Membaca Indonesia dari Tulisan Orang Barat

MUST READ!!!

Membaca buku petualangan menakjubkan yang dilakukan oleh Blair bersaudara. Lawrence dan Lorde Blair membuat saya menangis sedih. Kenapa orang Barat yang mengabadikan keindahan Indonesia dengan tulisan secemerlang seperti ini? Kenapa bukan orang Indonesia sendiri yang mendokumentasikan Nusantara dalam buku seperti ini? Kenapa malah orang yang kita anggap asing malah sangat serius mengganggap bahwa Indonesia adalah sebuah mahakarya Tuhan yang sangat indah. Ah, saya jadi malu dengan diri sendiri. Keinginan ku untuk pergi menjelajahi setiap jengkal tanah di Indonesia semakin kuat.  
Ring of Fire, adalah julukan Indonesia yang paling terkenal. Karena Indonesia hidup di antara rantai gunung berapi. Selama ribuan tahun, kita hidup dengan damai dalam dekapan suburnya daerah gunung berapi. Saling menguntungkan tak terpisahkan. Buku ini bercerita tentang Indonesia pada tahun 1972-1982. Tulisan yang dibukukan karena Blair bersaudara mendapatkan kesempatan untuk membuat film pulau panas dan lembab di kepulauan vulkanik Indonesia selama 10 tahun.
 
Penjelasan yang digambarkan oleh Blair mengenai keharmonisan alam dan manusia di Indonesia tersaji sangat apik. Penggambaran masyarakat Bali yang sangat mencintai adat diceritakan pada awal buku. Kemudian kita masuk diantar ke dalam sejarah teori evolusi. Dimana menurut Lawrence, kelahiran teori ini dipengaruhi oleh Indonesia. Wallace bepergian di seluruh kepulauan Indonesia demi mencari penjelasan mengenai divergensi evolusi spesies. Dan sejarah mencatat bahwa  Darwin yang “mencuri” ide dari Alfred Wallace. Inspirasi Darwin ia dapatkan setelah Wallace mengirimkannya sebuah artikel mengenai Indonesia. makalah setebal 15 halaman yang berjudul “Mengenai Kecenderungan Varietas untuk Memisah Tanpa Terbatas dari Tipe Asli” berhasil membuat Darwin ‘panik’. Ia pun kemudian membuka teori Evolusi kepada publik. Dan publik mengenal Darwin sebagai bapak teori Evolusi, padahal Alfred Wallace lah yang menjabarkan secara lengkap mengenai “Penurunan Sifat dan Divergensi dengan Modifikasi melalui variasi dan seleksi alam”. Hmmm. Mengerikan…
Oke, kembali ke dalam buku. Saya benar-benar terpesona bagaimana Lawrence bercerita mengenai hasil penjelajahannya ke seluruh Indonesia. penjelajahan pertamanya adalah tempat dimana nenek moyang mereka turun dengan pesawar antariksa dari bintang-bintang. Toraja. Ia mengikuti sebuah ritual pemakaman seorang raja, Puang Sangalla. Ia menggambarkan Toraja pada saat itu dalam diksi yang sangat indah. 
Lembah-lembah hijau berkabut dialiri sungai-sungai menderi sejernih vodka; sawah-sawah jamrud dikelilingi pohon-pohon bambu keemasan, dan tebing granit menjulang di atas hutan primer. Di antara warna-warna hijau dan keemasan itu, tampak garis-garis melengkung dan berwarna-warni arsitektur Toraja. Hal ini membuat ingatan saya terlempar ke tahun 2010, ketika saya menginjakkan kaki pertama kali di Toraja. Sebuah keindahan dan mistisme tercampur jadi satu. 
Blair bersaudara mendapatkan kesempatan untuk mefilmkan pemakaman raja. Mereka bersosialisasi dengan baik disini. Saya benar-benar mengikuti alur kehidupan mereka dengan khidmat. Rasa-rasanya saya sendiri yang sedang mengalaminya. Hehehe. Jadi mau lagi ke Toraja.. apalagi dalam cerita Blair, ada beberapa ritual yang sudah tak dilakukan oleh para orang Toraja saat ini. Misalnya orang Toraja zaman dulu meletakkan batu untuk menghormati para raja hanya menggunakan tenaga manusia. Namun saat ini, kita akan melihat truk besar yang menggantikan tugas tersebut. 
Mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk menuju Kepulauan Aru. Mereka pun tinggal di Bira, hidup bersama seorang Bupati perempuan di pinggir laut dan suaminya yang tak bisa berenang. 😀 Sebelum kapal berlayar, kita diceritakan bagaimana ular boa pernah hidup di Bulukumba. Ternyata di Bulukumba pernah ada Ular Boa raksasa yang memakan manusia. Mengerikan! 

Perjalanan mereka pun dimulai, dengan 16 awak kapal menuju Kepulauan Aru.—>>

masih bersambunggg.. 😀
Rumah Tante dan Identitas, 24 November 2013 16:42 Wita

You may also like

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *