morea tinggal di dalam kolam Wae Salaka, airnya jernih dan disekelilingnya terdapat pohon-pohon yang rindahmg. Sama seperti kolam Wae Latu, ada juga ikan-ikan air tawar yang hidup di kolam ini. Jika mau memancing morea keluar, biasanya pawang akan memberikan telur mentah. Terpancing oleh bau amis, sang morea mulai muncul dari lubang-lubang di sekitar kolam.  

Untuk mencapai Negeri Waai, kita bisa menaiki angkot kearah Liang atau Waai dari Terminal Pasar Mardika. Bayar 15 ribu sampai di Negeri Waai. 
Itulah ketiga tempat yang terkenal untuk melihat belut morea, saya bukan membandingkan namun menjelaskan ketiga tempat ini. 😀
ditulis di Rumah Mbah, Depok
Thursday, 10:30 AM 23 July 2015
sorry, fotonya belum ada. nyusul yaaa. hahaha. 😀

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *